{"id":35773,"date":"2018-05-16T21:41:53","date_gmt":"2018-05-16T14:41:53","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?p=35773"},"modified":"2018-05-16T21:41:53","modified_gmt":"2018-05-16T14:41:53","slug":"biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/","title":{"rendered":"Biadab, Menantu ini Tega Habisi Nyawa Mertua Di Kebun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BUANAIDONESIA.CO.ID, BANYUASIN &#8211; Biadab, kata ini mungkin pantas disematkan pada Ardi Ariansyah (18) warga Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh. Pasalnya Dia telah kejam membunuh mertuanya sendiri. Satik bin Samiun (50) warga Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembunuhan dilakukanya dengan membacokan parang sebanyak lima kali ke Kepala, Wajah dan Dada. Tidak hanya itu, untuk memastikan korban sudah meninggal tersangka juga mencekik leher ibu yang melahirkan sang istri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa pembunuhan itu terungkap setelah polisi melakukan oleh tempat kejadian perkara. setelah sebelumnya mendapatkan laporan, ada penemuan mayat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari olah kejadian perkara polisi akhirnya menangkap tersangka lima jam setelah kejadian, Senin (14\/5) sekitar pukul 23.00 wib. saat tengah berada dirumah orang tuanya di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221; Tersangka Ardi Ariansyah (18) benar-benar kejam, dia tega membunuh ibu mertuanya, &#8221; kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem didampingi Kasatreslrim Polres Banyuasin, AKP. Dwi Satya, dan Kanitres Polres Banyuasin, serta Kapolsek Pangkalan balai, saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres Banyuasin, Selasa. 15\/05\/18 sekiranya pukul 17;00 wib,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan Yudhi, aksi kebiadaban tersangka itu berawal dari informasi bahwa mertuanya bermaksud untuk memisahkan dirinya dengan sang istri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kronologis kejadian\u00a0 hari senin tanggal 14 mei 2018 ya seperti biasanya\u00a0 ibu sarti\u00a0 menyadap karet\u00a0 bahasa daerah sini mantang, di kebunnya jam 06.00 wib pagi dia diperkirakan kurang lebih seperti biasa kegiatannya itu mantang ternyata saat itu pelaku datang langsung bertannya kenapa kamu menyuruh anak kamu yang atas nama Lia\u00a0 pisah dengan aku (Pelaku)\u00a0dia menyatakan itu sampai 3 x dan\u00a0 namun jawaban Korban tetap sama hingga membuat Ardi emosi lalu melakukan pembantaian di kebun tersebut&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat dia mendengar jawaban dari mertuanya tetap sama,\u00a0 langsung saja Ardi memukulkan lima kali gagang Parang di belakang kepalanya,\u00a0 satu kali dibelakang,\u00a0 dan tiga kali bagian dada ya bagian belakang 1 kali bagian wajah satu kali lalu mencekik leher.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat peristiwa itu korban meninggal dengan banyak luka di sekujur tubuhnya dan kini korban sudah di makamkan secara layak oleh pihak keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tersangka sudah diamankan, dan dijerat pasal yang 340 dan atau 335 Junto dengan ancaman maksimal\u00a0 20 tahun atau seumur hidup &#8221; Jelas Kapolres<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-35773\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-35773\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAIDONESIA.CO.ID, BANYUASIN &#8211; Biadab, kata ini mungkin pantas disematkan pada Ardi Ariansyah (18) warga Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh. Pasalnya Dia telah kejam membunuh mertuanya sendiri. Satik bin Samiun (50) warga Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III. Pembunuhan dilakukanya dengan membacokan parang sebanyak lima kali ke Kepala, Wajah dan Dada. Tidak hanya itu, untuk memastikan [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-35773\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-35773\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":13,"featured_media":35780,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[295],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/05\/banyuasin-1.jpg?fit=640%2C356&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biadab, Menantu ini Tega Habisi Nyawa Mertua Di Kebun - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAIDONESIA.CO.ID, BANYUASIN &#8211; Biadab, kata ini mungkin pantas disematkan pada Ardi Ariansyah (18) warga Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh. Pasalnya Dia telah kejam membunuh mertuanya sendiri. Satik bin Samiun (50) warga Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III. Pembunuhan dilakukanya dengan membacokan parang sebanyak lima kali ke Kepala, Wajah dan Dada. Tidak hanya itu, untuk memastikan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-16T14:41:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/05\/banyuasin-1.jpg?fit=640%2C356&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"356\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2018\/05\/banyuasin-1.jpg?fit=640%2C356&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":356},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/\",\"name\":\"Biadab, Menantu ini Tega Habisi Nyawa Mertua Di Kebun - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-05-16T14:41:53+00:00\",\"dateModified\":\"2018-05-16T14:41:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/0f13a38841f350d45a3abe12dcc42cf6\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-menantu-ini-tega-habisi-nyawa-mertua-di-kebun\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/0f13a38841f350d45a3abe12dcc42cf6\",\"name\":\"Suprianto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a95b41476c70f1635d94d15065240b07?