Polres Sleman Gulung Sindikat Pengedar Tembakau Gorilla

13.260 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, YOGYAKARTA – Jajaran Satuan Narkoba Polres Sleman Yogyakarta berhasil menggulung sindikat pengedar tembakau gorilla di kota Yogyakarta dan sekitarya. Mereka yang berhasil dibekuk masing-masing ER, DV dan JS. Dari tangan mereka polisi menyita 20 gram tembakau gorilla siap edar beserta timbangan di sebuah kamar kost di kawasan Sleman Yogyakarta hari Sabtu (13/7) dua pekan lalu.

Penangkapan komplotan pengedar barang haram ini berawal dari keberhasilan polisi menangkap 6 orang sebelumnya yang kemudian mengaku membeli barang berbahaya tersebut dari pelaku ER, yang berprofesi sebagai seorang mahasiswa. Setelah dilakukan pengembangan, penyelidikan polisi mengarah kepada 3 orang yang kemudian diburu dan berhasil ditangkap. Polisi menengarai ER adalah Bandar dan sekaligus pengedar psikotropika yang masuk dalam golongan 1.

Dari hasil penelusuran penyidik, ER yang sudah lama diamati ini mengakui awalnya membeli 50 gram tembakau gorilla bersama 2 orang rekannya. Mereka kemudian mengemas barang tersebut di kamar kost milik ER, kemudian menjualnya kepada orang lain.

Penyidik memastikan 6 orang yang ditangkap sebelumnya dikenakan pasal pengguna narkotika.

Sementara ketiga tersangka ER, DV dan JS terancam dengan jeratan pasal berlapis dengan ancaman pidana seumur hidup karena diduga memenuhi unsur Pasal 112 dan 114 Undang-Undang Narkotika.
Penyidik Satnarkoba Polres Sleman, Brigadir Eko yang ditemui BuanaIndonesia membenarkan penerapan pasal-pasal mematikan itu,

“Pasal 112 dan 114 sudah pasti,” tegasnya.

Hingga berita ini dibuat, ke-9 tersangka masih berada di Polres Sleman Yogyakarta menjalani proses pemeriksaan dan dalam penahanan pihak kepolisian.

Pasal 112 Undang-Undang Narkotika menyebut Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000 (delapan miliar rupiah).

Sedang Pasal 114 Undang Undang Narkotika menyebut
Setiap orang yang tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan 1, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5(lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).