{"id":10782,"date":"2014-02-17T11:08:26","date_gmt":"2014-02-17T04:08:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.buanaindonesia.com\/?p=10782"},"modified":"2014-02-17T11:08:26","modified_gmt":"2014-02-17T04:08:26","slug":"habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/","title":{"rendered":"Habiskan Rp 11,8 Triliun, Kinerja DPR Masih Rendah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>JAKARTA, buanaindonesia.com<\/strong>&#8211; Dalam kurun waktu lima tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 telah menghabiskan anggaran hingga Rp 11,8 triliun. Namun, besarnya anggaran tersebut berbanding terbalik dengan capaian kinerja parlemen yang relatif rendah.<!--more--><\/p>\n<p>Berdasarkan data Indonesia Budget Center (IBC), dari total anggaran Rp 11,8 triliun itu, sekitar 70 persen atau Rp 8,3 triliun dialokasikan untuk membiayai kegiatan anggota DPR. Adapun Rp 3,5 triliun lainnya untuk anggaran Sekretariat Jenderal DPR.<\/p>\n<p>Dilihat dari anggaran setiap tahun, anggaran untuk kegiatan anggota DPR sesungguhnya terus naik. Tahun 2010, anggaran DPR sebesar Rp 1,03 triliun. Pada 2011 naik menjadi Rp 1,17 triliun. Pada 2012, anggaran anggota DPR naik lagi menjadi Rp 1,51 triliun, tahun 2013 kembali naik menjadi Rp 2,22 triliun, dan tahun 2014 naik lagi menjadi Rp 2,37 triliun.<\/p>\n<p>Alokasi anggaran yang terus naik ini salah satunya digunakan untuk membiayai reses anggota DPR. Pada 2014, misalnya, anggaran reses DPR ditetapkan sebesar Rp 994,9 miliar atau Rp 1,7 miliar untuk setiap anggota DPR. Dana reses itu naik empat kali lipat dari dana reses tahun 2010 yang ditetapkan Rp 411,3 juta untuk setiap anggota DPR.<\/p>\n<p>Anggaran studi banding DPR juga naik setiap tahun. Pada 2013, anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan studi banding DPR Rp 248,12 miliar, naik sekitar 77 persen dari alokasi anggaran yang sama pada 2012, sebesar Rp 108,18 miliar. Selain studi banding ke daerah, setiap tahun DPR juga studi banding ke luar negeri.<\/p>\n<p>Besarnya anggaran yang dialokasikan selama lima tahun masa jabatan itu menimbulkan harapan DPR mampu melaksanakan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi dengan baik.<\/p>\n<p>\u201dNamun, kenyataannya, DPR kurang berprestasi. Fungsi pengawasan, penganggaran, apalagi legislasi, tidak berjalan dengan baik,\u201d ungkap Roy Salam, peneliti IBC, di Jakarta.<\/p>\n<p>Menurut Roy, DPR justru mengusulkan hal-hal yang dianggap kontroversial, di antaranya usulan pengalokasian dana aspirasi untuk setiap daerah pemilihan dan pembangunan gedung baru DPR yang kemudian dibatalkan setelah dikritik masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara dalam bidang legislasi, DPR tidak pernah berhasil memenuhi target legislasi. Pada 2010, DPR hanya berhasil menyelesaikan delapan dari target 70 RUU prioritas. Begitu pula tahun 2011, DPR hanya mampu menyelesaikan pembahasan 18 RUU dari target 93 RUU prioritas dan pada 2012 hanya 10 RUU dari target 64 RUU prioritas.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut masih berulang pada 2013 saat DPR hanya menyelesaikan pembahasan 7 RUU prioritas. Padahal, jumlah RUU yang diprioritaskan sebanyak 70 RUU. Pada 2014, DPR menargetkan menyelesaikan 66 RUU prioritas. Namun, hingga saat ini baru menyelesaikan satu, RUU tentang Perdagangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR, Eva Kusuma Sundari, mengakui kinerja DPR tidak begitu berkorelasi dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.<\/p>\n<p>Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu melihat ada inefisiensi anggaran, khususnya dalam bidang legislasi. Dalam menyusun draf RUU, Badan Legislasi (Baleg) tidak hanya mengundang para ahli dan pihak-pihak terkait untuk dimintai masukan, tetapi juga melakukan kunjungan kerja ke daerah- daerah, bahkan studi banding ke luar negeri.<\/p>\n<p>Hal itu pulalah yang dilakukan panitia khusus (pansus) atau panitia kerja (panja) di komisi-komisi saat melakukan pembahasan tingkat satu bersama pemerintah. \u201dJadi, ada dobel anggaran,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Inefisiensi waktu juga terjadi. Waktu yang dibutuhkan Baleg untuk membuat draf RUU dan naskah akademik sering kali sama lamanya dengan pembahasan tingkat satu di tingkat pansus atau panja. Kondisi itulah yang ditengarai sebagai salah satu penyebab rendahnya produktivitas DPR, terutama dalam melakukan fungsi legislasi. <em><strong>(kps)<\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-10782\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-10782\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, buanaindonesia.com&#8211; Dalam kurun waktu lima tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 telah menghabiskan anggaran hingga Rp 11,8 triliun. Namun, besarnya anggaran tersebut berbanding terbalik dengan capaian kinerja parlemen yang relatif rendah.<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-10782\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-10782\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":5,"featured_media":10783,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[17],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Habiskan Rp 11,8 Triliun, Kinerja DPR Masih Rendah - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, buanaindonesia.com&#8211; Dalam kurun waktu lima tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 telah menghabiskan anggaran hingga Rp 11,8 triliun. Namun, besarnya anggaran tersebut berbanding terbalik dengan capaian kinerja parlemen yang relatif rendah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-02-17T04:08:26+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/\",\"name\":\"Habiskan Rp 11,8 Triliun, Kinerja DPR Masih Rendah - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2014-02-17T04:08:26+00:00\",\"dateModified\":\"2014-02-17T04:08:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/e1bfb7f65c7394cae9389d61fb9a1c9a\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/habiskan-rp-118-triliun-kinerja-dpr-masih-rendah\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/e1bfb7f65c7394cae9389d61fb9a1c9a\",\"name\":\"Koresponden\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/76f3b7852ae383e956870dba0654cb91?