{"id":25991,"date":"2015-12-07T22:36:22","date_gmt":"2015-12-07T15:36:22","guid":{"rendered":"http:\/\/banyuasin.buanaindonesia.com\/?p=23291"},"modified":"2015-12-07T22:36:22","modified_gmt":"2015-12-07T15:36:22","slug":"hujan-datang-petani-sumringah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/","title":{"rendered":"Hujan Datang, Petani Daerah ini Sumringah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Petani padi Upsus IP 200 yang ada di Desa Sako Kecamatan Rambutan, sumringah. Pasalnya, sawah yang mereka tanam dengan cara tugal (menanam biji benih) di lahan kering, kini telah disiram air hujan. Dan tentu saja mereka optimis hasilnya akan sangat memuaskan, tidak kalah dengan tanam reguler.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketua Gapoktan M Jana mengatakan jika lahan yang di tugal ini seluas 200 hektare milik kelompok tani (poktan), dirinya mengaku jika petani padi di Desa Sako ini sangat berhasil. Bahkan diharapkan dengan IP 200 yang baru mulai dikembangkan pada masa pertanaman 2015-2016 ini akan sama berhasilnya dengan tanam reguler.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cYang pasti, kalau potensi lahan untuk IP 200 ini masih sangat luas, tetapi baru kita ujicobakan di lahan seluas 200 Ha. Karena selama ini petani selain menjual dan mengmkonsumsi untuk kebutuhan sendiri dari hasil panennya, petani kami juga menjual benih ke desa-desa lain. Dan selama ini selalu kekurangan. Mudah-mudahan dengan adanya IP 200 ini akan memenuhi permintaan petani di jalur akan benih padi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan telah memasukinya musim penghujan ini, tentunya akan sangat berdampak positif bagi pertumbuhan padi. Apalagi, Upsus IP 200 ini baru pertamakali dilakukan tahun ini, tentunya jika ini berhasil maka akan makin meyakinkan petani lainnya agar bisa mengikuti jejak petani yang sudah lebih dahulu IP 200.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTentunya, hujan saat ini sangat bagus bagi pertumbuhan padi kita. Awalnya tanah kering, setelah kita selesai nugal, hujan datang. Yang pasti kita sangar beruntung, jika ini berhasil, maka sekitar Mei nanti kita akan tanam secara reguler,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Camat Rambutan, Aminuddin sebelumnya mengaku optimis jika penanaman padi ini akan sukses, meski saat ini areal tanam masih kering, namun dengan akan memasukinya musim penghujan maka padi IP 200 ini akan bersaing dengan Kecamatan Rantau Bayur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cNugal padi, memang yang ditugal adalah benihnya langsung, beda jika lahannya basah (berair) maka akan ditanam tanaman padinya. Ini merupakan padi IP 200 yang baru akan dikembangkan oleh petani di Desa Sako. Setelah ditugal ini, kita berharap sore nanti hujan. Sehingga benih yang ditanam bisa cepat tumbuh dan pada saat penghujan nanti akan tumbuh subur,\u201d harap Aminuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ditambahkan Kepala UPTD Pertanian Rambutan, Maulin Mart menjelaskan jika untuk program upsus 2015 ini ada tiga desa yang telah merealisasikan programnya dengan total lahan seluas 710 Ha. Masing-masing di Desa Sako 200 Ha, Pangkalan Gelebak 100 dan Gelebak Dalam 410 Ha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cMudah-mudahan kita bisa mengejar paling tidak menyamai produksi padi lebak di Rantau Bayur, selama ini luasan areal pertanaman padi kita baru 6.910 Ha, baik itu reguler maupun Upsus. Karena Kecamatan Rambutan ini masih sangat potensial,\u201d tukasnya.(muh)<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-25991\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-25991\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Petani padi Upsus IP 200 yang ada di Desa Sako Kecamatan Rambutan, sumringah. Pasalnya, sawah yang mereka tanam dengan cara tugal (menanam biji benih) di lahan kering, kini telah disiram air hujan. Dan tentu saja mereka optimis hasilnya akan sangat memuaskan, tidak kalah dengan tanam reguler. Ketua Gapoktan M Jana mengatakan jika [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-25991\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-25991\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":38,"featured_media":23292,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[23],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hujan Datang, Petani Daerah ini Sumringah - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Petani padi Upsus IP 200 yang ada di Desa Sako Kecamatan Rambutan, sumringah. Pasalnya, sawah yang mereka tanam dengan cara tugal (menanam biji benih) di lahan kering, kini telah disiram air hujan. Dan tentu saja mereka optimis hasilnya akan sangat memuaskan, tidak kalah dengan tanam reguler. Ketua Gapoktan M Jana mengatakan jika [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-07T15:36:22+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/\",\"name\":\"Hujan Datang, Petani Daerah ini Sumringah - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2015-12-07T15:36:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-07T15:36:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hujan-datang-petani-sumringah\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bcc8b22298e8955013e8c4d7a6721a93?