{"id":64772,"date":"2023-12-09T10:45:36","date_gmt":"2023-12-09T03:45:36","guid":{"rendered":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=64772"},"modified":"2023-12-09T10:47:10","modified_gmt":"2023-12-09T03:47:10","slug":"64772-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/","title":{"rendered":"Masyarakat Desa Cibitung Keluhkan Air Sungai Cidanghiang Keruh Dan Berlumpur: Penyebabnya?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-large wp-image-33042\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/Profil-benny-1.png?resize=640%2C194&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"194\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG &#8211; Masyarakat Desa Cibitung Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten ,keluhkan adanya dugaan limbah Tanah lumpur yang di duga berasal dari PT Menara Biru (MB) yang mengalir mencemari Sungai Cidanghiang. Akibat tanah lumpur dan air yang keruh tersebut, selain membuat Sungai Cidanghiang keruh dan berlumpur, juga akan terjadi pendangkalan terhadap sungai.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tokoh pemuda Desa Cibitung yang juga sebagai pengurus karang taruna kabupaten Pandeglang Peri membenarkan adanya laporan dari warga adanya dugaan pencemaran limbah lumpur dari tambang galian batu dari PT MB yang mencemari aliran Sungai Cidanghiang yang melintas di tengah perkampungan Desa Cibitung. Dan masyarakat, meminta untuk ditindak lanjuti dengan serius serta memfasilitasi komunikasi antara warga desa cibitung dengan pihak manajemen PT MB, terkait adanya dugaan limbah tanah lumpur yang telah mencemari aliran sungai Cidanghiang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Ya benar pak, kita bersama Polsek Munjul\u00a0 telah meninjau langsung kesumber datangnya air yang keruh dan membawa matrial lumur, hal ini hasil laporan keluhan masyarakat Desa Cibitung terhadap adanya dugaan pencemaran limbah tanah lumpur dan air yang keruh dan diduga ini akibat pertambangan galian batu\u00a0 dari PT MB&#8221; ujarnya. Jumat 8 Desember 3032<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Peri, pencemaran tanah lumpur dan air yang keruh tersebut berasal dari PT MB melalui aliran air sungai Cidanghiang. Untuk itu, warganya meminta agar PT MB agar bertanggung jawab atas pencemaran aliran sungai Cidanghiang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; warga masyarakat desa Cibitung mengharapkan semua pemerintahan terkait turun tangan, pemerintahan Kecamatan Munjul dinas Lingkungan hidup, dan pihak terkait, jangan sampai persoalan ini terus menerus terjadi, karena klw sudah seperti ini, air sungai bercampur dengan lumpur, hal ini bisa menyebkan suangan menjadi dangkal, maka banjir pasti akan terjadi, desa Cibitung ini rawan banjir, apalagi di tambah sunga Cidanghiang dangkal karena matrial lumpur dari tambang, ini kan makin parah ketika musim penghujan datang,&#8221; jelasnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Iya juga menjelaskan, kalau persoalan tersebut dibiarkan makan ini kan menyebabkan bencana, bukan saja banjir tapi bisa saja menyebkan banjir bandang, maka kepada pemerintah kabupaten Pandeglang agar segera turun tangan, kalau dianggap perusahaan tambang ini sudah menyalahi aturan, maka cabut ijin pertambangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Kami minta kepada pemerintah segera turun tangan, jangan sampai masyarakat menjadi korban, kalau memang perusahaan tersebut melanggar aturan maka cabut saja ijin oprasinya, jangan pemerintah berpihak kepada pengusaha tapi merugikan dan menyebabkan bencana di masyarakat,&#8221; pungaksnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG &#8211; Masyarakat Desa Cibitung Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten ,keluhkan adanya dugaan limbah Tanah lumpur yang di duga berasal dari PT Menara Biru (MB) yang mengalir mencemari Sungai Cidanghiang. Akibat tanah lumpur dan air yang keruh tersebut, selain membuat Sungai Cidanghiang keruh dan berlumpur, juga akan terjadi pendangkalan terhadap sungai. Tokoh pemuda Desa Cibitung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":64773,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[2432],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/12\/IMG-20231209-WA0000.jpg?fit=1600%2C1200&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masyarakat Desa Cibitung Keluhkan Air Sungai Cidanghiang Keruh Dan Berlumpur: Penyebabnya? - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG &#8211; Masyarakat Desa Cibitung Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten ,keluhkan adanya dugaan limbah Tanah lumpur yang di duga berasal dari PT Menara Biru (MB) yang mengalir mencemari Sungai Cidanghiang. Akibat tanah lumpur dan air yang keruh tersebut, selain membuat Sungai Cidanghiang keruh dan berlumpur, juga akan terjadi pendangkalan terhadap sungai. Tokoh pemuda Desa Cibitung [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Buanaindonesia@facebook.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-09T03:45:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-09T03:47:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/12\/IMG-20231209-WA0000.jpg?fit=1600%2C1200&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/12\/IMG-20231209-WA0000.jpg?fit=1600%2C1200&ssl=1\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/\",\"name\":\"Masyarakat Desa Cibitung Keluhkan Air Sungai Cidanghiang Keruh Dan Berlumpur: Penyebabnya? - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-12-09T03:45:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-09T03:47:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/64772-2\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\",\"name\":\"Benni Madsira\",\"sameAs\":[\"Buanaindonesia@facebook.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64772"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64772"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64776,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64772\/revisions\/64776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}