{"id":789,"date":"2015-08-26T20:17:06","date_gmt":"2015-08-26T13:17:06","guid":{"rendered":"http:\/\/muaraenim.buanaindonesia.com\/?p=789"},"modified":"2015-08-26T20:17:06","modified_gmt":"2015-08-26T13:17:06","slug":"sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/","title":{"rendered":"Sungai Tercemar, Populasi Ikan Air Tawar Terancam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">MUARAENIM,\u00a0<\/span><a style=\"font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" href=\"http:\/\/buanaindonesia.com\/\">Buanaindonesia.com<\/a>\u00a0&#8211;\u00a0<span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">Populasi ikan air tawar non budidaya (liar) di wilayah Muara Enim terancam punah akibat tingginya pencemaran di sungai yang ada di wilayah tersebut.<\/span><\/strong><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.com\/news\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-medium wp-image-791\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.com\/news\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022-300x141.jpg?resize=300%2C141\" alt=\"IMG_20150826_200022\" width=\"300\" height=\"141\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022.jpg?resize=300%2C141&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022.jpg?w=640&amp;ssl=1 640w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>\u201cPenyebabnya apa, karena sungai yang ada di kita (Muaraenim) sudah banyak yang tercemar, sehingga populasi ikan tersebut semakin sedikit dan tidak ada yang membudidayakan,\u201d tutur Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Muara Enim, Teguh Sumitro, Rabu (26\/08\/2015).<\/span><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">Sekarang ini, beberapa populasi ikan air tawar, khususnya sungai di Muara Enim seperti Belida, Baung dan jenis ikan air tawar lainya semakin susut. Masyarakat terutama warga yang tinggal dipinggir sungai juga enggan melakukan budidaya seperti menggunakan keramba dan waring karena tingginya resiko.<\/span><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">Sebut saja, kata dia, beberapa sungai besar yang melintasi Muara Enim seperti sungai Enim, Lematang dan Meriak. Namun sedikit sekali didapati ada petani atau masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam\u00a0 tersebut.\u00a0<\/span><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">Namun, menurutnya bukan karena tidak mampu, namun karena masyarakat juga memperhitungkan faktor resiko yang timbul. Keberadaan spesies ikan air tawar seperti baung, belida dan jenis lainya menurut Teguh masih ada, hanya saja populasinya tidak sebanyak dulu lagi.<\/span><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">\u201cKalau kita ajak mereka melakukan budidaya seperti memanfaatkan keramba di sungai mereka jelas tidak mau,\u201dtandasnya.<\/span><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">Untuk itu, pihaknya mengajak dan mendorong masyarakat untuk membudidayakan jenis ikan air tawar seperti lele, Nila (Mujair), Mas, Patin dan Gurami. Selain secara ekonomis jenis ikan tersebut memiliki nilai yang tinggi, secara permintaan di pasar juga tinggi. Selain itu faktor resiko juga kecil dan bahkan bisa dilakukan dihalaman rumah dengan menggunakan alat seperti waring dan terpal.<\/span><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><br style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\" \/><span style=\"color: #000000;font-family: sans-serif;font-size: medium;line-height: normal\">\u201cKalau ikan mas dan nila mungkin memang perlu kolam yang luas termasuk pola kolam air deras, tapi kalau untuk lele bisa membuat kolam sederhana dengan menggunakan terpal,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Editor: juan<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-789\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-789\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUARAENIM,\u00a0Buanaindonesia.com\u00a0&#8211;\u00a0Populasi ikan air tawar non budidaya (liar) di wilayah Muara Enim terancam punah akibat tingginya pencemaran di sungai yang ada di wilayah tersebut.\u201cPenyebabnya apa, karena sungai yang ada di kita (Muaraenim) sudah banyak yang tercemar, sehingga populasi ikan tersebut semakin sedikit dan tidak ada yang membudidayakan,\u201d tutur Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Muara Enim, [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Bagikan ini:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-789\" class=\"share-twitter sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk berbagi pada Twitter\"><span>Twitter<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-789\" class=\"share-facebook sd-button share-icon\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Klik untuk membagikan di Facebook\"><span>Facebook<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":30,"featured_media":791,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[403],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022.jpg?fit=640%2C300&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sungai Tercemar, Populasi Ikan Air Tawar Terancam - BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"MUARAENIM,\u00a0Buanaindonesia.com\u00a0&#8211;\u00a0Populasi ikan air tawar non budidaya (liar) di wilayah Muara Enim terancam punah akibat tingginya pencemaran di sungai yang ada di wilayah tersebut.