{"id":21510,"date":"2015-09-04T09:05:23","date_gmt":"2015-09-04T09:05:23","guid":{"rendered":"http:\/\/banyuasin.buanaindonesia.com\/?p=21510"},"modified":"2015-09-04T09:05:23","modified_gmt":"2015-09-04T09:05:23","slug":"produksi-padi-berkurang-50","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/","title":{"rendered":"Produksi Padi Berkurang 50%"},"content":{"rendered":"<p>BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Akibat kemarau panjang, produksi sawah petani di Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan turun drastis. Sejumlah petani mengaku padi yang dihasilkan hanya rata-rata 50 %, bahkan ada hanya berhasil 30 % saja.<\/p>\n<p>Seperti yang diakui Alamsyah, menurut dia, dari padi yang telah dipanen, biasanya bisa menghasilkan 100 kaleng beras, kini hanya mampu 25 kaleng saja. Tentu saja kondisi ini membuat dirinya dan sejumlah petani lainnya mengeluh, lantaran produksi beras mereka menurun tajam akibat kemarau.<\/p>\n<p>\u201cSebab, seharusnya padi mendapatkan pasokan air yang cukup saat bulir-bulirnya mengisi. Nah, karena kemarau ini, padi yang mulai berisi tak bisa berisi sepenuhnya karena kekurangan air. Biasanya menunduk, tapi sekarang ini tidak. Sebab banyak yang kosong. Panen kali ini merugi, hanya dapat 25 kaleng, padahal biasanya 100 kaleng,\u201d ungkap dia, Jumat (4\/9).<\/p>\n<p>Senada dikatakan Reni, petani lainnya, jika tahun-tahun sebelumnya satu hektare sawah padi bisa menghasilkan 7 hingga 8 ton padi, namun sekarang hanya 3 sampai 4 ton saja. Kemarau yang cukup panjang ini membuat seluruh petani di desanya kebingungan.<\/p>\n<p>\u201cMemang pada waktu itu kita mendapatkan bantuan pompa air, tapi bantuan itu telat. Sebab kondisi padi waktu itu sudah mulai berisi. Coba kalau sebelumnya diberikan bantuan. Pasti produksi padi kita akan normal, tidak sampai anjlok seperti ini,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Dikonfirmasi Kades Gelebak Dalam, Khoirul Anwar membenarkan hal tersebut. Menurut dia, panem tahun ini memang cukup menyakitkan petani. Bahkan biasanya satu hektare padi bisa menghasilkan sampai 100 kaleng, namun kali ini hanya 25 kaleng saja, bahkan ada yang hanya bisa dipanen separuhnya saja.<\/p>\n<p>\u201cSebab, bulir-bulir padi tidak ada berasnya, banyak yanv kosong. Misalnya dalam satu rumpun padi ada 50 bulir padi, tapi sekarang hanya 20 bulir saja yang berisi. Makanya panen tahun ini sangat jauh dari yang diharapkan,\u201d imbuhnya.(muh)<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-21510\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-21510\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Akibat kemarau panjang, produksi sawah petani di Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan turun drastis. Sejumlah petani mengaku padi yang dihasilkan hanya rata-rata 50 %, bahkan ada hanya berhasil 30 % saja. Seperti yang diakui Alamsyah, menurut dia, dari padi yang telah dipanen, biasanya bisa menghasilkan 100 kaleng beras, kini hanya mampu 25 [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-21510\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-21510\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":38,"featured_media":21511,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[23],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Produksi Padi Berkurang 50% - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Akibat kemarau panjang, produksi sawah petani di Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan turun drastis. Sejumlah petani mengaku padi yang dihasilkan hanya rata-rata 50 %, bahkan ada hanya berhasil 30 % saja. Seperti yang diakui Alamsyah, menurut dia, dari padi yang telah dipanen, biasanya bisa menghasilkan 100 kaleng beras, kini hanya mampu 25 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-09-04T09:05:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/\",\"name\":\"Produksi Padi Berkurang 50% - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2015-09-04T09:05:23+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-04T09:05:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/produksi-padi-berkurang-50\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bcc8b22298e8955013e8c4d7a6721a93?