{"id":11348,"date":"2014-02-28T10:51:18","date_gmt":"2014-02-28T03:51:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.buanaindonesia.com\/?p=11348"},"modified":"2014-02-28T10:51:18","modified_gmt":"2014-02-28T03:51:18","slug":"protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/","title":{"rendered":"Protes BSM, Dua Siswi SD Dikeluarkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>POLEWALI MANDAR, buanaindonesia.com-<\/strong> Hadiria dan Masda, dua siswi bersaudara di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dikeluarkan dari sekolahnya karena orangtua mereka memprotes soal dugaan pemotongan dana bantuan siswa miskin (BSM). Mereka sudah tak bersekolah sejak dua bulan lalu.<!--more--><\/p>\n<p>Sejak dikeluarkan secara sepihak dari sekolahnya, kedua siswi yang berprestasi ini hanya bisa mengurung diri di rumahnya. Sesekali mereka membantu orangtua di dapur atau bermain di dalam rumah.<\/p>\n<p>Jumat, (28\/2\/2014), Hadiria dan Masda didampingi kedua orangtuanya mendatangi gedung DPRD Polewali Mandar di Jalan Andi Depu. Mereka hendak mengadukan pemecatan secara sepihak oleh kepala SD 027 Polewali Mandar.<\/p>\n<p>Hadiria yang menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer lebih dari desanya ke gedung DPRD menumpangi motor bersama orangtuanya, Mahamuddin. Mereka kemudian mendatangi Komisi IV DPRD Polewali Mandar.<\/p>\n<p>Di hadapan anggota Komisi IV, Mahamuddin mengadukan ketidakadilan yang dilakukan pihak SD 027. Menurutnya, pihak SD 027 mengeluarkan kedua anaknya, Hadiria dan Masda tanpa alasan yang jelas. Namun dia menduga, pemecatan itu buntut dari protes orangtua, termasuk dirinya, terkait pemotongan dana BSM.<\/p>\n<p>Mahamuddin berharap kedua anaknya bisa bersekolah lagi di sekolah yang lama, SD 027 sebab, lokasinya masih dekat dengan rumah mereka. Jika kedua anaknya dipindahkan ke sekolah lain yang jaraknya cukup jauh bisa menimbulkan masalah baru dan pekerjaan baru bagi keluarganya.<\/p>\n<p>Sekretaris Komisi IV Muh Amin Saeri yang menerima Mahamuddin menyatakan akan melakukan klarifikasi ke SD 027 tekait dikeluarkannya dua siswa tersebut.<\/p>\n<p>Sementara\u00a0 itu, Fahriruddin, anggota Komisi IV lainnya, menyarankan Hadiria dan Masda disekolahkan di sekolah lain. Alasannya, meski keduanya bisa diperjuangkan kembali ke sekolahnya semula, tetapi tak ada yang menjamin para guru dan kepala sekolah tidak dendam terhadap mereka. Hal itu bisa membuat suasana belajar kedua siswi itu tidak nyaman.<\/p>\n<p>Protes soal dana BSM<\/p>\n<p>Mahamuddin tak mengerti alasan pihak sekolah tiba-tiba mengeluarkan kedua anaknya secara sepihak. Mahamuddin menduga kedua anaknya dikeluarkan gara-gara ia berani mempertanyakan pemotongan bana bantuan BSM yang dianggapnya tidak sesuai aturan.<\/p>\n<p>Mahamuddin menilai wajar jika dia mempertanyakan soal dan BSM. Sebab, seharusnya setiap siswa menerima dana BSM Rp 360.000, tetapi kenyataannya tidak sama sekali.<\/p>\n<p>Menurutnya, pencarian dana BSM memang dilakukan di kantor pos dan uang itu diterima oleh anak didik. Namun, baru sekitar 5 menit uang itu di tangan siswa, sudah diambil kembali oleh guru tanpa alasan yang jelas.<\/p>\n<p>Bahkan, para siswa penerima BSM dilarang menceritakan hal itu ke orangtua mereka.<\/p>\n<p>\u201cSaya diajak guru ke kantor pos mencairkan dana Rp 360.000. Setelah dicairkan, langsung diambil lagi oleh guru. Dan semua siswa penerima BSM diminta agar tidak menceritakan soal dana BSM kepada orangtua atau siapa pun,\u201d ujar Hadiria.<\/p>\n<p>Namun , para siswa tetap menceritakan hal itu ke orangtua mereka. Akbiatnya, beberapa orangtua, termasuk Mahamuddin, mendatangi sekolah untuk menanyakan soal BSM tersebut.<\/p>\n<p>Mahamuddin mengaku sempat terlibat pertengkaran dengan kepala sekolah Haji Abdul Karim karena menganggap penjelasan pemotongan BSM tak masuk akal. Tersulut emosi, sang kepala sekolah bahkan sempat menggebrak meja dan mengusir Mahamuddin dari sekolah.<\/p>\n<p>\u201cSebagai orangtua siswa, saya tentu berhak mempertanyakan dana BSM yang tidak disalurkan sesuai aturan, tapi kepala sekolah rupanya marah dan saya bersama sejumlah orangtua siswa lainnya sempat bertengkar. Mungkin inilah pemicunya anak saya dikeluarkan secara sepihak,\u201d ungkap Mahamuddin.