Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat 1-110

144.585 dilihat
Terjemahan Al-Kahfi Ayat 1-110
Surat Al-Kahfi

BUANAINDONESIA.CO.ID, Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat 1-110. Arti Al-Kahfi menurut bahasa adalah Gua, disebut juga Ashabul Kahfi. Al-Kahfi merupakan makkiyyah surat ke-18 dalam Al-Qur’an. Surat Al-Kahfi ini terdiri dari 110 ayat

Baca juga : Macam-macam Salat Sunah Dan Manfaatnya

Advertisement

Surat Al-Kahfi termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahfi dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.

Baca : Bupati Garut Nantikan Kedatangan Wisatawan

Dalam surat Al-Kahfi mengandung artii tentang beberapa pemuda yang di tidurkan oleh Allah selama bertahun-tahun lamanya.

Tonton : Cara meningkatkan Penghasilan ala dr Sigit Setyawadi Sp. OG

Daftar Disini  gratis

Terjemahan  Surat Al-Kahfi Ayat 1-110

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada hambaNya, dan Dia tidak menjadikannya bengkok (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat: 1)

Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan kebajikan (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat: 2)

Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat: 3)

Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata “Allah beranak” (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat: 4)

Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. , demikian pula para leluhur mereka, betapa buruk ucapan yang keluar dari mulut orang-orang itu, orang-orang itu hanyalah mengucapkan dusta. (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat: 5)

Maka apakah dirimu hendak membunuh diri sendiri lantaran merasa kecewa terhadap orang-orang itu sewaktu mereka tidak beriman terhadap keterangan ini. (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat::6)

Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk kami menguji mereka, siapakah di antara yang terbaik perbuatanya (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat: 7)

ketahuilah bahwa kelak Kami jadikan hal-hal yang berada di atasnya sebagai tempat berpasir, tandus. (Terjemahan Surat Al-Kahfi Ayat:: 8)

Atau kamu menganggap bahwa para penghuni gua serta raqim termasuk mu’jizat-mu’jizat Kami yang menakjubkan? (Surat Al-Kahfi Ayat:. 9)

tatkala para pemuda memasuki gua itu lalu mereka berseru: “Wahai Tuhan kami, karuniakan Kasih untuk kami dari sisiMu, serta selesaikan kiranya urusan kami (Surat Al-Kahfi Ayat 10)

Melalui penyelamatanMu” sehingga Kami tutup telinga mereka dalam gua itu (Surat Al-Kahfi Ayat: 11)

Kemudian Kami bangunkan mereka supaya Kami ketahui manakah antara kedua pihak yang lebih tepat dalam memperhitungkan lama waktu berdiam; (Surat Al-Kahfi Ayat: 12)

Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan Mereka dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka (Surat Al-Kahfi Ayat: 13)

Surat Yasin Ayat 1-83 Lengkap Dengan Latin & Terjemahan

dan Kami toguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu
kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.” (Surat Al-Kahfi Ayat: 14)

Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan ke- bohongan terhadap Allah? (Ayat: 15)

Dan apabila kanu meniggailkan me. reka dar apa yang mereka Sembah selain Allah, maka carlah tempet Derindung ke dalam gua itu, niscaya Tunanmu akan limpahkan sebaglan ranimatya kepadamu. dan menyediakan sesuatu yang berguna Dagimu dalam urusanmu (Ayat: 16)

Dan engkau akan melilhat matahar ke- tika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka Ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dan tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang pernolong yang dapat memben petunjuK kepadanya. (Ayat: 17)

Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur, dan Kami bolak balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan
Jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dan mereka, Dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut
ternadap mereka. (Ayat: 18)

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada disini?” Mereka menjawab, “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari. “Berkata (yang laln lag), “Tuhanmu lebih rmengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka
Suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapapun (Ayat: 19)

Sesunggunnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memak samu kemball kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (Ayat: 20)