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koresponden\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":19680,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/minta-dana-aspirasi-rp-20-miliar-dpr-dinilai-prioritaskan-kepentingan-pribadi\/","url_meta":{"origin":10782,"position":0},"title":"Minta Dana Aspirasi Rp 20 Miliar, DPR Dinilai Prioritaskan Kepentingan Pribadi","date":"10 Juni 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menyayangkan usulan DPR yang meminta peningkatan dana aspirasi pada awal pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2106. Menurut Lucius, pada awal pembahasan, DPR seharusnya memprioritaskan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh. \"Bagaimana bisa berharap DPR akan kritis membahas anggaran\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Politik&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/06\/Lucius.jpg?fit=620%2C310&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":47381,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/pemkab-dan-dprd-sepakati-kupa-ppas-rapbd-perubahan-kabupaten-muba-rp-39-triliun\/","url_meta":{"origin":10782,"position":1},"title":"Pemkab dan DPRD Sepakati KUPA- PPAS RAPBD Perubahan Kabupaten Muba Rp 3,9 Triliun","date":"14 Juli 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2020 disepakati Rp3,9 triliun, setelah Pemerintah Kabupaten dan DPRD Muba menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2020. Kesepakatan tersebut diwujudkan dengan Penandatanganan Persetujuan Bersama tentang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muba&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/10\/muba-14.jpg?fit=640%2C425&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":47035,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/pemkab-dprd-sepakati-kupa-ppas-rapbd-perubahan-kabupaten-muba-rp-39-triliun\/","url_meta":{"origin":10782,"position":2},"title":"Pemkab-DPRD Sepakati KUPA- PPAS RAPBD Perubahan Kabupaten Muba Rp 3,9 Triliun","date":"14 Juli 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2020 disepakati Rp3,9 triliun, setelah Pemerintah Kabupaten dan DPRD Muba menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2020. Kesepakatan tersebut diwujudkan dengan Penandatanganan Persetujuan Bersama tentang Rancangan KUPA-PPAS\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muba&quot;","img":{"alt_text":"Pemkab-DPRD Sepakati KUPA- PPAS RAPBD Perubahan Kabupaten Muba Rp 3,9 Triliun","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/09\/muba-6.jpg?fit=640%2C426&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":51619,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/pendapatan-muara-enim-naik-rp51-miliar\/","url_meta":{"origin":10782,"position":3},"title":"Pendapatan Muara Enim Naik Rp51 Miliar","date":"21 September 2021","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM- Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan DPRD Kabupaten Muara Enim menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) untuk selanjutnya dijadikan dasar penyusunan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Muara Enim Tahun 2021. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan antara Pj. Bupati Muara Enim,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muara Enim&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2021\/10\/muaraenim-6.jpg?fit=640%2C351&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":22338,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/alex-noerdin-gubernur-sumsel-terima-dipa-dari-presiden-ri\/","url_meta":{"origin":10782,"position":4},"title":"Alex Noerdin \u00a0Gubernur Sumsel\u00a0 Terima DIPA \u00a0dari \u00a0Presiden RI","date":"14 Desember 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Gubernur Sumatera Selatan ,H Alex Noerdin, Senin 14 Desember 2015 menerima penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggran (DIPA)\u00a0 yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Bambang S Brojonegoro, atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, untuk Kementerian Lembaga (KL)\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Nasional&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/12\/Dipa_31.jpg?fit=620%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":60226,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-sumsel-gelar-rapat-paripurna-bahas-penjelasan-raperda-perubahan-apbd-2025\/","url_meta":{"origin":10782,"position":5},"title":"DPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Bahas Penjelasan Raperda Perubahan APBD 2025","date":"18 Juli 2025","format":false,"excerpt":"Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna XVIII dengan agenda mendengarkan penjelasan Gubernur Sumsel terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Jumat (18\/7\/2025). Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE., MM. Dalam sambutannya, Andie\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2025\/08\/Gubernur-2.jpg?fit=640%2C426&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10782"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10782\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}