KPA Kuta Pase Lantik Tim Pemenangan Partai Aceh Kota Lhokseumawe

15.235 dibaca

BUANAACEH.COM, LHOKSEUMAWE– Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kuta Pase, Mukhtar Hanafiah atau akrab dengan sapaan Ableh Kandang, melantik tim pemenangan cagub Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid dan tim pemenangan calon walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad.

Pelantikan digelar di lapangan Hiraq, Rabu 4 Januari 2017 dihadiri ribuan kader dan massa simpatisan pendukung Partai Aceh se-wilayah kota Lhokseumawe.

Pelantikan turut disaksikan oleh calon wakil gubernur Aceh, TA khalid, pasangan calon walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad, anggota DPD RI Fachrul Razi dan Sudirman (Haji Uma).

Selain itu juga terlihat politisi senior partai Golkar Aceh, Ir. Muntasir Hamid, ketua DPRK Lhokseumawe, M. Yasir Umar dan perwakilan dari partai pendukung. Hadir juga calon first lady Aceh, Marlina Usman, sekretaris Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tu Bulqaini, H. Anwar Kuta Krueng dan para ulama lainnya.

Menurut pantauan BUANAACEH.COM, acara yang dimulai sekira pukul 3 sore itu, walau cuaca gerimis, tetap mengikuti dengan antusias oleh massa pendukung, meski dibawah rintik hujan gerimis.

Orasi politik disampaikan secara bergantian, diantaranya oleh ketua pelaksana Saifuddin Yunus atau Pon Pang, Suaidi Yahya, Tu Bulqaini dan ditutup orasi dialogis oleh TA Khalid.

Pon Pang dalam orasi politik sebelum pelantikan tim pemenangan kembali mengajak semua pihak untuk memenangkan calon dari partai Aceh. Disamping itu, ia akan meminta kepada Mualem untuk melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi anggota DPRA dan DPRK yang di daerah pemilihan (dapil) masing-masing ternyata calon dari Partai Aceh, kalah.

Sementara itu, calon walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya kembali mengingatkan massa pendukung bahwa partai Aceh adalah jalur yang resmi untuk meneruskan perjuangan.

“Untuk jeut ta peugoet politek dalam NKRI, untoek supaya politik perjuangan geutanyoe, beu legalitas melalui Partai Aceh. Meunyoe hana Partai Aceh berarti hana legalitas, hana sah untoek ta peugot perjuangan politek dalam NKRI” ucap Suaidi Yahya.

Calon petahana ini juga menyinggung persoalan kondisi keuangan kota Lhokseumawe yang mengalami defisit. Suaidi menyebut justru pemerintahan yang ia pimpin dapat melakukan kegiatan fisik dan bantuan pro rakyat lainnya meski kondisi keuangan daerah defisit. Ia juga menjawab kritikan masyarakat yang menganggap defisit itu adalah sebuah kegagalan pemerintahan.

“Yang peunteng nyoe (program-red) selesai, yang bek colaps (bangkrut-red). Kondisi keuangan kota Lhokseumawe bisa kita kendalikan sampai tahun 2017 dan 2018. Hana meu urusan. Peng na keudroe. Hana peng tamita, ta meu utang” sambung Suaidi yang mendapat tepukan riuh massa pendukung.

Bagaimana Menurut Anda?