{"id":36947,"date":"2018-02-27T21:08:39","date_gmt":"2018-02-27T14:08:39","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=36947"},"modified":"2020-09-17T16:40:41","modified_gmt":"2020-09-17T09:40:41","slug":"menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/","title":{"rendered":"Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Buana Indonesia Network coba menelusuri jjejak Ursone dan keluarganya di tanah Priangan. Bukan tanpa alasan kami tertarik menulis soal keluarga ini. Meski bukan asli anak bangsa ini, keluarga Ursone terkenal dengan kedermawanannya. Dengan senang hati, mereka menyerahkan tanah yang berupa sebuah bukit untuk dijadikan tempat berdirinya peneropongan bintang yang salah satunya digagas K.A.R. Bosscha. Rumah Ursone adalah salah satu peninggalan keluarga pengusaha sapi itu di Lembang. Tak sampai disitu, keluarga Ursone sangat erat hubungannya dengan tanah priangan.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jurus-ampuh-dalam-membangun-bisnis\/\"><strong>Baca :<\/strong> <strong>Jurus Ampuh Jadi Pengusaha Sukses<\/strong><\/a><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak versi soal keluarga Ursone. Satu versi menyebut Keluarga Ursone adalah satu-satunya keluarga berkebangsaan Italia pertama yang menetap di tanah Priangan pada tahun 1880. Keluarga Ursone terdiri dari empat orang bersaudara yang pergi merantau ke Hindia Belanda dan kemudian menetap di Lembang.\u00a0Versi lain menyebut Dua Ursone tidak menikah hingga akhir hayat. Satu Ursone jatuh cinta pada wanita lokal dari sebuah kampung di belakang Jalan Braga, Nyi Oekri namanya. Karena tak mendapat keturunan, mereka mengadopsi anak perempuan.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta lain ialah, di Mausoleum Ursone ( Mausoleum adalah bangunan yang memiliki ruangan yang didalamnya disimpan satu atau lebih jenazah didalamnya) yang berada dikomplek pemakaman Pandu ada 8 nama yang tercantum disana.\u00a0 Kedelapan nama tersebut adalah A.C. Ursone v Dijk, A. Ursone, Antonio Domenico De Biasi, Dr. C. G. Ursone, G.M. Ursone, J. A. G. van Dijk, M. G. Ursone dan P. A. Ursone.<\/p>\n<p><strong>Ursone Dari Sudut Pandang Sejarawan<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_36948\" aria-describedby=\"caption-attachment-36948\" style=\"width: 927px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-36948 size-full\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?resize=640%2C445\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"445\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?w=927&amp;ssl=1 927w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?resize=300%2C209&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?resize=768%2C534&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?resize=100%2C70&amp;ssl=1 100w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?resize=696%2C484&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/ursone-famili-pic.jpg?resize=604%2C420&amp;ssl=1 604w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36948\" class=\"wp-caption-text\">Ursone Bersaudara (foto doc : Keluarga Ursone)<\/figcaption><\/figure>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/youtu.be\/8RuvkW3nwqg\">Apabila Anda Selalu Gagal\u00a0 Dalam Jalankan Bisnis, Klik Untuk Ikut Reprograming Ini<\/a>, Gratis.<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandung sudah terkenal sebagai penghasil susu sapi terbaik sejak akhir abad 19. Hasil produksi para peternak Bandung ini menyebar karena salah satunya menjadi hidangan bagi para pejalan yang menggunakan Jalan raya Pos. Di sekitar tahun 30-an, BMC menampung sekitar 13.000 liter susu per hari yang diperoleh dari 22 perusahaan di kawasan Bandung, termasuk perusahaan Ursone. Dari 30 ekor sapi yang menghasilkan 100 liter susu per hari di awal berdirinya perusahaan, kemudian mereka mempunyai sekitar 250 ekor sapi yang menghasilkan ribuan liter susu per hari di dekat akhir kekuasaan Belanda di Nusantara, awal tahun 40-an.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga Ursone adalah satu-satunya keluarga berkebangsaan Italia pertama yang menetap di tanah Priangan\u00a0pada tahun 1880.\u00a0Keluarga Ursone terdiri dari empat orang bersaudara yang pergi merantau ke Hindia Belanda dan kemudian menetap di Lembang. Keluarga Ursone adalah peternak sapi perah di kawasan Lembang dan juga menjadi \u201cleveransir\u201d (supplier) susu sapi utama untuk Hotel Savoy Homann Bandung.