\u201cPenyebabnya apa, karena sungai yang ada di kita (Muaraenim) sudah banyak yang tercemar, sehingga populasi ikan tersebut semakin sedikit dan tidak ada yang membudidayakan,\u201d tutur Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Muara Enim, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANASUMSEL.COM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-08-26T13:17:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022.jpg?fit=640%2C300&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/\",\"name\":\"BUANASUMSEL.COM\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/08\/IMG_20150826_200022.jpg?fit=640%2C300&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":300},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/\",\"name\":\"Sungai Tercemar, Populasi Ikan Air Tawar Terancam - BUANASUMSEL.COM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2015-08-26T13:17:06+00:00\",\"dateModified\":\"2015-08-26T13:17:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/38bf2b493cef1f7b4002faa0f4a463ee\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-tercemar-populasi-ikan-air-tawar-terancam\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#\/schema\/person\/38bf2b493cef1f7b4002faa0f4a463ee\",\"name\":\"Her\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94f5e3c88ac5770be6dd72e2134460cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Her\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":51702,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/diduga-limbah-pt-odira-cemari-kebun-warga-dan-anak-sungai\/","url_meta":{"origin":789,"position":0},"title":"Diduga Limbah PT. Odira Cemari Kebun Warga Dan Anak Sungai","date":"19 Oktober 2021","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN- Terkait dugaan Limbah .dari PT. ODIRA yang berada di Lokasi Rt 12 Dusun 6 Desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel) kini kondisinya telah mencemari Kebun warga dan mencemari anak Sungai, membuat air sungai tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk MCK. Karna air berubah warna dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2021\/10\/muba-1.jpg?fit=640%2C629&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":26079,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/aliran-parit-di-belakang-mayora-banyuasin-tercemar-puluhan-ikan-mati\/","url_meta":{"origin":789,"position":1},"title":"Aliran Parit di Belakang Mayora Banyuasin Tercemar, Puluhan Ikan Mati","date":"16 September 2016","format":false,"excerpt":"BANYUASIN, Buanaindonesia.com - Aliran parit yang terletak dibelakan pabrik mayora kelurahan sukamoro kecamatan Talang Kelapa kabupaten Banyuasin tercemar limbah berhahaya.\u00a0Akibatnya puluhan ikan gabus dan ikan lainya mati. Jum'at (16\/09\/16). Selain mengganggu habitat ikan-ikan yang hidup di aliran sepanjang parit tersebut, akibat tercemarnya air, warga kelurahan sukamoro khususnya yang tinggal disepanjang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banyuasin&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2016\/09\/Warga-sekitar-saat-menujukan-ikan-ikan-mati.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":28319,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/ketahuan-mutas-25-warga-di-sanksi-ganti-25-kantong-bibit-ikan\/","url_meta":{"origin":789,"position":2},"title":"Ketahuan Mutas, 25 Warga di Sanksi Ganti 25 Kantong Bibit Ikan","date":"8 Februari 2017","format":false,"excerpt":"BUANASUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sebanyak 25 kantong bibit ikan nila dan lele dengan berat sekitar 250 kg dilepaskan warga bersama dengan Polsek Lubuklinggau Utara dialiran sungai Belalau, wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara. Rabu 08\/02\/17). Ke 25 kantong bibit ikan lele dan nila itu berasal dari 25 warga yang ketahuan melakukan aksi putas.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hukum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/02\/25-Warga-lepas-25-Kantong-Bibit-ikan-Lele-Nila.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":519,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/warga-dihimbau-jangan-buang-sampah-di-sungai\/","url_meta":{"origin":789,"position":3},"title":"Warga Dihimbau Jangan Buang Sampah di Sungai","date":"9 Juli 2015","format":false,"excerpt":"MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Camat Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim Drs Asarli Manudin MSi menghimbau kepada warga di wilayahnya untuk tidak membuang sampah di sepanjang sungai enim.\u00a0Selama ini dirinya sering mendapatkan laporan dari warga bahwa sungai enim masih sering dipakai untuk tempat membuang sampah warga. Akibatnya, sampah tersebut dapat mencemari air\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ragam peristiwa&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/07\/sampah-di-sungai-enim.jpg?fit=620%2C310&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1098,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sungai-kiyahan-tercemar-warna-air-hitam-pekat-dan-bau-menyengat\/","url_meta":{"origin":789,"position":4},"title":"Sungai Kiyahan Tercemar, Warna Air Hitam Pekat dan Bau Menyengat","date":"25 Oktober 2015","format":false,"excerpt":"MUARAENIM, Buanaindonesia.com\u00a0-\u00a0Anak sungai enim di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul yakni, Sungai Kiyahan yang membentang dari Desa Tegal Rejo sampai di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul diduga sudah tercemar limbah berasal dari Pabrik tahu dan tempe yang ada di sekitar Desa Tagal Rejo. Kondisinya semakin parah saat debit air minim\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2015\/10\/IMG_20151025_212920.jpg?fit=640%2C350&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":32072,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/sumur-tercemar-warga-cinta-kasih-minta-pemilik-spbu-bertanggung-jawab\/","url_meta":{"origin":789,"position":5},"title":"Sumur Tercemar, Warga Cinta Kasih Minta Pemilik SPBU Bertanggung Jawab","date":"25 Juli 2017","format":false,"excerpt":"BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM - Warga Dusun Dua Desa Cinta Kasih Kecamatan Belimbing Kabupatan Muara Enim mengeluhkan sumur milik mereka yang berbau minyak, mereka menduga pencemaran tersebut berasal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada diwilayah tersebut. Ketua Ormas Cabang Kesatuan Pemuda Pelopor Pembangunan Muara Enim (KP3ME) Kecamatan Belimbing\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Muara Enim&quot;","img":{"alt_text":"Sumur Tercemar, Warga Cinta Kasih Minta Pemilik SPBU Bertanggung Jawab","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2017\/07\/Berita-Muaraenim-6.jpg?fit=640%2C360&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/789"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/789\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/sumsel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}