{"id":24002,"date":"2016-06-13T22:10:01","date_gmt":"2016-06-13T15:10:01","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.com\/news\/sumsel\/?p=24002"},"modified":"2016-06-15T22:17:50","modified_gmt":"2016-06-15T15:17:50","slug":"seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/","title":{"rendered":"Seorang Mukmin Harus Jadi Cahaya di Bumi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Selama ini sebagian orang hanya kenal dengan istilah amal jariyah, yaitu satu perbuatan baik yang diikuti oleh penerusnya hingga yang bersangkutan meninggal. Namun KH Ahmad Idris Kailany, sesepuh Pesantren Mahasiswa (Ma\u2019had) Badar Palembang dalam Dauroh Ramadhan di Ponpes Al-Badar Palembang memunculkan istilah dosa jariyah. Sebuah istilah yang jarang didengar oleh kebanyakan orang. Dosa jariyah, dimaknakan, sebuah perbuatan buruk yang kemudian diikuti oleh banyak orang, hingga yang bersangkutan meninggal.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pernyataan itu disampaikan terkait dengan materi yang bertajuk \u201cTuntunan dan Etika Islam dalam menggunakan media sosial (medsos)\u201d pada Dauroh Ramadhan di Ma\u2019had Badar Palembang, Minggu 12 Juni 2016 yang lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">menurutnya ketika seseorang menulis hal buruk di medsos, yang kemudian dari tulisan itu membangkitkan keburukan para pembaca dan pengguna medsos lainnya. Hal itu sama halnya menebar keburukan, yang kelak akan diikuti oleh para pengguna medsos lain yang membacanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau tulisan itu buruk, kemudian membuat orang berbuat sama buruknya seperti apa yang ditulis, hingga yang bersangkutan meninggal, itu namanya bukan amal jariyah, melainkan dosa jariyah. Hal ini tentu sudah keluar dari etika dan tuntutan Islam dalam menggunakan media sosial. Ini yang harus kita hindari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seorang mukmin (orang-orang beriman), disebut KH Ahmad Idris dalam keseharian tetap dituntut berperilaku sebagaimana orang mukin pada umumnya, meskipun dalam era digital setiap kita dihadapkan berbagai macam bacaan dan tontonan, baik di media cetak, elektronik atau di medsos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bila kemudian sebagian di dunia maya (medsos) ada kecenderungan mengarahkan pengguna dan pembaca medsos pada keburukan, maka harus terkembali pada hadits Rasullullah SAW yang diriwayatkan At Tirmidzi :<em> Ittaqillaha haitsu maa kunta wa\u2019atbi\u2019is-sayyiatal hasanata tamkhuha wa kholiqinnasi bi khuluqin hasan<\/em>.\u201d (Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya (perbuatan baik) akan menghapusnya (perbuatan buruk). Dan berperilakulah terhadap sesama manusia dengan akhlak yang baik).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cMengapa hal itu penting? karena semua amal perbuatan, baik pendengaran, penglihatan dan hati akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,\u201d ujar KH Ahmad Idris, dengan mengutip surah Al-Isra ayat 36 : <em>Wala taqfuu maa laisa bihii ilmun. Innas sam\u2019a wal bashooro wal fuaa-da. Kullu ulaa ika-kaana mas-uulaa <\/em>(Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabanya)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari kenyataan seperti itu, kemudian diantara orang mukmin yang ingin menghindari mudharat dari media sosial dan segala bentuk kemasiatan, lalu memilih menyendiri di lereng bukit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cAtau dalam Islam diistilahkan berkhalwat. Dia ingin beribadah saja tanpa ada risiko dosa, atau untukmenghindari dari kemungkinan menyakiti hati sesama dalam berinteraksi sosial. Kesannya, hal ini lebih baik dari pada harus bergaul secara sosial sebagaimana orang mukmin pada umumnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, menurut Ahmad Idris, hal ini tidak lebih baik dari seorang mukmin yang harus tetap melakukan aktifitas keseharian sebagaimana biasa, dengan tetap berhadapan dengan realitas sosial dengan segala risikonya, termasuk dalam interaksi melalui medsos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cDengan ketangguhan keimanan dan ketakwaannya, dan menghadapi segala risiko kehidupan dengan komitmen tidak akan mendholimi sesama, atau tidak membuka peluang orang lain untuk mendholimi dirinya, maka dia diibaratkan cahaya yang berjalan di atas bumi,\u201d tegasnya. <em><strong>(Bersambung&#8230;.)