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Peningkatan Plafon Rejeki Melalui Reprogramming Otak Bawah Sadar Oleh dr Sigit Setyawadi\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8RuvkW3nwqg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat hijrah ke tanah Priangan keluarga Ursone memulai karirnya sebagai peternak sapi perah yang kemudian diambil susunya.\u00a0Peternakan sapi\u00a0milik keluarga Ursone dimulai sejak abad ke-20 pada tahun 1895. Dari hasil usaha tersebut keluarga Ursone mampu membangun perusahaan susu yang bernama Lembangsche Melkerij Ursone yang saat itu terkenal se Hindia Belanda sebagai penghasil susu terbaik dengan kualitas tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat mengawali karirnya keluarga ini hanya memiliki 30 ekor sapi perah yang didatangkan langsung dari daerah Friesland di negeri Belanda. Dalam waktu yang sangat singkat sapi yang dimiliki oleh keluarga ini berkembang pesat hingga mencapai 250 ekor sapi perah. Produksi susu yang semula hanya 100 botol per hari pun bertambah menjadi ribuan liter setiap harinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Produksi susu yang melimpah ini kemudian di tampung pada badan usaha gabungan para peternak dan pengusaha susu yang memiliki fasilitas pengolahan modern dan jaringan distribusi yang lebih luas, yang bernama Bandoengsche Melk Centrale (BMC) dan berlokasi di belakang Masjid Al Ukhuwah samping Balai Kota. Hingga kini Bandoengsche Melk Centrale (BMC) masih tetap beroperasi dan ditempat itu hadir sebuah caf\u00e9 ternama dengan susu sebagai menu andalannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hari pertama penelusuran\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senin, 26 Februari 2018, Muchamad Rizky Fauzy dan Dinni Kamilani, Kontributor Buana Indonesia Network Di Bandung Jawa Barat, menelusur jejak keluarga Ursone dari peninggalannya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berbekal informasi awal bahwa bangunan salah satu rumah peninggalan keluarga Ursone akan diruntuhkan dan dibangun sebuah\u00a0 Hotel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menginjakkan kaki untuk kali pertama, ada aura yang berbeda disana. Megah, luas dan penuh misteri berkecamuk campur tanya dibenak kedua kontributor kami. Waktu saat itu menunjukkan pukul 09.00 pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Kami mencoba bertanya untuk memastikan mengenai lokasi Rumah Ursone pada satpam yang sedang berjaga yang kebetulan satpam tersebut ialah penjaga Rumah Ursone tersbut, ketika kami mulai bertanya mengenai Rumah ursone tersebut dan bilang memperkenalkan diri\u00a0 media massa, seketika raut muka Satpam berubah, mereka berusaha menelisik dengan pandangan penuh curiga pada kami. Jelas sekali kedatangan kami tidak mereka sukai, <em>\u2018Tidak bisa, karena belum pernah ada yang boleh masuk media mana pun,\u2019<\/em> begitu jawab petugas keamanan itu pada kami. kami pun terus coba bertanya kepada satpam yang sedang berjaga untuk menggali informasi dan Dini mencoba meminta izin kepada satpam yang berjaga untuk mengambil gambar dari luar pagar sekitaran Rumah Ursone tersebut, itu pun tidak mudah,\u201d kata Rizky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kontributor kami, Rizky Sempat bertanya jumlah salah satu penjaga Rumah Ursone itu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_36960\" aria-describedby=\"caption-attachment-36960\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-36960 size-large\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak-1024x576.jpg?resize=640%2C360\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?resize=696%2C392&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?resize=1068%2C601&amp;ssl=1 1068w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?resize=747%2C420&amp;ssl=1 747w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/rumah-ursone-baru-adjak.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36960\" class=\"wp-caption-text\">Rumah peninggalan keluarga Ursone di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSalah satu dari mereka menjawab Jumlah satpam yang ditugaskan untuk menjaga Rumah Ursone tersebut berjumlah 7 orang dan kebetulan yang 4 sedang di dalam. Saya terus menggali informasi pada petugas keamanan bernama Ade itu, ketus sekali jawabnya, cukup tidak tau, \u201c tutur Rizky.