{"id":39146,"date":"2018-04-01T23:35:11","date_gmt":"2018-04-01T16:35:11","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=39146"},"modified":"2018-04-01T23:54:35","modified_gmt":"2018-04-01T16:54:35","slug":"2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"2030 Penderita Kanker Indonesia meningkat 7 Kali Lipat. Ini Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG &#8211; World Health Organization (WHO) memprediksi pada tahun 2030 mendatang, jumlah penderita kanker di Indonesia diprediksi akan meningkat tujuh kali lipat. Kanker menjadi \u00a0penyebab kematian nomor dua di dunia dan nomor tujuh di Indonesia. Sementara data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2013, tercatat prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0,14 persen, atau 347.792 orang dari total populasi penduduk.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dr. Wong Seng Weng, selaku ahli Onkologi dan Konsultasi Spesialis dari The Cancer Center menyebut didalam tubuh setiap manusia sudah terdapat sel kanker<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Sel kanker memiliki perkembangan yang abnormal, dapat menyebar dan menyerang sel normal lain layaknya \u2018teroris\u2019 dan sel ini tidak memiliki waktu tenggat hidup. Jika sel ini sudah menyebar ke organ-organ lain, pemberantasan penyakit kanker secara tuntas sangat sulit tercapai,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pencegahan melalui pendeteksian dini melalui mamograf, pap smear, kolonosopi, biopsi hingga pengecekan darah secara berkala bisa mengurangi risiko penyebaran sel kanker lebih luas. Ini karena sel kanker bisa menggandakan diri lebih cepat, di mana jika ditemukan satu sentimeter kanker, berarti ada satu triliun sel kanker.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tak hanya berdasarkan garis keturunan (gen) saja yang bisa membuat seseorang berisiko mengidap penyakit kanker. Orang dengan gaya hidup yang tidak sehat bisa memicu aktifnya sel kanker itu di dalam tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Tidak hanya gen, gaya hidup tidak sehat pun bisa memicu. Beberapa yang memicu antara lain (konsumsi) sosis, daging ham dan rokok menjadi penyebab terbesar kanker,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Senada dengan Wong, ketua lembaga konsultan Kanker Indonesia (LKKI), Rismaya menyebut, \u00a0beberapa spesies tanaman juga dapat bermanfaat mencegah kanker<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBerfungsi prefentif, mepencegahan , meningkatkan daya tahan tubuh seseorang terhadap kanker. Tumbuhan Curcuma zedoaria atau temu putih, Thyponium flagrliforme \u00a0(keladi tikus), Andrographis paniculata atau\u00a0 sambiloto, Curcuma longa\u00a0 kita kenal dengan kunyit, Merremia mammosae\u00a0 atau Bidara upas, Gynura procumbens\u00a0 atau sambung nyawa dan Curcuma mangga atau kunyit putih \u00a0jika diracik benar ini sangat bermanfaat mencegah perkembangan sel kanker dalam tubuh, \u201c kata pria yang aktif memberikan informasi mengenai bahanya kanker dan tumor ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lembaga pegiat anti kanker ini juga menyebut kini dipasaran banyak sekali beredar herbal yang meng klaim dapat mencegah kanker<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c tapi kalau kami merekomendasikan Zerif. Herbal ini sudah melalui uji lab oleh laboratorium yang sudah terakreditasi, terdaftar di BPPOM dan diracik dengan pas. Selain itu sudah digunakan ribuan konsumen,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/ZERIF.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-39147 size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/ZERIF-238x300.jpg?resize=238%2C300\" alt=\"\" width=\"238\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/ZERIF.jpg?resize=238%2C300&amp;ssl=1 238w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/ZERIF.jpg?resize=333%2C420&amp;ssl=1 333w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/ZERIF.jpg?w=692&amp;ssl=1 692w\" sizes=\"(max-width: 238px) 100vw, 238px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Lakukan Pemesanan Zerif Melalui Nomer Telpon : +6281322260996<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n<p style=\"text-align: center\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG &#8211; World Health Organization (WHO) memprediksi pada tahun 2030 mendatang, jumlah penderita kanker di Indonesia diprediksi akan meningkat tujuh kali lipat. Kanker menjadi \u00a0penyebab kematian nomor dua di dunia dan nomor tujuh di Indonesia. Sementara data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2013, tercatat prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0,14 persen, atau 347.792 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":39148,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/kanker.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"2030 Penderita Kanker Indonesia meningkat 7 Kali Lipat. Ini Cara Mencegahnya - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG &#8211; World Health Organization (WHO) memprediksi pada tahun 2030 mendatang, jumlah penderita kanker di Indonesia diprediksi akan meningkat tujuh kali lipat. Kanker menjadi \u00a0penyebab kematian nomor dua di dunia dan nomor tujuh di Indonesia. Sementara data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2013, tercatat prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0,14 persen, atau 347.792 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"jabar.buanaindonesia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-01T16:35:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-04-01T16:54:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/kanker.jpg?fit=300%2C168&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"168\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/04\/kanker.jpg?fit=300%2C168&ssl=1\",\"width\":300,\"height\":168},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/\",\"name\":\"2030 Penderita Kanker Indonesia meningkat 7 Kali Lipat. Ini Cara Mencegahnya - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-04-01T16:35:11+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-01T16:54:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/584e5d4d7a24d69080a927eefccff3af\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/2030-penderita-kanker-indonesia-meningkat-7-kali-lipat-ini-cara-mencegahnya\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/584e5d4d7a24d69080a927eefccff3af\",\"name\":\"Redaksi,\",\"sameAs\":[\"jabar.buanaindonesia.com\",\"Irfanbu4n474bar\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39146"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39146"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39158,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39146\/revisions\/39158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}