BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Tim konservasi penyu Arun Meubanja, yang terdiri dari relawan masyarakat sekitar yang peduli terhadap pelestarian hewan langka ini, melepaskan 37 ekor anak penyu (tukik), Kamis, 23 Maret, 2017 di lokasi pantai arun, Keude panga, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.
Dedi penyu, sapaan akrab yang dipanggil, selaku ketua konservasi penyu menjelaskan kepada BUANAINDONESIA, Tim ini sudah berdiri sejak tahun 2012, bekerjasama dengan Conservation Organization, World Wide Fund For Nature (WWF). Sampai dengan saat ini sudah lebih dari 2.000 ekor tukik yang dikembalikan ke habitatnya.
Mulainya pelestarian hewan langka ini, sambung dedi, dia bersama kawan-kawan prihatin melihat habitat penyu yang sudah mulai langka. Padahal untuk wilayah ini, dahulunya termasuk tempat habitat penyu berkembang biak, ujarnya.
Lanjut dikatakan Dedi, hewan penyu yang ada diwilayah konservasi ini berjenis, lekang dan belimbing. Perbedaan secara fisik, jelas dedi, kalau penyu lekang berbentuk kecil, sedangkan penyu belimbing lebih besar fisiknya. Dalam proses masa menetas, untuk jenis lekang sampai 55 hari, sedangkan belimbing 55 sampai dengan 65 hari. Untuk usia penyu ini diperkirakan bisa mencapai ratusan tahun, ucapnya.
Selama ini, dedi menyebutkan, dirinya dan kawan-kawan melakukan konservasi penyu dengan hasil swadaya rekan-rekan, untuk pemerintah setempat sendiri, terang Dedi, memberikan bantuan pembuatan pondok, dan pagar batas tempat lokasi telur penyu ditanam.
Ditambahkan Dedi, apalagi dengan adanya Qanun Mukim, No 1, Tahun 2016, tentang pelestarian penyu, alhamdulilah untuk saat ini, sekitar 50% masyarakat, sudah mulai tumbuh rasa peduli, dan menyadari bahwa hewan penyu ini termasuk hewan langka dan dilindungi, kata Dedi.
Masih kata Dedi penyu menjelaskan, untuk lokasi konservasi penyu, khususnya aceh jaya, ada di tiga tempat berbeda, seperti, Keude Panga, Aluephit, dan Kuta Tuha, imbuhnya.
Harapan Dedi penyu beserta kawan-kawan, dengan adanya konservasi penyu ini, bisa menjadi tempat wisata baru bagi masyarakat, bukan hanya warga kabupaten aceh jaya saja, tetapi juga dari luar kabupaten setempat. Dan semoga saja Pemerintah lebih memperhatikan tentang tempat konservasi penyu, sehingga tempat ini juga dapat menjadi tempat riset kehidupan hewan langka di kudian hari, tutup Dedi kepada media ini









