{"id":20711,"date":"2015-07-29T15:41:09","date_gmt":"2015-07-29T15:41:09","guid":{"rendered":"http:\/\/banyuasin.buanaindonesia.com\/?p=20711"},"modified":"2015-07-29T15:41:09","modified_gmt":"2015-07-29T15:41:09","slug":"5-000-hektare-sawah-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/","title":{"rendered":"5.000 Hektare Sawah Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Sekitar 5.000 hektare lahan persawahan yang ada di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin terancam gagal panen. Pasalnya lahan sawah mengalami kekeringan lantaran tidak adanya pasokan air selama kemarau panjang ini.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ya, setidaknya sawah petani yang berada di Dusun 4 dan Dusun 5 Desa Tebing Abang ini sudah mengalami keretakan pada tanah lantaran kekeringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penyebabnya,areal persawahan milik warga yang berasal dari 10 desa di Kecamatan Rantau Bayur dan Kecamatan Banyuasin III saat ini kondisinya sudah sangat kekurangan pasokan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Persoalan ini sudah dilaporkan warga ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuasin,namun sayangnya instansi Pemkab Banyuasin ini belum melakukan upaya agar tanaman padi\u00a0 yang sudah berbuah tersebut dapat di selamatkan. &#8220;Areal sawah yang kekurangan pasokan air dan terancam kekeringan seluas 5000 hektar,&#8221;kata Basri warga Desa Tebing Abang,Rabu (28\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sawah ini letaknya memang di Desa Tebing Abang,namun warga yang bercocok tanam di sawah ini\u00a0 berasal dari 10 desa yakni Desa Tebing Abang,Desa Rantau Bayur,Desa Pagar Bulan Kecamatan Rantau Bayur. Kemudian Desa Petaling,Galang Tinggi,Rimba Alai,Ujung Tanjung,Terentang, Plajau Ilir dan Sidang Mas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;5000 hektar sawah ini sebagian besar tanaman padinya sudah berbuah dan sebagian hektar tidak lama lagi akan memasuki masa panen. Namun yang menjadi kekhawatiran para warga kondisi sawah sudah sangat kekeringan tanah saja sudah mulai pecah-pecah,ditakutkan jika pasokam air kurang tanaman tidak bisa bertahan dan mati,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika ini terjadi maka gagal panen dan kerugian dipastikan akan dialami para petani. &#8220;Para petani sebenarnya sudah melakukan upaya pemasokan air dengan menyedot air sungai dengan mesin air, tapi persoalannya biayanya cukup besar dimana perhari bisa Rp 1 juta sehingga para petani tidak sanggup mengeluarkan biaya sebesar itu,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dan kendala lain jelas Basri jumlah mesin yang di miliki para petani juga sangat terbatas paling banyak lima mesin dan tentu tidak mampu memenuhi pasokan air untuk 5000 hektar sawah di wilayah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Seandanya saja kondisi tanaman padi ini baru di tanam mungkin kita biarkan saja,tapi karena tanaman padi sudah sebagian besar berbuah dan menunggu panen,rasanya sayang kalau kita biarkan saja kekurangan air,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan luasan 5000 hektar ini, jelas Basri bisa menghasilkan beras sebanyak 20.000 ton. &#8220;Kalau rata-rata per hektar menghasilkan 4 ton,artinya dengan luas 5000 hektar maka beras yang bisa di hasilkan dari areal sawah ini bisa mencapai 20.000,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lanjut Basri,dirinya bersama para petani sudah menyampaikan keluhan ini ke Pejabat Distanak Banyuasin dengan harapan ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Pejabat Distanak Pak Sarjono yang membidangi masalah ini sudah kami hubungi terkait persoalan ini sebelum lebaran kemarin. Tapi sampai sekarang belum ada upaya,&#8221;katanya kecewa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu,Anggota DPRD Banyuasin Endang Sari mengakui jika sebagian besar areal persawahan di Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin mengalami kekeringan. &#8220;Kita akui ini dampak dari musim kemarau,karena sebagian sawah ini tanaman padinya sudah berbuah dan bahkan ada yang menunggu panen,rasanya sayang kalau dibiarkan begitu saja,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Petani sendiri jelas Politisi PKB ini sudah mengupayakan pasokam air dengan menyedot dengan menggunakan mesin tapi biayanya besar dan jumlah mesinnya kurang. &#8221; Saya berharap Distanak Banyuasin mencari solusi,minimal menyelamatkan padi yang sudah berbuah dan siap panen tersebut,&#8221;harapnya.(muh)<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-20711\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-20711\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Sekitar 5.000 hektare lahan persawahan yang ada di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin terancam gagal panen. Pasalnya lahan sawah mengalami kekeringan lantaran tidak adanya pasokan air selama kemarau panjang ini. Ya, setidaknya sawah petani yang berada di Dusun 4 dan Dusun 5 Desa Tebing Abang ini sudah mengalami keretakan pada [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-20711\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-20711\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":38,"featured_media":20712,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[23],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5.000 Hektare Sawah Kekeringan - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Sekitar 5.000 hektare lahan persawahan yang ada di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin terancam gagal panen. Pasalnya lahan sawah mengalami kekeringan lantaran tidak adanya pasokan air selama kemarau panjang ini. Ya, setidaknya sawah petani yang berada di Dusun 4 dan Dusun 5 Desa Tebing Abang ini sudah mengalami keretakan pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-29T15:41:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/\",\"name\":\"5.000 Hektare Sawah Kekeringan - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2015-07-29T15:41:09+00:00\",\"dateModified\":\"2015-07-29T15:41:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bcc8b22298e8955013e8c4d7a6721a93?