Dan demikian (pula) Kami perihatkan (marnusia) dengan mereka, agar.mereka tahu, bahwa janji Alan benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat idak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan merekamaka mereka berkata, ‘Dirikanlah sebuah bangunan dl atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka. Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atas nya. (Ayat: 21)

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (Jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya, dan yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima
(orang), yang keenam adalah anjingnya, sebagai terkaan terhadap yang gaib dan (yang lain lagi) mengatakan, Jumlah mereka tujuh (orang), yang kedelapan adalah
anjingnya. Katakanlah (Muhammad),Tuhanku lebih mengetahul jumlah mereka,
tidak ada yang mengetahui (bilangan), mereka kecuali sedikit. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal
mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa
pun. (Ayat: 22)

Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi, (Ayat: 23)

Kecuali (dengan mengatakan), Insya
Alläh.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenaranya) dari pada itu (Ayat: 24)

Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (Ayat: 25)

Katakanlah, Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua) millk-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia, dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam
menetapkan keputusan. (Ayat: 26)

PETUNJUK-PETUNJUK TENTANG
DAKWAH

Teguran kepada Nabi Agar Jangan Mementingkan Orang-Orang Terkemuka
Saja dalam Berdakwah

Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwanyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (A-Qur’an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berindung selain kepada-Nya (Ayat: 27)

Dan katakanlah: “Kebenaran berasal dari Tuhan kalian; barangsiapa yang menghendaki, maka berimanlah, sedang barangsiapa yang menghendaki, maka kafirlah” sungguh telah Kami sediakan Neraka untuk golongan yang berlaku zalim, yang gejolaknya mengurung golongan itu; apabila golongan itu meminta minum niscaya golongan itu akan diberi minum dengan cairan logam mendidih yang meleburkan wajah, demikianlah minuman yang buruk serta tempat kesudahan terburuk; sedangkan orang-orang yang beriman serta memperbuat kebajikan, Kami pasti takkan mengurangi upah untuk orang-orang yang mengerjakan kebaikan, mereka itulah yang telah disediakan Surga Adn yang dialiri sungai-sungai di bawahnya; disana mereka dihiasi dengan gelang emas serta mereka memakai pakaian hijau berbahan sutera halus maupun sutera tebal, serta mereka duduk sambil bersandar pada dipan-dipan indah; sebuah upah terbaik, sebagai tempat kesudahan yang berkenan. (Ayat:28-31)

Dan sampaikan kepada mereka tentang sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, yang kepada salah seorang dari keduanya, telah Kami sediakan dua kebun anggur, serta Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pepohonan kurma, serta di antara kedua tempat itu telah Kami jadikan sebuah ladang; kedua kebun itu menghasilkan hasil panen dengan tiada sedikit pun yang gagal lalu Kami alirkan sebuah sungai di antara kedua tempat itu, sehingga orang itu mempunyai kemewahan, kemudian orang itu berkata kepada kawannya, sewaktu bercakap-cakap dengannya: “aku memiliki lebih banyak harta dibanding dirimu, serta pengikut-pengikutku lebih hebat” serta orang itu memasuki kebunnya sedang orang itu berlaku zalim terhadap dirinya sendiri, orang itu berkata: “Tidaklah terbayang bagi diriku bahwa hal demikian akan lenyap, serta tidaklah terbayang bahwa Kemestian itu akan terlaksana, sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku tentulah aku akan memperoleh hal yang lebih baik dibanding hal demikian” kawannya berkata kepada orang itu sewaktu bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu mengingkar terhadap Yang telah menciptakan dirimu berbahan debu yang kemudian nutfah, lalu Dia membentuk dirimu sebagai seorang laki-laki? tetapi menurutku Dialah Allah, Tuhanku, serta aku tidak mempersekutukan sesuatu pun terhadap Tuhanku, maka mengapakah kamu tidak mengatakan sewaktu kamu memasuki kebunmu itu ‘Atas perkenan Allah, bahwa tiada kuasa kecuali milik Allah’ walau dirimu menganggap diriku lebih sedikit dibanding dirimu dalam hal harta benda maupun anak; mudah-mudahan Tuhanku akan memberi diriku dengan hal yang lebih baik dibanding kebunmu itu, serta mudah-mudahan Dia mendatangkan petir dari langit terhadap kebunmu itu sehingga menjadi tanah berlumpur atau airnya surut ke dalam tanah, kemudian kamu tidak mendapati kebun itu lagi” tatkala segala kemegahannya itu lenyap; orang itu membolak-balik kedua tangan atas segala hal yang telah diperjuangkan demi hal semacam ini, sedang hal semacam ini telah runtuh bersama penyangga-penyangganya serta orang itu mengatakan: “Celakalah diriku! kiranya dahulu aku tidak mempersekutukan sesuatu pun terhadap Tuhanku” maka tidak ada satupun yang menolong orang itu selain Allah; sungguh orang itu tidaklah dapat menyelamatkan dirinya sendiri; oleh sebab perlindungan itu berasal dari Allah, Yang Haq, Dialah Penolong terbaik, serta Pemelihara terbaik,

