{"id":38568,"date":"2019-01-03T00:18:03","date_gmt":"2019-01-02T17:18:03","guid":{"rendered":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?p=38568"},"modified":"2019-01-03T00:18:03","modified_gmt":"2019-01-02T17:18:03","slug":"ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/","title":{"rendered":"Ketidak Adilan Sosial Untuk Warga Adalah Sumber Konflik Sumber Daya Alam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(rilis oleh \u201cBejoe Dewangga\u201d)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur : Perkumpulan NIpah Sumatera Selatan Mantan\u00a0direktur Walhi Lampung periode 2012-2015 Calon\u00a0Legislatif DPRD Kab. Banyuasin Partai PDI Perjuangan\u00a0Nomor 5 Dapil 5 (Air Kumbang, Banyuasin I, Rambutan) mengatakan, Kebijakan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di Indonesia masih jauh dari amanat konstitusi yaitu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat seperti tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Yaitu bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem ekonomi-politik neoliberal kapitalistik yang diakomodasi oleh pemerintah melalui berbagai kebijakannya telah menempatkan sumberdaya alam hanya sebatas komoditi yang diorientasikan untuk memenuhi kepentingan pasar. Kebijakan ini telah mendorong eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, ketimpangan penguasaan akses dan kontrol, ketidakadilan dan bahkan lebih jauh telah menyebabkan kerusakan pada air, tanah dan udara yang berakibat pada bencana ekologis dan tersingkirnya rakyat dari sumber-sumber kehidupan mereka. Konflik merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. Alasannya sederhana, karena banyak pihak yang berkepentingan terhadap alam, sementara masing-masing pihak berbeda kebutuhan dan tujuannya. Kebutuhan akan sumberdaya alam mengalami peningkatan bersamaan dengan berbagai perkembangan yang terjadi seperti peningkatan standar hidup, turunnya angka kematian, dan perkembangan infrastuktur yang pesat hingga menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat, antara yang kaya dan miskin, kota dan desa, kawasan bagian Barat dan Timur, dan juga antara laki-laki dan perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pejabat negara pun l merekayasa hukum dan produk perundang-undangan lainnya untuk kepentingan pribadi maupun menciptakan konglomerat \u201ckarbitan\u201d meski menindas kaum tani dan rakyat jelata. Bangunan struktur yang menindas adalah sebuah konsekuensi logis dari jargon-jargon ekonomi-politik yang dikembangkan oleh rejim orde baru dan orde transisi melalui beragam ideologi terapannya yakni pembangunanisme (developmentalism), yang bukan berbasis pada kekuatan rakyat (community bassed) melainkan berbasis pada kekuatan modal asing, militer, mesin-mesin politik birokrasi plus kaum teknokratik, dan legalisasi perampasan-perampasan tanah air dan sumber daya alam lainnya milik rakyat atas nama kepentingan pembangunan (state bassed dan capital bassed)<br \/>\nProvinsi Sumatera Selatan selain luas wilayahnya didukung juga berbagai kekayaan alam melimpah, seperti komoditi beras, buah-buahan dan sayur-mayur tumbuh subur, termasuk hasil laut seperti perikanan. Belum lagi kekayaan alam lainnya berupa hasil hutan, perkebunan, dan kelautan juga tersedia di daerah yang dijuluki sebagai ujungnya Sumatera. Dari kekayaan alam yang dimiliki oleh Provinsi Sumatra Selatan tidak serta merta membawa keberkahan bagi masyarakat Sumatra Selatan. Berbagai persoalan yang diawali kekeliruan pemanfaatan dan pengelolaan SDA oleh Negara, telah menimbulkan berbagai dampak dan persoalan di masyarakat \u2013 baik sosial, ekonomi maupun ekologi. Konflik SDA dan bencana ekologi merupakan realitas dan pemandangan yang kerap dijumpai. Berbagai sektor kehidupan rakyat, seperti areal pangan dan zona genting yang merupakan wilayah perlindungan dan keselamatan rakyat, semakin tereduksi berbagai kepentingan investasi dan pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan di atas adalah Ancaman keselamatan pangan dan kelangsungan hidup rakyat terus terjadi, dengan adanya Ekspansi industri kehutanan (HTI) dan perkebunan sawit skala besar meminggirkan hak rakyat atas kedaulatan SDA-nya. Masyarakat (petani dan masyarakat lokal) di dalam dan sekitar areal perkebunan kelapa sawit banyak menerima dampak negatif yang tidak sedikit dari pembangunan, keberadaan dan perluasan perkebunan sawit di Sumatra Selatan. Berbagai persoalan seperti upah yang tidak layak, tidak stabilnya harga TBS, nilai dan jumlah kredit yang besar yang secara sefihak ditentukan oleh perusahaan yang menyebabkan beban hutang yang tinggi, dampak lingkungan (pencemaran, kekeringan) dan konflik-konflik pertanahan selalu mewarnai keberadaan usaha perkebunan kelapa sawit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudah seharusnya saat ini pemerintah berhenti mengelabui