{"id":26857,"date":"2016-10-25T16:25:26","date_gmt":"2016-10-25T09:25:26","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.com\/news\/sumsel\/?p=26857"},"modified":"2016-10-25T19:11:49","modified_gmt":"2016-10-25T12:11:49","slug":"dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/","title":{"rendered":"DPRD Banyuasin Dukung Dana DID Stop"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong><a href=\"http:\/\/BUANAINSUMSEL.COM\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\">BUANAINSUMSEL.COM<\/a>, BANYUASIN<\/strong> &#8211; Rencana Pelaksana Harian Bupati Banyuasin Ir SA Supriono MM untuk menyetop sementara pelaksanaan dana infrastruktur desa (DID) tahun anggaran 2017 dan mengalihkan anggaran tersebut untuk pembangunan jalan poros antar desa, kecamatan menuju jalan Kabupaten, mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuasin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dewan sendiri berharap Pemkab Banyuasin segera mengusulkan rencana revisi aturan yang mempanyungi adanya program DID tersebut terutama Perda RPJMD yang didalamnya memuat visi dan misi Kepala Daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kita dukung DID di stop,&#8221;kata Ketua DPRD Banyuasin H Agus Salam,SH kepada awak media diruang kerjanya Senin (24\/10\/2016).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ditambahkan, H. Agus Salam, rencana penyetopan DID khususnya dana infrastruktur sebesar Rp 300 juta dari Rp 500 juta perdesa,tujuanya baik yakni untuk menghimpun dana infrastruktur yang selama ini tersebar di desa-desa agar bisa dibangun untuk jalan poros yang sangat di butuhkan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Tujuannya baik,maka perlu kita dukung, kita tau jalan poros Tungkal ilir,Pulau Rimau, Air Salek,Muara padang dan jalan porosnya saat ini kondisinya rusak. Dengan DID ditarik diharapkan ada dana infrastruktur yang bisa kita bangunkan untuk jalan poros yang rusak ini,&#8221;ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masih kata dia, Sedangkan pembangunan desa tetap jalan dengan adanya dana desa dari APBN, bahkan bisa melalui dana APBD Provinsi dan Dana Alokasi Khusus (DAK).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Pembangunan desa tetap jalan karena tidak hanya dari DID tapi melalui APBD Provinsi dan APBN, dan yang penting dana ADDnya\u00a0 tetap ada Rp 200 juta untuk gaji perangkat desa,&#8221;imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dilanjutkannya, Artinya rencana plh Bupati Banyuasin ini ada hal positifnya, untuk mengatasi kesulitan pembangunan jalan poros yang terjadi selama ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Sangat kita dukung kalau lebih baik, tapi ikuti aturan yang ada seperti perda RPJMD yang mesti dilakukan revisi,&#8221;Ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">H, Agus Salam meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin hendaknya Pemkab Banyuasin tidak lagi mengusulkan DID ini dalam KUA PPAS dan RAPBD tahun anggaran 2017.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kalau memang DID dihapus, maka dalam KUA PPAS dan RAPBD 2017 jangan dimasukan lagi,&#8221;imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuasin H Askolani SH MH juga menilai rencana penyetopan DID ada nilai positifnya bagi pembangunan infrastruktur jalan poros yang saat ini kondisinnya rusak berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; DID hanya fokus pembangunan dalam desa,sedangkan jalan poros rusak karena dana infrastruktur yang dimiliki Pemkab Banyuasin tidak mampu mengatasi persoalan itu,&#8221;Ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terpisah, Plh Bupati Banyuasin SA Supriono mengatakan DID di stop karena dana desa dari pusat sudah ada, dan kondisi keuangan Banyuasin yang tidak memungkinkan mengingat defisit anggaran dan adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Dan jika tidak distop maka kita tidak bisa membiayai pembangunan jalan poros antar desa,kecamatan dan Kabupaten,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dijelaskan Ir. Supriono, MM. Ada empat jalan poros yang mendesak yakni trans Pulau Rimau, Trans Tungkal Ilir, Trans Air Saleh dan trans Sugihan yang tidak tersentuh pembangunan, masyarakat ngeluh,kades-kades sendiri tidak sedikit yang ngeluh baik langsung maupun di media sosial sepeti Facebook karena jalan menuju ke desa mereka rusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; kalau tidak ditanggulangi sekarang akan berlarut. Maka hentikan sejenak DID,sampai infrastruktur kita lebih baik. Jalan