maka berilah perumpamaan kepada mereka tentang kehidupan duniawi yang seumpama air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka tanaman-tanaman tumbuh subur di muka bumi yang kemudian mengering dihempaskan angin, sungguh Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu,. Harta benda beserta anak-anak merupakan kemegahan kehidupan duniawi namun berbagai kebajikan yang kekal merupakan hal yang terbaik bagi Tuhanmu serta lebih baik sebagai pengharapan. (Ayat:32-46)

Dan pada hari ketika Kami perjalankan gunung-gunung, sehingga kamu akan menyaksikan bumi itu rata kemudian Kami himpun mereka, bahwa Kami tidak meluputkan seorang pun yang termasuk mereka; serta mereka berada dalam keadaan berbaris ketika dipertemukan menghadap Tuhanmu: “Sungguh kalian menghadap kepada Kami, sebagaimana ketika Kami ciptakan kalian pada masa terdahulu, namun kalian mengatakan bahwa Kami tiada menetapkan Pertermuan dengan kalian” tatkala Al-Kitab dihadirkan kemudian kamu akan melihat golongan yang berdosa merasa ketakutan terhadap hal-hal yang berada di dalamnya, serta mereka berkata: “Celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan perkara-perkara terkecil sekalipun, demikian pula perkara-perkara besar, melainkan tercantum semuanya” sehingga mereka dapati segala tindakan yang selama ini mereka perbuat disingkapkan; ketahuilah bahwa Tuhanmu tidak berlaku zalim terhadap sesuatu pun”. (Ayat:47-49)

Dan ketika Kami berkata kepada para malaikat: “Rendahkan diri terhadap Adam!” maka mereka merendah diri selain Iblis; makhluk itu termasuk golongan jin, sehingga makhluk itu mendurhakai perintah Tuhannya; maka patutkah kalian menghendaki makhluk itu beserta keturunannya sebagai pelindung selain Aku, sementara makhluk-makhluk itu merupakan musuh kalian? betapa buruk makhluk itu sebagai panutan untuk golongan yang berlaku zalim; Aku tiada menghadirkan makhluk-makhluk itu untuk menyaksikan penciptaan langit serta bumi, maupun penciptaan diri mereka sendiri bahwa Aku tidak menghendaki golongan penyesat itu sebagai panutan; bahwa pada hari ketika Dia berfirman: “Serulah sekutu-sekutuKu yang telah kalian sebut-sebut itu” lalu orang-orang itu memanggil-manggil golongan tersebut; tetapi golongan tersebut tiada menyambut seruan orang-orang itu lalu Kami adakan untuk orang-orang itu; tempat kehancuran, sedangkan golongan yang berdosa melihat Neraka sehingga mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, serta mereka tidak mendapati tempat perlindungan menghadapi hal demikian. (Ayat:50-53)