rakyatnya, sumber daya alam sudah seharusnya dikembalikan utk kemakmuran rakyat indonesia, bukannya bangsa asing. Mari seluruh rakyat indonesia bersatu untuk memperjuangkan hak2 rakyat atas sda yg telah dikuasai oleh konglomerat maupun asing. Ketidakadilan sdh semakin blak2 an kita alami saat ini, kembalikan tanah, air, isi perut bumi kepada negara utk kemakmuran rakyat seperti diamanatkan oleh Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rakyat kecil sulit mendapatkan tanah sepetak, sementara konglomerat dan bangsa asing dgn mudahnya mendapatkan tanah, sda, minerl, batubara, sawit, karet, dgn luas hingga jutaan hektar. Siapa sebetulnya yang menikmati kemakmuran secara nyata, rakyat ataukah negara (atas nama rakyat), atau justru kelompok kapitalis yang menguras secara haram harta kekayaan sumber daya alam. di mana keadilan sosial bagi warga negara, karena kemerataan penghidupan di negri kaya raya masih saja kaum miskin dan tidak adanya lahan-lahan pertanian bagi petani, tidak adanya lapangan pekerjaan bagi kaum buruh, tidak adanya pemerataan segala pembangunan. Apakah ini dosa para pemimpin masa lalu yang melakukan pembangunan secara sentral terpusat di pulau jawa, apakah ini dosa para pemimpin masa lalu yang tidak memperhatikan rakyatnya di pinggiran hutan, pinggiran pulau dan hingga pinggiran batas negara. Apakah ini dosa para pemimpin masa lalu yang melalui kebijakannya dalam pengelolaan sumberdaya alam di kuasai asing, di kuasai oleh pengusaha hingga rakyat tidak memiliki lahan sejengkal pun. Sudah saat kita saling gotong royong membangun negeri ini dengan kebersamaan, dengan adil merata untuk pemilikan lahan, untuk kehidupan yang layak, untuk pekerjaan, untuk kesehatan dan pendidikan. KEADILAN SOSIAL ADALAH HAK SETIAP WARGA NEGARA INDONESIA.<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-38568\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-38568\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(rilis oleh \u201cBejoe Dewangga\u201d) Direktur : Perkumpulan NIpah Sumatera Selatan Mantan\u00a0direktur Walhi Lampung periode 2012-2015 Calon\u00a0Legislatif DPRD Kab. Banyuasin Partai PDI Perjuangan\u00a0Nomor 5 Dapil 5 (Air Kumbang, Banyuasin I, Rambutan) mengatakan, Kebijakan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di Indonesia masih jauh dari amanat konstitusi yaitu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat seperti tertuang dalam Pasal 33 [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-38568\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-38568\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":38,"featured_media":38563,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[295,1056],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/01\/bejoe.jpg?fit=640%2C536&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketidak Adilan Sosial Untuk Warga Adalah Sumber Konflik Sumber Daya Alam - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(rilis oleh \u201cBejoe Dewangga\u201d) Direktur : Perkumpulan NIpah Sumatera Selatan Mantan\u00a0direktur Walhi Lampung periode 2012-2015 Calon\u00a0Legislatif DPRD Kab. Banyuasin Partai PDI Perjuangan\u00a0Nomor 5 Dapil 5 (Air Kumbang, Banyuasin I, Rambutan) mengatakan, Kebijakan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di Indonesia masih jauh dari amanat konstitusi yaitu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat seperti tertuang dalam Pasal 33 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-02T17:18:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/01\/bejoe.jpg?fit=640%2C536&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/01\/bejoe.jpg?fit=640%2C536&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/\",\"name\":\"Ketidak Adilan Sosial Untuk Warga Adalah Sumber Konflik Sumber Daya Alam - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-01-02T17:18:03+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-02T17:18:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketidak-adilan-sosial-untuk-warga-adalah-sumber-konflik-sumber-daya-alam\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/5720b406c779c3155a14730d11e35d1d\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bcc8b22298e8955013e8c4d7a6721a93?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":23033,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/kantor-camat-nibung-nyaris-dibakar-massa\/","url_meta":{"origin":38568,"position":0},"title":"Kantor Camat Nibung Nyaris Dibakar Massa","date":"16 Februari 2016","format":false,"excerpt":"MURATARA, Buanaindonesia.com- Kantor camat Nibung, yang terletak di SP 9,Kelurahan Karya Makmur,\u00a0 Senin (15\/2) sekitar pukul 09.00 WIB disegel dan nyaris dibakar massa.\u00a0Penyegelan kantor tersebut dilakukan ratusan massa lantaran menuntut pembangunan pasar induk di Ibukota Kecamatan.