<\/p>\n<p>Selain dikeluarkan, kata dia, ranking di rapor anaknya juga diturunkan dari kedua menjadi kelima. Mahamuddin menduga ranking rapor anaknya diubah sebelum dia diberi surat dikeluarkan oleh pihak sekolah. Hal itu terlihat dari tulisan rapor Hadiria\u00a0 yang semula bersih, kini &#8220;belepotan&#8221; dengan tip-ex dan angka-angkanya berubah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala SD 027 Labuang Haji Abdul Karim mengakui ia memang sempat terlibat pertengkaran dengan Mahamuddin dan sejumah orangtua siswa lantaran kata-kata mereka dinilai tak pantas.<\/p>\n<p>Menanggapi alasan pemecatan dua siswinya, Karim mengaku justru itu atas permintaan Mahamuddin.<\/p>\n<p>\u201cPemecatan dua siswi bukan keinginan sekolah, tetapi itu permintaan orangtua sendiri. Rapat komite yang dihadiri semua pihak juga sudah setuju agar kedua siswi ini dipecat dari sekolah. Pemecatan kedua siswa ini jangan dikait-kaitkan dengan persitiwa sebelumnya karena ini tak ada kaitannya,\u201d kata Abdul Karim, belum lama ini.<\/p>\n<p>Namun pernyataan Abdul Karim dibantah Mahamuddin. Menurutnya, justru kepala sekolahlah yang berusaha mencari-cari alasan pembenaran agar kedua anaknya bisa didepak dari sekolah karena membocorkan pemotongan dana BSM. <em><strong>(kps)<\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-11348\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-11348\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POLEWALI MANDAR, buanaindonesia.com- Hadiria dan Masda, dua siswi bersaudara di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dikeluarkan dari sekolahnya karena orangtua mereka memprotes soal dugaan pemotongan dana bantuan siswa miskin (BSM). Mereka sudah tak bersekolah sejak dua bulan lalu.<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-11348\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-11348\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":5,"featured_media":11349,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[17],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Protes BSM, Dua Siswi SD Dikeluarkan - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POLEWALI MANDAR, buanaindonesia.com- Hadiria dan Masda, dua siswi bersaudara di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dikeluarkan dari sekolahnya karena orangtua mereka memprotes soal dugaan pemotongan dana bantuan siswa miskin (BSM). Mereka sudah tak bersekolah sejak dua bulan lalu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-02-28T03:51:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/\",\"name\":\"Protes BSM, Dua Siswi SD Dikeluarkan - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2014-02-28T03:51:18+00:00\",\"dateModified\":\"2014-02-28T03:51:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/e1bfb7f65c7394cae9389d61fb9a1c9a\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/protes-bsm-dua-siswi-sd-dikeluarkan\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/e1bfb7f65c7394cae9389d61fb9a1c9a\",\"name\":\"Koresponden\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/76f3b7852ae383e956870dba0654cb91?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koresponden\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":11332,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/11332\/","url_meta":{"origin":11348,"position":0},"title":"Kemendiknas Serahkan BSM Pada Bupati Banyuasin","date":"27 Februari 2014","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - dengan tingginya jumlah angka anak\u00a0tidak mampu melanjutkan sekolah karena alasan faktor ekonomi, menjadi\u00a0perhatian Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI untuk\u00a0menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar melalui Program Bantuan Siswa\u00a0Miskin (BSM). Bantuan yang diberikan dari pemerintah pusat melalui Kemendiknas RI\u00a0disampaikan Dirjen Dikdas Kemendiknas RI, Hamid Muhammad\u00a0kepada Bupati Banyuasin, Yan Anton\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Nasional&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":9999,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/panwascam-makarti-jaya-temukan-dugaan-pelanggaran\/","url_meta":{"origin":11348,"position":1},"title":"Panwascam Makarti Jaya  Temukan Dugaan Pelanggaran","date":"29 Januari 2014","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, buanaindonesia.com- Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Makarti