Dan sungguh telah Kami ulang-ulangi dalam Al-Qur’an ini, bermacam-macam perumpamaan untuk umat manusia, tetapi manusia adalah makhluk yang gemar membantah; bahwa tiada yang menghalangi umat manusia supaya beriman sewaktu Bimbingan telah tersampaikan kepada mereka maupun supaya memohon pengampunan kepada Tuhan mereka, kecuali sebagaimana Ketetapan umat-umat terdahulu atau kehadiran Azab menimpa mereka secara tiba-tiba. (Ayat:54-55)

Dan Kami tiada mengutus para Rasul selain sebagai pembawa berita gembira serta sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang kafir membantah mempergunakan kesia-siaan supaya melemahkan Kebenaran, juga orang-orang itu menganggap ayat-ayat Kami beserta ancaman-ancaman terhadap mereka sebagai cemoohan. (Ayat:56)

Dan siapakah yang lebih zalim dibanding orang yang telah diperingatkan tentang ayat-ayat Tuhannya, lalu orang itu mengabaikan hal demikian sehingga melupakan hal-hal yang telah diperbuat kedua tangannya sendiri? yang sebenarnya Kami telah meletakkan tutupan pada kalbu mereka untuk memahami hal demikian, bahwa di telinga mereka terdapat sumbatan; bahwa sekalipun kamu mengajak mereka menuju Bimbingan niscaya mereka takkan terbimbing selama-lamanya, sungguh Tuhanmu Maha Pengampun, Menguasai Kasih; sekiranya Dia menghukum mereka akibat segala tindakan mereka tentulah Dia akan menyegerakan Azab untuk mereka; tetapi ada waktu tertentu untuk mereka, ketika takkan mereka dapati pelindung terhadap hal tersebut; dan demikian itu merupakan negeri-negeri yang telah Kami binasakan ketika mereka sedang berbuat zalim, serta telah Kami tetapkan waktu tertentu tentang kebinasaan mereka. (Ayat:57-59)