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":25973,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-4-desa-mulai-panen\/","url_meta":{"origin":21510,"position":0},"title":"Petani 4 Desa Mulai Panen","date":"31 Juli 2015","format":false,"excerpt":"BANYUSIN, Buanaindonesia.com \u2013 Petani di Kecamatan Rambutan saat ini cukup gembira, pasalnya meski kekeringan melanda sejumlah petani diberbagai daerah, namun hal itu tidak berpengaruh pada sawah mereka. Ya, saat ini petani di empat desa di Kecamatan Rambutan sudah memasuki masa panen. Keempat desa itu yakni Desa Pangkalan Gelebek, Sungai Pinang,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":798,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/kemarau-petani-di-tanjung-agung-tunda-tanam-padi\/","url_meta":{"origin":21510,"position":1},"title":"Kemarau, Petani di Tanjung Agung Tunda Tanam Padi","date":"30 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"MUARAENIM, Buanaindonesia.com - Memasuki puncak musim kemarau, para petani di Kecamatan Tanjung Agung memilih untuk menunda menanam padi. Para petani khawatir jika memaksakan melakukan penanaman, bibit padi akan mati sia-sia. Menurut penuturan salah seorang petani, Anri Kennedi (40) mengatakan, Sekarang ini, dirinya belum ada rencana untuk melakukan tanam padi lagi.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ragam peristiwa&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150830_173140.jpg?fit=640%2C300&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":20711,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/5-000-hektare-sawah-kekeringan\/","url_meta":{"origin":21510,"position":2},"title":"5.000 Hektare Sawah Kekeringan","date":"29 Juli 2015","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Sekitar 5.000 hektare lahan persawahan yang ada di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin terancam gagal panen. Pasalnya lahan sawah mengalami kekeringan lantaran tidak adanya pasokan air selama kemarau panjang ini. Ya, setidaknya sawah petani yang berada di Dusun 4 dan Dusun 5 Desa Tebing Abang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":1556,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-di-semende-kesulitan-cari-lokasi-penyemaian-padi-2\/","url_meta":{"origin":21510,"position":3},"title":"Petani di Semende Kesulitan Cari Lokasi Penyemaian Padi","date":"20 Oktober 2015","format":false,"excerpt":"MUARAENIM, Buanaindonesia.com- Para petani di wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Semende Darat Tengah (SDT) mengeluhkan kesulitan mencari lokasi untuk menyemai benih padi akibat lahan persawahan yang kering akibat kemarau panjang. Padahal menurut mereka, sesuai dengan jadwal tidak lama lagi berdasarkan hitungan kalender sudah mulai masuk masa olah tanah.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ragam peristiwa&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/10\/ilustrasi-kekeringan.jpg?fit=640%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":24614,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-desa-sako-bakal-panen-raya\/","url_meta":{"origin":21510,"position":4},"title":"Petani Desa Sako Bakal Panen Raya","date":"5 Maret 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - Petani di Desa Sako Kecamatan Rambutan yang menanam IP 200, tidak lama lagi akan merasakan hasilnya. Saat ini ratusan hektare padi yang telah ditanam kini sudah mulai menguning dan diperkirakan sekitar satu minggu ke depan akan bisa dipanen raya. Tentu saja panen ini sangat dinantikan petani, yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/03\/IMG_20160305_071039.jpg?fit=640%2C360&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":39678,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/panen-padi-karang-agung-ilir-ini-harapan-pakde-slamet\/","url_meta":{"origin":21510,"position":5},"title":"Panen Padi Karang Agung Ilir, Ini Harapan Pakde Slamet","date":"2 Februari 2019","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN - 50 hektar sawah di Desa Sri Agung Kecamatan Karang Agung Ilir dipanen, Sabtu (02\/02). Sementara, 500 hektar lahan padi siap dipanen secara bertahap dalam waktu dekat. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet, SH bersama warga Karang Agung Ilir melakukan Panen raya padi di areal persawahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/03\/banyuasin-24.jpg?fit=640%2C406&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21510"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21510\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}