{"id":20412,"date":"2015-08-13T16:52:54","date_gmt":"2015-08-13T09:52:54","guid":{"rendered":"http:\/\/sumsel.buanaindonesia.com\/?p=20412"},"modified":"2015-08-13T16:52:54","modified_gmt":"2015-08-13T09:52:54","slug":"rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/","title":{"rendered":"Rusmina, Pejuang Kemerdekaan Kini Tinggal di Panti Jompo"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_20413\" aria-describedby=\"caption-attachment-20413\" style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.com\/news\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-20413\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.com\/news\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg?resize=620%2C320\" alt=\"Rusmina (99), Pejuang Kemerdekaan Kini Tinggal di Panti Jompo, Kamis 13 Agustus 2015\" width=\"620\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg?w=620&amp;ssl=1 620w, https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg?resize=300%2C155&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 620px) 100vw, 620px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20413\" class=\"wp-caption-text\">Rusmina (99), Pejuang Kemerdekaan Kini Tinggal di Panti Jompo, Kamis 13 Agustus 2015<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Kemerdekaan Indonesia sudah menginjak 70 tahun. Namun, kemerdekaan itu tak semua bangsa yang menikmatinya. Tak hanya rakyat yang hidup setelah kemerdekaan, orang-orang yang berani dan mempertaruhkan nyawa demi mengusir penjajah juga tak menikmati kemerdekaan itu.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia adalah Rusmina, wanita renta berusia 99 tahun. Tak banyak orang mengenal wanita tua yang bungkuk itu. Sekilas jika melihatnya, dia hanya wanita dengan seluruh kulitnya keriput termakan usia. Bahkan, ada saja orang mengenalnya nenek-nenek yang seharusnya sudah dikubur dalam tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, siapa sangka dia adalah salah satu dari puluhan ribu pejuang yang turut terjun ke medan perang melawan penjajah. Tak diduga, Rusmina yang keriput itu tak terhitung lagi memegang bambu runcing membunuh lawan dalam pertempuran, bahkan di barisan terdepan. Entah berapa ratus tentara Belanda dan Jepang yang tewas di tangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ternyata, perjuangan dan pengorbanan wanita kelahiran Cirebon 22 Agustus 1916 itu seakan tak berarti seusai proklamasi. Jangan kan diberi penghargaan dan perhatian lebih dari negara sebagai veteran, Rusmina hanya hidup di panti jompo, sama dengan wanita-wanita renta lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kaki gontai dengan terbungkuk, Rusmina berusaha menghampiri wartawan saat menyambanginya di Panti Jompo Tresna Werdha Teratai Palembang, tempat dia tinggal sekarang. Wajahnya terlihat sumringah saat berjabat tangan dan langsung mempersilakan duduk di ruang tamu panti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Meski usainya nyaris seabad, pendengaran dan penglihatan Rusmina masih tajam. Bahkan ingatan selama masih muda dan menjadi pejuang juga masih dalam. Dengan santai, Rusmina menuturkan kisah hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rusmina mengaku sejak umur 19 tahun menjadi pejuang. Dia nekat meninggalkan orangtua dan keluarganya di Cirebon untuk melamar menjadi tentara. Beruntung, dia mampu meyakinkan banyak orang sehingga terpilih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Orang bilang perempuan itu di rumah saja, ngapain ikut perang. Nyusahin aja nanti,&#8221; ujar Rusmina, Kamis (13\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Begitu resmi menjadi tentara, Rusmina dikirim ke beberapa daerah di Pulau Jawa untuk mengusir Belanda. Senjata yang dia gunakan hanya sepotong bambu runcing. Kemudian, Rusmina diberangkatkan ke Palembang untuk turun ke medan perang yang terkenal dengan perang lima hari lima malam tahun 1947.