Dan ketika Musa berkata kepada pengikutnya: “Aku tidak akan berhenti hingga tiba di pertemuan kedua lautan; atau aku akan mengembara seterusnya” maka tatkala mereka sampai di pertemuan kedua lautan itu, mereka terlupa meninggalkan ikannya lalu ikan itu menyusuri lautan; maka tatkala mereka telah menempuh jarak lebih jauh, Musa berkata kepada pengikutnya: “Bawalah kemari perbekalan makanan kita, sungguh kita telah merasa letih akibat perjalanan ini” pengikutnya menjawab: “Sadarkah kamu tatkala kita singgah di wilayah bebatuan tadi, sungguh aku terlupa mengenai ikan itu, bahwa tiada yang menjadikan diriku lupa untuk menceritakan hal itu selain setan, akan tetapi ikan tersebut menempuh jalannya sendiri melalui lautan dengan cara yang mengherankan.” Musa berkata: “Itulah wilayah yang kita tuju” lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula, sehingga mereka berjumpa dengan seorang hamba di antara golongan hamba Kami, orang yang telah Kami beri Kasih kepada dirinya dari sisi Kami, serta orang yang telah Kami ajarkan kepada dirinya, Ilmu dari sisi Kami; Musa berkata kepada orang itu: “Bolehkah aku mengikuti dirimu supaya kamu mengajarkan kepada diriku, kemampuan khusus yang telah diajarkan kepada dirimu?” orang itu berkata: “kamu pasti takkan sanggup memiliki kesabaran untuk mengiringi diriku; lalu bagaimanakah kamu dapat memastikan tentang sesuatu perkara mempergunakan pertimbangan tersebut?” ia berkata: “kamu akan mendapati aku, jika Allah perkenan, sebagai orang yang bersabar, bahwa aku tidak akan menentang dirimu dalam suatu perkara pun” orang itu berkata: “Apabila kamu mengikuti diriku, maka janganlah kamu mempertanyakan kepada diriku tentang keadaan apapun, sampai aku sendiri yang menjelaskan kepada dirimu” Maka keduanya berjalan, hingga tatkala keduanya menaiki perahu tiba-tiba orang itu melubanginya, ia berkata: “Mengapakah kamu melubangi perahu itu yang berakibat kamu menghanyutkan penumpangnya? kamu benar-benar telah menyebabkan masalah besar” orang itu berkata: “Belumkah aku mengatakan: ‘kamu pasti takkan memiliki kesabaran mengiringi diriku'” ia berkata: “Janganlah menghukum diriku akibat kelupaanku, serta janganlah menyudutkan diriku akibat suatu kecerobohanku”
Lalu keduanya melanjutkan perjalanan; hingga tatkala keduanya menjumpai seorang pemuda lalu orang itu membunuh pemuda itu, ia berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena orang tersebut membunuh orang lain? sungguh kamu telah melakukan perkara keji” ia berkata: “Belumkah aku mengatakan kepadamu bahwa kamu pasti takkan memiliki kesabaran mengiringi diriku?” ia berkata: “Sekiranya aku mempertanyakan kepada dirimu tentang sesuatu perkara sesudah ini, maka janganlah kamu biarkan aku mengiringi dirimu, sungguh dirimu sudah cukup memberi pemakluman terhadap diriku”.
Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka meminta makanan kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu menolak sambil melalaikan keduanya kemudian keduanya mendapati di negeri itu ada dinding sebuah rumah yang hampir runtuh, maka orang itu menopang dinding itu, ia berkata: “Kalau kamu menghendaki, niscaya kamu mintai upah untuk tindakan ini” ia berkata: “Inilah perpisahan antara diriku dengan dirimu, akan kujelaskan kepada dirimu, maksud perkara-perkara yang tidak sanggup kamu mengerti,
Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, sehingga aku hendak menghancurkan perahu itu, sebab di hadapan mereka terdapat seorang raja yang merampas setiap perahu. Adapun pemuda itu, maka kedua orang tuanya adalah golongan yang beriman, sehingga kami khawatirkan bahwa pemuda itu akan mendukakan kedua orang tuanya akibat kesesatan serta kekafiran serta kami berharap supaya Dia mengganti untuk mereka berdua dengan anak lain yang lebih murni dibanding pemuda itu, serta lebih baik dalam kasih sayangnya. Adapun dinding rumah itu merupakan kepunyaan dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya terdapat harta benda simpanan untuk keduanya sedang sang ayah adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki supaya keduanya tumbuh dewasa sehingga mengeluarkan harta benda simpanan itu, sebagai Kasih dari Tuhanmu;
Bahwa tidaklah aku melakukan tindakan-tindakan tersebut menuruti kemauanku sendiri, demikianlah maksud perkara-perkara yang tidak sanggup kamu mengerti”. (Ayat:60-82)