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Suprianto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":45991,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-seorang-nenek-diduga-dibunuh-cucunya-sendiri\/","url_meta":{"origin":35773,"position":0},"title":"Biadab, Seorang Nenek Diduga Dibunuh Cucunya Sendiri","date":"15 Juni 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Tragis yang dialami seorang nenek bernama Maserum (80) seorang warga dusun Teluk Kemang Rw 08 Rt 02 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah dikediamannya, Senin(15\/6\/2020) sekitar pukul 16.00 wib. Saat ditemukan, Maserum dalam posisi tergeletak dilantai kamar\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Kriminal&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/06\/IMG_20200615_222416.jpg?fit=640%2C344&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":46459,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/pelaku-pembunuhan-di-muara-telang-diringkus-dalam-waktu-dua-jam\/","url_meta":{"origin":35773,"position":1},"title":"Pelaku Pembunuhan di Muara Telang Diringkus Dalam Waktu Dua Jam","date":"21 Juli 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN- Kasus Pembunuhan di Muara Telang akhirnya terungkap. Tidak lebih dari dua jam tersangka pelaku pembunuhan terjadap korban Sudir yang merupakan warga Desa Telang Lubuk Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin. Akhirnya ditangkap Baca juga : Pancasila Jadi Topik Hangat Baca juga : Bupati Garut Nantikan Kedatangan Wisatawan Kasus pembunuhan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"Pelaku Pembunuhan di Muara Telang Diringkus Dalam Waktu Dua Jam","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/07\/banyuasin-19.jpg?fit=640%2C416&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":32680,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/biadab-bapak-tiri-perkosa-anak-10-tahun-dibawah-ancaman-sebilah-parang\/","url_meta":{"origin":35773,"position":2},"title":"Biadab, Bapak Tiri Perkosa Anak 10 Tahun Dibawah Ancaman Sebilah Parang","date":"21 Agustus 2017","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUSI RAWAS - Sungguh biadab kelakuan Dedi\u00a0Hariadi (47)\u00a0warga Sp5 HTI Desa Tri Anggun jaya Kecamatan Muara Lakitan kabupaten Musi Rawas ini, pasalnya Ia tega melakukan pemerkosaan terhadap anak berumur 10 tahun. Biadabnya lagi korban adalah anaknya. Meskipun anak tiri. Bahkan, dengan sadis pelaku memaksa korban untuk membuka baju dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Musirawas&quot;","img":{"alt_text":"Biadab, Bapak Tiri Perkosa Anak 10 Tahun Dibawah Ancaman Sebilah Parang","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/08\/IMG-20170821-WA0155.jpg?fit=640%2C407&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":29869,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/polisi-tengah-selidiki-kebakaran-lahan-pembibitan-kelapa-sawit-di-lubuk-lancang\/","url_meta":{"origin":35773,"position":3},"title":"Polisi Tengah Selidiki Kebakaran Lahan Pembibitan Kelapa Sawit di Lubuk Lancang","date":"29 Maret 2017","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.COM, SUMSEL - \u00a0Polres Banyuasin tengah melakukan penyelidikan terhadap\u00a0Kebakaran Semak di Desa Lubuk Lancang. Kecamatan Suak tapeh, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Kebakaran tersebut terjadi\u00a0 Selasa 28\/03\/2017 sekira jam.14.00 Wib kemarin. Beruntung api hanya membakar kurang lebih setengah hektar lahan yang hanya ditumbuhi ilalang. dilokasi lahan pembibitan kelapa sawit Milik CV. SWATA\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"Polisi Tengah Selidiki Kebakaran Lahan Pembibitan Kelapa Sawit di Lubuk Lancang","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/03\/IMG_20170329_202716.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2233,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/lantaran-kesal-armadanial-nekad-habisi-istri-dan-dua-anaknya\/","url_meta":{"origin":35773,"position":4},"title":"Lantaran Kesal Armadanial Nekad Habisi Istri dan Dua Anaknya","date":"28 April 2016","format":false,"excerpt":"MUARA ENIM,\u00a0Buanaindonesia.com - Sungguh biadab, demikian gambaran mengenai perbuatan yang dilakukan Armanadial (31), warga Desa Swarna Dwipah Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) Muara Enim. Dirinya tega menghabisi nyawa istri dan kedua anaknya hanya diduga kesal dengan istrinya yang sering memarahi anak-anaknya.\u00a0Kejadian yang sempat menghebohkan tersebut, diketahui oleh warga dan jajaran\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Kriminal&quot;","img":{"alt_text":"Lantaran Kesal Armadanial Nekad Habisi Istri dan Dua Anaknya","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/04\/pelaku.jpg?fit=640%2C400&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":28251,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/berdalih-meresahkan-cahyono-di-dor\/","url_meta":{"origin":35773,"position":5},"title":"Berdalih Meresahkan, Cahyono di Dor","date":"6 Februari 2017","format":false,"excerpt":"BUANASUMSEL.COM, BANYUASIN - Rukani (59), Salawak (60), Kolik (60), Sudirman (38) dan Kallok (60), warga Kecamatan Air Salek diringkus jajaran anggota Reskrim Polres Banyuasin. Kelima tersangka ini merupakan pembunuh Ono Cahyono yang tewas ditembak di Parit 4 Desa Upang Makmur Kecamatan Makarti Jaya, Minggu (29\/1) sekitar pukul 14.30 Wib, Sampai\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/02\/Para-Tersangka-Pembunuh.jpg?fit=1040%2C644&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35773"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35773"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35774,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35773\/revisions\/35774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}