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam perang ini, nyawanya nyaris hilang setelah tertembak senjata Benda. Beruntung, peluru datang dari samping dan hanya mengenai payudaranya sebelah kiri. Lantaran lukanya membahayakan, tim kesehatan memutuskan payudara Rusmina harus dioperasi. Belum sembuh betul, Rusmina kembali memanggul bambu runcing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Waktu itu semangat saya berkobar, kalo lihat Belanda atau Jepang langsung emosi, biar tak bunuh saja,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Singkat cerita, Rusmina mengatakan, semenjak ditinggal suami dan anaknya semata wayangnya tahun 1962, dia harus menelan kehidupan pahit. Semua harta benda yang dimilikinya, mulai dari penghargaan dari Presiden Soekarno, surat-surat penting hingga barang berharga miliknya, dicuri orang di kereta api dalam perjalanan dari Cirebon ke Palembang. <a href=\"http:\/\/sumsel.buanaindonesia.com\/?p=20415\">(Baca : Rusmina Enam Tahun Tunggu Status Veteran)<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Sampai ke stasiun sini, tas saya hilang dicuri orang. Semuanya habis, tinggal baju di badan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Saya tidak ingin dihargai sebagai pejuang, tapi saya minta jangan rusak pengorbanan kami sebelum Indonesia merdeka,&#8221; tutupnya. <strong>(Erwan &#8211; Ward)<\/strong><\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-20412\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-20412\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Kemerdekaan Indonesia sudah menginjak 70 tahun. Namun, kemerdekaan itu tak semua bangsa yang menikmatinya. Tak hanya rakyat yang hidup setelah kemerdekaan, orang-orang yang berani dan mempertaruhkan nyawa demi mengusir penjajah juga tak menikmati kemerdekaan itu. Dia adalah Rusmina, wanita renta berusia 99 tahun. Tak banyak orang mengenal wanita tua yang bungkuk itu. Sekilas jika melihatnya, [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-20412\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-20412\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":34,"featured_media":20413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[17],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg?fit=620%2C320&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rusmina, Pejuang Kemerdekaan Kini Tinggal di Panti Jompo - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Kemerdekaan Indonesia sudah menginjak 70 tahun. Namun, kemerdekaan itu tak semua bangsa yang menikmatinya. Tak hanya rakyat yang hidup setelah kemerdekaan, orang-orang yang berani dan mempertaruhkan nyawa demi mengusir penjajah juga tak menikmati kemerdekaan itu. Dia adalah Rusmina, wanita renta berusia 99 tahun. Tak banyak orang mengenal wanita tua yang bungkuk itu. Sekilas jika melihatnya, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-08-13T09:52:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg?fit=620%2C320&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-Rusmina.jpg?fit=620%2C320&ssl=1\",\"width\":620,\"height\":320,\"caption\":\"Rusmina (99), Pejuang Kemerdekaan Kini Tinggal di Panti Jompo, Kamis 13 Agustus 2015\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/\",\"name\":\"Rusmina, Pejuang Kemerdekaan Kini Tinggal di Panti Jompo - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2015-08-13T09:52:54+00:00\",\"dateModified\":\"2015-08-13T09:52:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/1278ef7e6c7b5a7546f8a3d33016e404\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/rusmina-pejuang-kemerdekaan-kini-tinggal-di-panti-jompo\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/1278ef7e6c7b5a7546f8a3d33016e404\",\"name\":\"Erwan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb89cf4410b0f31729f32675e5063bc9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Erwan\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":20415,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/pejuang-rusmina-enam-tahun-tunggu-status-veteran\/","url_meta":{"origin":20412,"position":0},"title":"Pejuang Rusmina Enam Tahun Tunggu Status Veteran","date":"13 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Meski sudah diakui sebagai pejuang kemerdekaan, namun status veteran Rusmina (99) belum keluar. Padahal, pengajuannya sudah dilakukan sejak enam tahun silam. Kepala Panti Jompo Tresna Werdha Teratai Palembang, Edayati mengungkapkan, sejak diketahui sebagai pejuang tahun 2009 yang lalu, banyak lembaga pemerintah yang menemui Rusmina untuk memastikan kebenaran itu. Namun, mereka\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Nasional&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1308pejuang-rusmina-bersama-pimpinan-panti-jompo.jpg?fit=620%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":36762,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/berlangsung-khidmat-apel-kehormatan-dan-renungan-suci-di-tmp-sekojo-pemkab-banyuasin\/","url_meta":{"origin":20412,"position":1},"title":"Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Sekojo