Mereka bertanya kepadamu tentang Zulkarnain. Katakanlah: “Aku akan menyampaikan kepada kalian, kisah tentang dirinya.” Ketahuilah bahwa Kami yang mengaruniakan kedudukan kepada ia di bumi, serta Kami beri kepada ia; cara tempuh segala hal,
maka ia menempuh suatu perjalanan, hingga ketika ia telah sampai ke tempat matahari terbenam, ia mendapati hal demikian terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, serta ia mendapati disana, sebuah umat. Kami berkata: “Wahai Zulkarnain, dirimu boleh menyiksa ataupun berbuat baik terhadap mereka.” ia berkata: “Bahwa orang yang zalim, maka kelak kami akan menghukum orang itu, kemudian ia dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazab ia dengan Azab yang mutlak; adapun orang yang beriman serta beramal shaleh, maka untuknya terdapat upah yang terbaik sebagai balasan, serta akan kami serahkan kepada ia tentang hal-hal mudah dalam perintah-perintah kami.” kemudian ia menempuh suatu perjalanan; hingga sewaktu ia telah sampai ke tempat terbit matahari; ia mendapati itu terbit menyinari kepada sebuah umat yang tidak Kami jadikan untuk mereka, pelindung terhadap itu, Demikianlah; bahwasanya Kami meliputi segala hal yang berada pada dirinya. Kemudian ia menempuh suatu perjalanan, hingga ketika ia mencapai wilayah di antara dua pegunungan, ia mendapati di hadapan keduanya sebuah kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan; Mereka berkata: “Wahai Zulkarnain, ketahuilah bahwa Ya’juj serta Makjuj merupakan orang-orang yang menimbulkan kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami menghadiahi sesuatu kepadamu, supaya dirimu mendirikan sebuah dinding pembatas antara kami dengan mereka.” ia berkata: “Hal-hal yang telah Tuhanku karuniakan untuk diriku merupakan hal yang terbaik, oleh sebab itu bantulah diriku dengan kekuatan, supaya aku mendirikan dinding antara kalian dengan mereka, berilah aku bongkahan-bongkahan besi” hingga ketika besi itu sama rata dengan kedua pegunungan itu, ia berkata: “Tiuplah!” lalu ketika ia menjadikan hal itu sebagai perapian, ia pun berkata: “Berilah aku tembaga supaya kutuangkan ke logam panas itu; sehingga mereka tidak bisa mendaki hal demikian, serta mereka tidak sanggup menembus hal demikian.” ia berkata: “Hal demikian ini merupakan Kasih dari Tuhanku, bahwa ketika Ikrar Tuhanku telah terlaksana; Dialah yang akan menjadikan hal demikian menjadi hancur luluh; sedang Ikrar Tuhanku itu merupakan Kebenaran.” Kami biarkan mereka pada Hari itu dalam keadaan saling berbaur, tatkala sangkakala telah ditiup, maka Kami himpunkan mereka semuanya; serta Kami hadirkan Jahanam secara jelas pada Hari itu kepada orang-orang kafir,: “Yakni orang-orang yang memiliki mata dalam keadaan tertutup supaya mengingat Aku, serta orang-orang yang tidak sanggup mendengar.” (Ayat:83-101)

Maka apakah orang-orang kafir itu menduga bahwa mereka dapat menghendaki hamba-hambaKu sebagai penyelamat selain Aku? bahwasanya telah Kami sediakan Jahanam sebagai tempat kediaman untuk golongan kafir. (Ayat:102)

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling celaka tindakannya serta orang-orang yang perbuatannya sia-sia dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menganggap bahwa mereka memperoleh keuntungan besar; yakni orang-orang yang telah mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka beserta pertemuan dengan Dia, sehingga segala perbuatan orang-orang itu menjadi sia-sia, bahwa Kami takkan menyambut orang-orang itu pada Hari Kebangkitan, balasan untuk orang-orang itu adalah Jahannam, disebabkan pengingkaran orang-orang itu, serta disebabkan orang-orang itu menjadikan ayat-ayatKu beserta para RasulKu sebagai cemoohan.” (Ayat:103-106)

Sungguh orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan, telah disediakan Surga Firdaus untuk mereka sebagai tempat kesudahan, mereka berada disana selamanya, bahwa mereka tidak ingin berpindah dari tempat itu. (Ayat:107-108)

Katakanlah: “Kalau sekiranya samudra dijadikan tinta untuk berbagai Ketetapan Tuhanku, tentulah samudra itu telah habis untuk Ketetapan-Ketetapan Tuhanku, walau sekiranya Kami tambahkan samudra lain pula. (Ayat:109)

Katakanlah: “Sungguh aku ini adalah seorang manusia biasa sebagaimana kalian, yang diwahyukan kepada diriku bahwasanya Tuhan kalian adalah Sembahan yang Tunggal; barangsiapa menantikan Pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah orang tersebut memperbuat kebajikan, serta janganlah orang tersebut mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Ayat:110)

Advertisement