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":25985,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/optimis-upsus-di-kecamatan-rambutan-2015-sukses\/","url_meta":{"origin":25991,"position":0},"title":"Optimis Upsus di Kecamatan Rambutan 2015 Sukses","date":"11 November 2015","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonsia.com \u2013 Petani Desa Sako Kecamatan Rambutan, Rabu (11\/11) mulai melakukan penanaman padi di lahan kering (tugal) di areal seluas 200 hektare (Ha). Secara simbolis, tugal padi yang merupakan Upsus 2015 ini dilakukan oleh Camat Rambutan, Aminuddin dan Danramil Daspini. Camat mengaku optimis jika penanaman padi ini akan sukses,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":23886,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-desa-sako-rambutan-optimis-ip-200-sukses\/","url_meta":{"origin":25991,"position":1},"title":"Petani Desa Sako Rambutan Optimis IP 200 Sukses","date":"21 Januari 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com-Petani Desa Sako yang ikut program IP 200 di lahan lebak, optimis mampu menghasilkan padi yang berkualitas. Pasalnya, program yang baru pertama kali dilakukan ini, cukup berhasil. diperkirakan sekitar 1,5 bulan ke depan, petani akan melakukan panen raya. Dipercaya, program ini ke depan akan lebih banyak diikuti petani di\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":19685,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ip-200-lahan-lebak-terkendala-sistem-pengairan\/","url_meta":{"origin":25991,"position":2},"title":"IP 200 Lahan Lebak Terkendala Sistem Pengairan","date":"23 Mei 2015","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Potensi pertanian sawah padi di Kecamatan Rambutan yang terkenal dengan lahan lebaknya masih sangat tinggi, terutama untuk dikembangkan menjadi dua kali tanam atau IP 200. Sayangnya, itu terkendala dengan sistem pengairan. Ketua Kelompok Tani Tanjung Harapan Desa Sako Kecamatan Rambutan, Maladin mengatakan jika petani sangat menginginkan agar lahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":24614,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/petani-desa-sako-bakal-panen-raya\/","url_meta":{"origin":25991,"position":3},"title":"Petani Desa Sako Bakal Panen Raya","date":"5 Maret 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - Petani di Desa Sako Kecamatan Rambutan yang menanam IP 200, tidak lama lagi akan merasakan hasilnya. Saat ini ratusan hektare padi yang telah ditanam kini sudah mulai menguning dan diperkirakan sekitar satu minggu ke depan akan bisa dipanen raya. Tentu saja panen ini sangat dinantikan petani, yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/03\/IMG_20160305_071039.jpg?fit=640%2C360&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":25986,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/penangkar-benih-desa-sako-banyuasin-penuhi-kebutuhan-benih-padi\/","url_meta":{"origin":25991,"position":4},"title":"Penangkar Benih Desa Sako, Banyuasin, Penuhi Kebutuhan Benih Padi","date":"13 November 2015","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Petani padi yang tergabung dalam Kelompok Tani dan Penangkar Benih Mekar Sari yang berada di Desa Sako, kini telah mampu memenuhi kebutuhan benih bagi petani yang ada di wilayah perairan Banyuasin. Meski demikian, kebutuhan benih ini belum mampu terpenuhi seluruhnya, namun paling tidak petani dapat menambah penghasilan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":24974,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/musim-tanam-padi-sawah-diprediksikan-mundur\/","url_meta":{"origin":25991,"position":5},"title":"Musim Tanam Padi Sawah Diprediksikan Mundur","date":"7 April 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com \u2013 Musim tanam 2016 untuk sawah padi lebak diprediksikan bakal mundur dari jadwal sebelumnya. Hal ini terpengaruh panjangnya musim kemarau yang melanda Indonesia, tak terkecuali bagi petani yang ada di Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan. Seperti yang dikatakan Romidin, salah seorang petani setempat yang juga merupakan Ketua Gapoktan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/04\/IMG_20160407_103122.jpg?fit=640%2C417&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25991"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25991"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25991\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}