\u00a0 Tokoh masyarakat Kelurahan Karya Makmur, Herman Bugis mengatakan, masyarakat melakukan demo tersebut lantaran kesal\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muratara&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/02\/nyaris-dibakar-masa.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":51662,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/pj-bupati-dan-dirut-ptba-tandatangani-nota-kesepahaman-dukungan-pembangunan-daerah\/","url_meta":{"origin":38568,"position":1},"title":"Pj. Bupati dan Dirut PTBA Tandatangani Nota Kesepahaman Dukungan Pembangunan Daerah","date":"10 September 2021","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARAENIM- Keberhasilan pembangunan daerah tak akan mampu maksimal tercapai jika hanya mengandalkan APBD semata, oleh sebab itu dibutuhkan dukungan dan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan, khususnya badan usaha yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan. Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Muara Enim, Dr. H. Nasrun Umar, S.H.,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muara Enim&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2021\/10\/muaraenim-14.jpg?fit=640%2C366&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":26987,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/penyu-temuan-warga-akhirnya-di-evakuasi\/","url_meta":{"origin":38568,"position":2},"title":"Penyu Temuan Warga Akhirnya di Evakuasi","date":"2 November 2016","format":false,"excerpt":"BUNAINSUMSEL.COM, BANYUASIN - Penyu raksasa terdampar di perairan Banyuasin, yang ditemukan warga Sako Makmur kecamatan Sembawa beberapa hari lalu akhirnya dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan. Rabu (02\/10\/16). Evakuasi penyu\u00a0dengan nama latin Chelonia mydas (penyu hijau) itu dilakukan rabu (02\/10\/16) sekitar pukul 15.00 wib. Hadir Kasi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/11\/Tim-BKSDA-Evakuasi-Penyu-langka.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":22417,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/kritikan-akhir-tahun-2015-fitra-sumsel-terhadap-pemerintah\/","url_meta":{"origin":38568,"position":3},"title":"Kritikan Akhir Tahun (2015) \u00a0FITRA \u00a0Sumsel Terhadap Pemerintah","date":"31 Desember 2015","format":false,"excerpt":"PALEMBANG, Buanaindonesia.com- \u00a0Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA)\u00a0 Sumsel diakhir tahun 2015 ini \u00a0mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi \u00a0Sumatera Selatan (Sumsel) yang melakukan pemangkasan anggaran besar-besaran dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 untuk sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Nunik Handayani, Koordinator FITRA Sumsel sangat menyayangkan anggaran\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Daerah&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/12\/NUnik.jpg?fit=847%2C847&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":43940,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/bupati-banyuasin-laonching-sistim-informasi-penataan-ruang-elektronik-betuah\/","url_meta":{"origin":38568,"position":4},"title":"Bupati Banyuasin Laonching Sistim Informasi Penataan Ruang Elektronik Betuah","date":"6 Maret 2020","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN- Bupati Banyuasin H. Askolani, didampingi Sekda Banyuasin H. M Senen Har serta Kepala Dinas PUTR Ardi Arpani. mengelar Audiensi dengan Direktur Proyek KELOLA Sendang Damayanti. Sekaligus melaonching sistim informasi penataan ruang Banyuasin Elektronik Tata Ruang Wilayah \"Betuah\" di kantor Bupati Banyuasin jum'at (06\/03\/20) Direktur Proyek KELOLA Sendang Damayanti.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2020\/03\/Acara-Audiensi.jpg?fit=640%2C394&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":55437,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/hari-tanpa-hujan-bukan-berarti-tak-ada-hujan-waspada-karhutlah\/","url_meta":{"origin":38568,"position":5},"title":"Hari Tanpa Hujan Bukan Berarti Tak Ada Hujan, Waspada Karhutlah","date":"15 Agustus 2023","format":false,"excerpt":"Pj Bupati Apriyadi Himbau Warga Bijak Gunakan Air Bersih, Jangan Membuka Lahan dengan membakar* Sekayu- Menurut prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, sejumlah wilayah Sumatera Selatan bagian timur akan mengalami curah hujan rendah antara 0+50 mm pada 10 hari kedua bulan Agustus yakni 11-20 Agustus\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muba&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/08\/IMG-20230815-WA0078.jpg?fit=800%2C1200&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38568"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38568"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38570,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38568\/revisions\/38570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}