14.824 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Prihatin dengan kondisi para nelayan di Desa Rantau bayur, Pemerintah Desa (Pemdes) Rantau bayur Kecamatan Banyuasin III. Melarang keras aktivitas tongkang Perusahaan yang melintasi jalur laut di sungai musi teraebut, sebab dari aktivitas tongkang tersebut para nelayan tidak bisa mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi hajat hidup mereka.

“Kami dari Pemdes Rantau bayur melarang keras tongkang Perusahaan yang bersandar di tengah sungai, sebab aksi mereka itu sangat merugikan nelayan kami, hasil tangkapan mereka terkadang tidak membuahkan hasil,” Ucap, Tanzirin Kepala Desa Rantau bayur, saat dibincangi. Sabtu. (07/09/19).

Dirinya menegaskan, pihaknya telah melakukan teguran kepada pihak yang menyandarkan tongkangnya di tengah sungai, namun, masih tetap “membandel” “Saya tegaskan disini, kami tegakan aturan Desa kami yang tidak boleh tongkang bersandar ditengah sungai, sebab hal itu menganggu aktivitas nelayan kami, dan kami sarankan agar mereka bersandar di pinggir sungai, namun mereka tidak mau, mereka juga selama ini tidak pernah izin dengan kita sebagai Pemdes Rantau bayur,” tegasnya.

Hal tersebut diamini oleh Nelayan Desa Rantau bayur, Golok (56) bahwa dari kegiatan tongkang Perusahaan yang tidak sesuai aturan tersebut pendapatannya menurun dalam mencari ikan. “Jauh merosot hasil tangkapan kami, biasanya bisa banyak hasilnya, kalau ini cuma cukup untuk lauk saja, padahal biaya hidup kita ada di hasil tangkapan ikan inilah, mohon kiranya Pemerintah Banyuasin dapat memberikan solusi terbaik kepada kami mendukung Pemdes Rantau bayur ini,” Singkatnya.

Bagaimana Menurut Anda?