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":25969,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ribuan-hektare-sawah-terancam-gagal-panen\/","url_meta":{"origin":20711,"position":0},"title":"Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen","date":"6 Juli 2015","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - Petani Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan saat ini resah, pasalnya ribuan areal sawah yang telah ditanami padi saat ini terancam gagal panen. Lantaran air mengering bahkan tanah mulai retak-retak. Hal ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Seperti yang dikatakan Mahasan Alam, petani Desa Gelebak Dalam. Dia menjelaskan,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":20617,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-5-desa-di-kecamatan-rambutan-kekeringan\/","url_meta":{"origin":20711,"position":1},"title":"Petani 5 Desa di Kecamatan Rambutan Kekeringan","date":"6 Juli 2015","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - Menanggapi kekeringan yang melanda petani di Kecamatan Rambutan, Anggota DPRD Banyuasin, Juprianto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, berdasarkan pantauan langsung dirinya mendapati setidaknya ada lima desa yang darurat pertanian akibat kekeringan. Luasan sawah yang terancam gagal panen ini mencapai ribuan hektare. Lima desa tersebut yakni Desa Sungai\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"Herman Sawiran saat melakukan aksi damai poto: Aulia)","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/Herman-Sawirana.jpg?fit=640%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1556,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-di-semende-kesulitan-cari-lokasi-penyemaian-padi-2\/","url_meta":{"origin":20711,"position":2},"title":"Petani di Semende Kesulitan Cari Lokasi Penyemaian Padi","date":"20 Oktober 2015","format":false,"excerpt":"MUARAENIM, Buanaindonesia.com- Para petani di wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Semende Darat Tengah (SDT) mengeluhkan kesulitan mencari lokasi untuk menyemai benih padi akibat lahan persawahan yang kering akibat kemarau panjang. Padahal menurut mereka, sesuai dengan jadwal tidak lama lagi berdasarkan hitungan kalender sudah mulai masuk masa olah tanah.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ragam peristiwa&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/10\/ilustrasi-kekeringan.jpg?fit=640%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":26267,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-hendak-dilelang-warga-ancam-demo\/","url_meta":{"origin":20711,"position":3},"title":"Sungai Hendak Dilelang, Warga Ancam Demo","date":"19 September 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - Rencana pelelangan sungai Pinang oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin nampaknya akan menemui jalan buntu. Lelang sungai yang berlokasi di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumsel tersebut dipotes oleh masyarakat desa Salah satu tokoh masyarakat Satob (60) mrngatakan sungai tersebut harus dibebaskan sesuai dengan peraturan Bupati\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/09\/PicsArt_09-19-10.05.31.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":28948,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/tak-kebagian-air-sawah-di-air-selatan-kini-jadi-kebun-semangka\/","url_meta":{"origin":20711,"position":4},"title":"Tak Kebagian Air, Sawah di Air Selatan Kini Jadi Kebun Semangka","date":"1 Maret 2017","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.COM SUMSEL - Lantaran tak mendapat pasokan air, lahan persawahan yang ada di Desa Air Satan indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan kini beralihfungsi menjadi perkebunan semangka. Hal itu dilakukan untuk mengfungsikan lahan persawah yang kering agar tetap produktif. Senggring (41) warga Desa Air Satan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"Tak Kebagian Air, Sawah di Air Selatan Kini Jadi Kebun Semangka","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/03\/IMG_20170301_181101.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":27590,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ditengah-musim-hujan-petani-daerah-ini-malah-kekeringan\/","url_meta":{"origin":20711,"position":5},"title":"Ditengah Musim Hujan Petani Daerah ini Malah Kekeringan","date":"22 Desember 2016","format":false,"excerpt":"BUANAINSUMSEL, MUARA ENIM -\u00a0Meski belum genap satu bulan pasca tanam, puluhan hektar tanaman padi milik para petani di Desa Kepur Kecamatan Kota Muara Enim, tepatnya di areal persawahan tadah hujan Ataran Ulak Himbe kawasan Islamic Center saat ini dilanda kekeringan. Jika tidak segera turun hujan dalam waktu dekat, dipastikan tanaman\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/12\/Petani.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20711"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20711"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20711\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}