dalam desa dengan DID memang bagus,lorong bagus semua. Tapi jalan menuju desa rusak rasanya percuma,&#8221;katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masih kata dia, Di wilayah Pulau Rimau\u00a0 dengan jalan rusak harga TBS sawit anjlok harganya dibeli murah, sedangkan para pengepul atau agen menjual di pabrik harganya cukup mahal diatas Rp 1500 perkilogram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Dia beli TBS petani murah, alasannya para pengepul ini biaya transportasi mahal karena jalan rusak, ini sangat miris dan saya tidak mau ini dibiarkan,&#8221;Ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ditegaskan Ir. Supriono MM, Maka solusinya,\u00a0 jalan poros antar desa menuju ke Kecamatan dan menuju jalan Kabupaten harus bagus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Ya yang lebih utama jalan Poros antar Desa menuju Kecamatan lalu menuju ke Kabupaten harus bagus, kalau semuanya sudah bagus maka semua kegiatan bisa dinikmati oleh warga, termasuk harga sawit,&#8221;tukasnya.<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-26857\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-26857\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN &#8211; Rencana Pelaksana Harian Bupati Banyuasin Ir SA Supriono MM untuk menyetop sementara pelaksanaan dana infrastruktur desa (DID) tahun anggaran 2017 dan mengalihkan anggaran tersebut untuk pembangunan jalan poros antar desa, kecamatan menuju jalan Kabupaten, mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuasin. Dewan sendiri berharap Pemkab Banyuasin segera mengusulkan rencana revisi [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-26857\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-26857\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":30,"featured_media":26859,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[295],"tags":[604,238,249,48],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/10\/H.-Agus-Salam.jpg?fit=640%2C320&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"DPRD Banyuasin Dukung Dana DID Stop - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN &#8211; Rencana Pelaksana Harian Bupati Banyuasin Ir SA Supriono MM untuk menyetop sementara pelaksanaan dana infrastruktur desa (DID) tahun anggaran 2017 dan mengalihkan anggaran tersebut untuk pembangunan jalan poros antar desa, kecamatan menuju jalan Kabupaten, mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuasin. Dewan sendiri berharap Pemkab Banyuasin segera mengusulkan rencana revisi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-10-25T09:25:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-10-25T12:11:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/10\/H.-Agus-Salam.jpg?fit=640%2C320&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/10\/H.-Agus-Salam.jpg?fit=640%2C320&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":320},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/\",\"name\":\"DPRD Banyuasin Dukung Dana DID Stop - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-10-25T09:25:26+00:00\",\"dateModified\":\"2016-10-25T12:11:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/38bf2b493cef1f7b4002faa0f4a463ee\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-dukung-dana-did-stopstop\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/38bf2b493cef1f7b4002faa0f4a463ee\",\"name\":\"Her\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94f5e3c88ac5770be6dd72e2134460cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Her\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":26832,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/kebijakan-plh-bupati-banyuasin-timbulkan-pro-kontra\/","url_meta":{"origin":26857,"position":0},"title":"Kebijakan Plh Bupati Banyuasin Timbulkan Pro Kontra","date":"24 Oktober 2016","format":false,"excerpt":"BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kebijakan Plh Bupati Banyuasin tentang penyetopan Dana Insentif Daerah \u00a0(DID) banyak menuai pro dan kontra. Bahkan, tidak sedikit Kades yang mempersoalkan dana DID tersebut. Lain halnya dengan Kades Tanjung Tiga, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Kades ini tidak mempersoalkan dana DID di stop. karena, menurutnya, walaupun dana\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/10\/Proyek-bangun-jalan.