Pemkab Banyuasin Berlangsung Khidmat","date":"17 Agustus 2018","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) RI ke-73, Kabupaten Banyuasin menggelar renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Jalan Sekojo, komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin, dalam rangkaian peringatan 17 Agustus 2018 pukul 00.00 WIB dini hari. Hadir dalam acara ini, Wakil Bupati terpilih H Slamet, Ketua DPRD\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/09\/Upacara-renungan.jpg?fit=640%2C374&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":47640,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/apel-kehormatan-dan-renungan-suci-ini-pesan-wabup-muba\/","url_meta":{"origin":20412,"position":2},"title":"Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Ini Pesan Wabup Muba","date":"17 Agustus 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA - Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Sekayu, Senin (17\/8\/2020) dini hari. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Ketua DPRD Muba Sugondo, Dandim 0401 Muba\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muba&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/10\/IMG_20201011_184314.jpg?fit=640%2C394&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":32411,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ini-cara-uptb-sistem-administrasi-manunggal-satu-atap-meriahkan-hut-ri-ke-72\/","url_meta":{"origin":20412,"position":3},"title":"Ini Cara UPTB Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Meriahkan HUT RI ke 72","date":"14 Agustus 2017","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, PALEMBANG- Dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 72 \u00a0tahun 2017,\u00a0kantor Unit Teknis Badan Pendapatan Daerah (UPTB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap, \u00a0 secara serentak mulai senin, 14 hingga 16 Agustus 2017, seluruh petugas samsat sepakat bersama-sama menghias kantor dan memakai pernak pernik pejuang \u00a0kemerdekaan.\u00a0 Inilah salah satu spirit\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"Kantor Samsat UPTB II Palembang","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/08\/samsat.jpg?fit=640%2C360&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":21926,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/tahun-ini-veteran-palembang-tak-dapat-bantuan\/","url_meta":{"origin":20412,"position":4},"title":"Tahun Ini Veteran Palembang Tak Dapat Bantuan","date":"10 November 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG, Buanaindonesia.com - di hari Pahlawan yang jatuh hari ini Selasa (10\/11\/15) Pemerintah Kota(Pemkot) Palembang menggelar acara ramah-tamah bersama\u00a0 pejuang veteran. Acara tersebut dilaksanakan di gedung Perjuangan Wanita jalan kapten A.Rivai No.33 Kota Palembang. Acara ramah-tamah tersebut juga membahas beberapa poin diantaranya tentang Kesejahteraan Veteran sebagai pejuang kemerdekaan seperti yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Palembang&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/11\/20151110_121133.jpg?fit=640%2C350&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":20486,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/usai-upacara-hut-ke-70-sosia-drama-perang-5-hari-5-malam-di-palembang\/","url_meta":{"origin":20412,"position":5},"title":"Usai Upacara HUT ke-70, \u00a0Sosia Drama Perang 5 Hari\u00a0 5 Malam di Palembang","date":"17 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Danrem 044\/Gapo Kolonel Inf Tri Winarno beserta Pangdam II\/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Purwadi Mukson, S.IP didampingi pejabat teras Kodam II\/Sriwijaya, dan seluruh instansi Pemerintahan daerah provinsi Sumsel dan Kota Palembang mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia \u00a0(RI) ke-70 tahun 2015 yang diselenggarakan di Griya Agung Palembang,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/1708SSS22.jpg?fit=620%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20412"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20412"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20412\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}