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setengah mendesak, saya mencoba meminta Izin kepada petugas keamanan itu untuk masuk ke area rumah Ursone itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u201cUdah dapet izin dari sana (menunjuk ke arah sebuah bangunan yang kemudian kami ketahui sebagai kantor)? Tanya petugas keamanan itu, \u00a0\u00a0Sudah, jawab saya. Disana ada beberapa bangunan yang terlihat sudah tidak lagi terawat, didalam area itu ada beberapa petani yang sedang beraktivitas, kami coba tanya mereka, namun sepertinya mereka ketakutan. Tak lama kami berbincang, beberapa petugas keamanan kembali menghampiri kami dan mengusir kami. Keadaan saat itu tegang. Pertama yang saya fikir adalah menyelamatkan rekaman dan foto \u2013foto yang kami dapat, \u201c Ujar Rizky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua Kontributor kami tak habis pikir, mengapa tempat itu dijaga sedimikian ketat. Apa yang mereka sembunyikan ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Simak cerita soal Jejak Ursone di Fokus edisi selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Tim Peliput :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-36186 size-medium\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/Profil-dini-kamilani-1-300x91.png?resize=300%2C91\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"91\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-36189 size-medium\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/Profil-rizky-fauzy-300x91.png?resize=300%2C91\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"91\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-36188 size-medium\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/Profil-fajrin-sidik-1-300x91.png?resize=300%2C91\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"91\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buana Indonesia Network coba menelusuri jjejak Ursone dan keluarganya di tanah Priangan. Bukan tanpa alasan kami tertarik menulis soal keluarga ini. Meski bukan asli anak bangsa ini, keluarga Ursone terkenal dengan kedermawanannya. Dengan senang hati, mereka menyerahkan tanah yang berupa sebuah bukit untuk dijadikan tempat berdirinya peneropongan bintang yang salah satunya digagas K.A.R. Bosscha. Rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":36963,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[814],"tags":[817,2404],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/cover-fokus-ursone.jpg?fit=1182%2C738&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"description\" content=\"menelusuri jejak keluarga Ursone di tanah Priangan. Bukan tanpa alasan kami tertarik menulis soal keluarga ini. Meski bukan asli anak bangsa ini, keluarga\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"menelusuri jejak keluarga Ursone di tanah Priangan. Bukan tanpa alasan kami tertarik menulis soal keluarga ini. Meski bukan asli anak bangsa ini, keluarga\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"jabar.buanaindonesia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-27T14:08:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-09-17T09:40:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/cover-fokus-ursone.jpg?fit=1182%2C738&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1182\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"738\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/cover-fokus-ursone.jpg?fit=1182%2C738&ssl=1\",\"width\":1182,\"height\":738},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/\",\"name\":\"Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-02-27T14:08:39+00:00\",\"dateModified\":\"2020-09-17T09:40:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/584e5d4d7a24d69080a927eefccff3af\"},\"description\":\"menelusuri jejak keluarga Ursone di tanah Priangan. Bukan tanpa alasan kami tertarik menulis soal keluarga ini. Meski bukan asli anak bangsa ini, keluarga\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/menelusur-jejak-ursone-di-tanah-pasundan\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/584e5d4d7a24d69080a927eefccff3af\",\"name\":\"Redaksi,\",\"sameAs\":[\"jabar.buanaindonesia.com\",\"Irfanbu4n474bar\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36947"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36947"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55658,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36947\/revisions\/55658"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}