<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Islam tidak melarang umatnya melakukan interaksi sosial. Islam juga tidak pernah mengebiri setiap hamba dalam pergaulan. Namun Islam memberi tuntunan, ajaran dalam berinteraksi sosial, termasuk bagaimana kita menggunakan media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun begitu, menurut Ahmad Idris, setiap orang mukmin harus konsisten dalam menjaga pergaulan, baik di dunia maya atau di dunia nyata. \u201cJangan sampai, seorang mukmin kemudian memiliki kepribadian ganda : di dunia nyata beda dan dunia maya berbeda. Misalnya, saat di dunia nyata tampak sangat alim dan baik. Tapi ketika di media sosial, dia seperti srigala. Perilaku seperti ini yang harus dihindarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi seorang mukmin yang sejati, antara dunia maya dan dunia nyata harus sama, tetap komitmen dengan nilai keimanan dan ketakwaannya, sehingga dia akan menjadi cahaya yang berjalan di muka bumi,\u201dPungkasnya. (<strong> Ims \u2013 Ward)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-24002\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-24002\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Selama ini sebagian orang hanya kenal dengan istilah amal jariyah, yaitu satu perbuatan baik yang diikuti oleh penerusnya hingga yang bersangkutan meninggal. Namun KH Ahmad Idris Kailany, sesepuh Pesantren Mahasiswa (Ma\u2019had) Badar Palembang dalam Dauroh Ramadhan di Ponpes Al-Badar Palembang memunculkan istilah dosa jariyah. Sebuah istilah yang jarang didengar oleh kebanyakan orang. Dosa [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-24002\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-24002\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":38,"featured_media":24003,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/06\/Medsos.jpg?fit=604%2C400&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Seorang Mukmin Harus Jadi Cahaya di Bumi - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Selama ini sebagian orang hanya kenal dengan istilah amal jariyah, yaitu satu perbuatan baik yang diikuti oleh penerusnya hingga yang bersangkutan meninggal. Namun KH Ahmad Idris Kailany, sesepuh Pesantren Mahasiswa (Ma\u2019had) Badar Palembang dalam Dauroh Ramadhan di Ponpes Al-Badar Palembang memunculkan istilah dosa jariyah. Sebuah istilah yang jarang didengar oleh kebanyakan orang. Dosa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-06-13T15:10:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-06-15T15:17:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/06\/Medsos.jpg?fit=604%2C400&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"604\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/06\/Medsos.jpg?fit=604%2C400&ssl=1\",\"width\":604,\"height\":400,\"caption\":\"Ilustrasi - Foto : KS\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/\",\"name\":\"Seorang Mukmin Harus Jadi Cahaya di Bumi - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-06-13T15:10:01+00:00\",\"dateModified\":\"2016-06-15T15:17:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/seorang-mukmin-harus-jadi-cahaya-di-bumi\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bcc8b22298e8955013e8c4d7a6721a93?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":61193,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/bupati-muba-hm-toha-tohet-hadiri-tahlilan-alex-noerdin-di-palembang-kenang-pelopor-sekolah-dan-berobat-gratis\/","url_meta":{"origin":24002,"position":0},"title":"Bupati Muba HM Toha Tohet Hadiri Tahlilan Alex Noerdin di Palembang, Kenang Pelopor Sekolah dan Berobat Gratis","date":"28 Februari 2026","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID PALEMBANG \u2013 Bupati Musi Banyuasin (Muba) HM Toha Tohet SH menghadiri tahlilan almarhum Alex Noerdin, mantan Bupati Muba yang juga pernah menjabat Gubernur Sumatera Selatan dua periode, di kediaman duka Jalan Merdeka, Palembang, Jumat (27\/2\/2026). Kehadiran orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muba&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2026\/02\/muba.jpg?fit=480%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":35755,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/shella-o-melounching-album-relegi-perdanadi-palembang\/","url_meta":{"origin":24002,"position":1},"title":"Shella  \u201cO\u201d  Melounching Album Religi   Perdana di Palembang","date":"12 Mei 2018","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA,SUMSEL- Shella\u00a0 \u201cO\u201d nama\u00a0 lengkap Shella Oktaviani merupakan penyanyi pendatang baru di blantika musik Indonesia\u00a0 yang berasal dari Palembang,\u00a0 Hari ini,\u00a0 Sabtu, 12 April 2018. meluncurkan single religi nya berjudul \u2018Peluk Aku Tuhan\u2019. Artis cantik asal Palembang ini, melaunching album religi perdana di Musim Caffe, Swarna Dwipa, Sabtu, 12 April\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/05\/Sella-O.jpg?fit=710%2C473&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":39295,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/erika-berharap-kjs-kebaikan-bisa-menular-ke-perairan-banyuasin\/","url_meta":{"origin":24002,"position":2},"title":"Erika Berharap  KJS  Bisa Menularkan Kebaikan","date":"2 Maret 2019","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN, - Emak-emak milenial tidak hanya sibuk di dapur. Namun emak-emak juga bisa melakukan aktivitas sosial diluar untuk meringankan beban warga kurang mampu, dari itu emak-emak yang berada di Kabupaten Banyuasin ini membentuk Komunitas Jumat Sedekah (KJS). Komunitas Jumat Sedekah tersebut\u00a0 didirikan sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin menyalurkan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/03\/KJS.jpg?fit=710%2C319&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":20325,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hari-pertama-gelar-cipkon-ringkus-bandar-sabu\/","url_meta":{"origin":24002,"position":3},"title":"Hari Pertama Gelar Cipkon, Ringkus Bandar Sabu","date":"10 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"MURATARA, Buanaindonesia.com- Dihari Pertamanya Tim gabungan Polres Mura mengelar cipta kondisi (Cipkon) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dengan cara giat razia gabungan di akses Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, berhasil meringkus badar narkoba. Tim meringkus tersangka Juanda (43) Pekerjaan swasta, warga jalan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hukum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/tersangka.jpg?fit=640%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":33871,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/diduga-bocor-data-kelulusan-panwas-beradar-di-medsos\/","url_meta":{"origin":24002,"position":4},"title":"Diduga Bocor, Data Kelulusan Panwas Beradar di Medsos","date":"9 November 2017","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN - KPUD Kabupaten Banyuasin diduga kebobolan, pasalnya data\u00a0kelulusan anggota petugas pemungutan suara (PPS) kecamatan Suak Tapeh beredar luas di media sosial (medsos) Bahkan, yang beredar di medsos tersebut ada anggota PPS disalah satu desa yang tidak ikut Test\u00a0 namun dinyatakan lulus dari KPUD Kabupaten Banyuasin. Data kelulusan anggota\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/11\/IMG_20171109_231501.jpg?fit=640%2C993&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2496,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/tingkatkan-tali-silaturahmi-pemkab-muara-enim-gelar-halal-bilhalal\/","url_meta":{"origin":24002,"position":5},"title":"Tingkatkan Tali Silaturahmi, Pemkab Muara Enim Gelar Halal Bilhalal","date":"11 Juli 2016","format":false,"excerpt":"MUARA ENIM, Buanaindonesia.com - Dalam rangka meningkatkan jalinan silaturahmi serta merayakan kemenangan hari raya Idul Fitri 1437 H setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan, Pemkab Muara Enim menggelar Halal Bilhalal dengan seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Muara Enim dan unsur muspida, bertempat di Halaman Pemkab Muara Enim, Senin (11\/07\/2016). Acara\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ragam peristiwa&quot;","img":{"alt_text":"Tingkatkan Tali Silaturahmi, Pemkab Muara Enim Gelar Halal Bilhalal","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/07\/poto-bersama-disela-sela-acara-halal-bihalal.jpg?fit=640%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24002"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24002"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24007,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24002\/revisions\/24007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}