{"id":67343,"date":"2025-04-24T20:28:56","date_gmt":"2025-04-24T13:28:56","guid":{"rendered":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=67343"},"modified":"2025-04-24T20:28:56","modified_gmt":"2025-04-24T13:28:56","slug":"masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/","title":{"rendered":"Masyarakat Labuan Gelar Ritual KALEMBAK, Mengenang Kejadian 1883"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG &#8211; Masyarakat Labuan Kabupaten Pandeglang, para tokoh pemuka agama serta relawan pemerhati sejarah, relawan kebencanaan melaksanakan KHAUL KALEMBAK yaitu ritual kirim do&#8217;a dan permohonan keselamatan kepada yang maha kuasa Allah SWT,atas musibah yang paling mengerikan dan terdasyat sepanjang sejarah erupsi gunung api yakni Meletusnya gunung Krakatau Tahun 1883.<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-67345 size-full\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=640%2C480&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=1024%2C768&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=1536%2C1152&amp;ssl=1 1536w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=80%2C60&amp;ssl=1 80w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=265%2C198&amp;ssl=1 265w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=696%2C522&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=1068%2C801&amp;ssl=1 1068w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?resize=560%2C420&amp;ssl=1 560w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0013.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seperti biasa acara berlangsung sederhana dan penuh khidmat di mesjid gede (mesjid Agung Al Ittihad) di kecamatan Labuan.<br \/>\nH.Mochammad Salwa selaku penerus dari orang tua dan pini sepuh yg sudah meninggal, beliau memimpin do&#8217;a seperti biasa. Namun acara kali ini dihadiri peneliti dari BRIN(LIPPI),dan beberapa wartawan dari Serang dan Cilegon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu dari BRIN dengan acara ini beliau sangat mengapresiasi dengan penyelenggaraan ini,sebab harusnya upacara ritual ini dijadikan sebagai kekayaan atau warisan sejarah tak benda.<br \/>\nJangan hilang disini banyak manfaat diambil ,selain do&#8217;a-do&#8217;a dan pujian yakni edukasi terhadap warga agar kita lebih mawas diri dan tetap waspada terhadap bencana mengingat Labuan berada di selat sunda dengan ancaman gunung krakatau..(1883 dan 2018)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Acara berlangsung pkl 2.30 hingga menjelang Sholat Ashar&#8230;saat detik-detiknya gunung Krakatau memuntahkan erupsinya pada hari jumat tahun 1883 yang memicu gelombang pasang surut di laut,dengan daya ledak serta dentumannya terdengar hingga radius 4800 km jauhnya.selama 4 hari dunia dibuat gelap oleh debu diudara muntahan gunung krakatau.dan menelan korban jiwa 3600 itu yg diketemukan(catatan nasional)..<br \/>\nKhaul Lalembak (bahasa sunda afdeling Labuan,kampung yg berada di selat sunda) yang kurang lebih artinya terhantam gelombang air besar,&#8221; ungkap Basit Zoma yang akrab di panggil Aki Sunda, Kamis 24 April 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lanjut Basit, Labuan ketika itu sebuah kampung kecil memiliki sebuah mesjid dengan penduduk yang lumayan banyak..namun mesjid yang menjadi kebanggaan kala itu musnah ditelan gelombang tsunami. Tinggalah kini cucu serta cicit dari para orang tua serta buyut mereka yang menjadi korban kala itu yang hingga kita tetap mempertahankan ritual ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Bahkan bukan saja oleh para keluarga korban ,masyarakat lainpun ikut merayakannya. Acara ini sudah ratusan tahun dilaksanakan, semoga tidak pupus dimakan zaman, semoga generasi yang akan dtang terus melanjutkan apa yang sudah dari dulu di lakukan, agar anak cucu kita terus ingat kejadian yang cukup bersejarah dan menggemparkan dunia,&#8221; pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG &#8211; Masyarakat Labuan Kabupaten Pandeglang, para tokoh pemuka agama serta relawan pemerhati sejarah, relawan kebencanaan melaksanakan KHAUL KALEMBAK yaitu ritual kirim do&#8217;a dan permohonan keselamatan kepada yang maha kuasa Allah SWT,atas musibah yang paling mengerikan dan terdasyat sepanjang sejarah erupsi gunung api yakni Meletusnya gunung Krakatau Tahun 1883. Seperti biasa acara berlangsung sederhana dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":67344,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[2432],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0012.jpg?fit=1600%2C1200&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masyarakat Labuan Gelar Ritual KALEMBAK, Mengenang Kejadian 1883 - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG &#8211; Masyarakat Labuan Kabupaten Pandeglang, para tokoh pemuka agama serta relawan pemerhati sejarah, relawan kebencanaan melaksanakan KHAUL KALEMBAK yaitu ritual kirim do&#8217;a dan permohonan keselamatan kepada yang maha kuasa Allah SWT,atas musibah yang paling mengerikan dan terdasyat sepanjang sejarah erupsi gunung api yakni Meletusnya gunung Krakatau Tahun 1883. Seperti biasa acara berlangsung sederhana dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Buanaindonesia@facebook.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-24T13:28:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0012.jpg?fit=1600%2C1200&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0012.jpg?fit=1600%2C1200&ssl=1\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/\",\"name\":\"Masyarakat Labuan Gelar Ritual KALEMBAK, Mengenang Kejadian 1883 - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-04-24T13:28:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T13:28:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/masyarakat-labuan-gelar-ritual-kalembak-mengenang-kejadian-1883\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\",\"name\":\"Benni Madsira\",\"sameAs\":[\"Buanaindonesia@facebook.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67343"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67343"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67346,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67343\/revisions\/67346"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}