Jaya menemukan adanya dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh dua oknum Caleg yang juga masih menjabat sebagai anggota DPR Pusan dan DPRD Banyuasin, berinisial K dan H. Untuk melancarkan langkahnya menuju kursi empuk di dewan, Dua Calek itu diduga\u00a0 mendompleng program pusat, Bantuan\u00a0\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Politik&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":57830,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/2-dari-terduga-pelaku-pemerkosaan-anak-dibawah-umur-diringkus-polisi\/","url_meta":{"origin":11348,"position":2},"title":"2 Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Diringkus Polisi","date":"4 Juni 2024","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID PALI \u2013 Seorang siswi SMP INISIAL A (15) di Kabupaten PALI diperkosa oleh 3 orang pemuda yang baru saja dikenalinya lewat media social. Hal ini terungkap saat Press Release yang digelar oleh Polres PALI pada Selasa (04\/06\/2024) sekira pukul 09.30 Wib, dihalaman depan Mako Polres PALI. Kapolres PALI AKBP\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Daerah&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/06\/WhatsApp-Image-2024-06-04-at-02.40.49.jpeg?fit=640%2C427&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":19042,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/kenalan-lewat-bbm-pelajar-smk-cabuli-siswi-smp\/","url_meta":{"origin":11348,"position":3},"title":"Kenalan Lewat BBM, Pelajar SMK Cabuli Siswi SMP","date":"27 April 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Hanya dengan kata-kata rayuan menghanyutkan, seorang pelajar SMK di Palembang berinisial BD (17), berhasil mencabuli siswi SMP berinisial SL (13). Padahal, keduanya baru berkenalan selama empat hari, itu pun melalui blackberry messenger (BBM). Sial, beberapa jam usai menikmati tubuh korban, pelaku yang tinggal di Jalan Sosial, Kelurahan Pulo\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Daerah&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/04\/cabul-300x154-1.jpg?fit=620%2C310&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":42925,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/tutup-akses-jalan-warga-protes-pihak-sekolah\/","url_meta":{"origin":11348,"position":4},"title":"Tutup Akses Jalan, Warga Protes Pihak Sekolah","date":"3 November 2019","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM - Warga di perkampungan sekitar SDN 14 Rambang Dangku (nomenclatur lama) di Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Niru mengeluh lantaran sikap yang ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SDN 14 Rambang Dangku berinisial YN, karena secara sepihak menutup akses jalan untuk dilalui warga setempat. Rico Sanjaya (45), salah satu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muara Enim&quot;","img":{"alt_text":"Tampak jalan umum yang selama ini dilintasi warga ditutup secara sepihak oleh SD Negeri 14 Rambang Dangku","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/11\/Tampak-jalan-umum-yang-selama-ini-dilintasi-warga-ditutup-secara-sepihak-oleh-SD-Negeri-14-Rambang-Dangku.jpg?fit=640%2C570&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":10062,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/uptd-pendidikan-talang-kelapa-belum-memahami-bsm\/","url_meta":{"origin":11348,"position":5},"title":"Nasutman: Tanyakan kedinas Pendidikan Banyuasin","date":"30 Januari 2014","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, buanaindonesia.com-\u00a0\u00a0Terkait Bantuan Siswa Miskin (BSM) Kepala Unit Pelaksanaan Tehnik (UPTD ) Dinas\u00a0 Pendidikan Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Nasutman S.Pd M.Si mengatakan, belum\u00a0 mengetahui secara pasti tentang ketentuan-ketentuan tersebut. Pasalnya data yang ada belum sampai ke pihaknya selaku UPTD \u00a0Kecamatan Talang Kelapa \"Sementara\u00a0 pendelegasiannya langsung kesekolahan melalui Kepala Sekolah,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Pendidikan&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11348"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11348"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11348\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}