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":27320,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/program-bupati-banyuasin-di-stop-ini-alasanya\/","url_meta":{"origin":26857,"position":1},"title":"Program Bupati Banyuasin Di Stop ini Alasanya","date":"30 November 2016","format":false,"excerpt":"BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN - Dana Inprastuktur Desa (DID) merupakan Program\u00a0unggulan bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (YAF). yang kini jadi tersangka kasus proyek Ijon dana DAK di Dinas Pendidikan Banyuasin tamat sudah. Pasalnya, anggaran tahun 2017 bukan bertambah malah berkurang, dipangkas pusat sebesar 200 Milyar. Sehingga dipastikan tidak bisa mengalokasikan untuk program\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/11\/DSCN1708-1288x966-1.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":25579,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/adanya-program-did-dan-add-ini-kata-wakil-bupati-s-a-supriyono\/","url_meta":{"origin":26857,"position":2},"title":"Adanya Program DID dan ADD, ini Kata Wakil Bupati S A Supriyono","date":"19 Juli 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com -\u00a0Wakil Bupati Banyuasin.Ir. SA.Supriyono MM. menghimbau kepada Kades dan lurah, tidak menyalah gunakan Dana program Infrastruktur Desa (DID) Rp 500 juta perdesa pertahun yang dicanangkan Bupati Yan Anton Ferdian serta Wakil Bupati S A. Supriyono, dan Dana Alokasi Desa (DAD) Rp 1 Milyar perdesa yang dicanangkan Presiden Joko\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ekonomi&quot;","img":{"alt_text":"Adanya Program DID dan ADD, ini Kata Wakil Bupati S A Supriyono","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/07\/Wakil-Bupati-Banyuasin-S-A-Supriono.jpg?fit=640%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":25112,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-banyuasin-laporkan-hasil-reses\/","url_meta":{"origin":26857,"position":3},"title":"DPRD Banyuasin Laporkan Hasil Reses","date":"11 April 2016","format":false,"excerpt":"Setelah melakukan reses ke daerah pemilihan, anggota DPRD Banyuasin melaporkan hasil penyerapan aspirasi dari masyarakat pada rapat paripurna di ruang rapat utama DPRD Banyuasin. Senin (11\/04\/16). Sesuai hasil laporan dewan, di setiap daerah pemilihan, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sarana air bersih dan ketersediaan listrik masih menjadi permasalahan utama hampir\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Advertorial&quot;","img":{"alt_text":"DPRD Banyuasin Laporkan Hasil Reses","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/04\/Bupati-Banyuasin-dan-DPRD-Banyuasin-620x264-1.jpg?fit=620%2C264&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":48161,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/tanggulangi-dampak-covid-19-melalui-program-padat-karya-masyarakat\/","url_meta":{"origin":26857,"position":4},"title":"Tanggulangi Dampak COVID-19, Melalui Program Padat Karya Masyarakat","date":"29 Agustus 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA \u2013 Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas PU Perkim terus gencar bersama warga kawasan pelosok membangun bersama-sama Jamban individual melalui kegiatan padat karya. Ini juga bagian dari kampanye gerakan Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), selain itu juga merupakan gerakan upaya meminimalisir penularan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/10\/muba-69.jpg?fit=640%2C480&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":22106,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/dprd-dan-bupati-banyuasin-tetapkan-rapat-pembahasan-rapbd-perubahan-2015\/","url_meta":{"origin":26857,"position":5},"title":"DPRD Bersama Bupati Banyuasin Tetapkan Rapat Pembahasan RAPBD Perubahan 2015","date":"30 September 2015","format":false,"excerpt":"Setelah Lima Kali pertemuan, DPRD Banyuasin bersama Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian akhirnya menetapkan \u00a0RAPBD Perubahan 2015. Dalam Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Banyuasin di gedung DPRD Banyuasin komplek perkantoran Pemkab Banyuasin rabu (30\/09\/15). Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Banyuasin H. Agus Salam didampingi wakil-wakil ketua DPRD Banyuasin. Dihadiri\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Advertorial&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/11\/Peserta-Uji-Publik1.jpg?fit=620%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26857"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26857"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26869,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26857\/revisions\/26869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}