Ini Arti Kelulusan Menurut Senator Sumut

12.883 dibaca

BUANAINDONESIA, SUMUT – Beredarnya foto-foto kelulusan, yang diduga para Siswa-Siswi SMA, Sumatera Utara, pada beranda Media Sosial Faceebook, yang diunggah oleh akun dengan insial MW, tanggal 9 Mei 2017. mendapat tanggapan serius dari Senator Provinsi Sumut, Parlindungan Purba

Kepada buanaindonesia, Parlindungan Purba, mengatakan terjadinya aksi coret-coret baju itu dimungkinkan karena siswa/siswi tidak memahami dan mengerti akan arti kelulusan.

Tentang kelulusan itu, kata Parlindungan, bukanlah segalanya, “Inikan baru selesai masa kelulusan SMA, dan pastinya mereka akan go to campus”, kata Senator. Lewat Telpon genggamnya Jum’at (12/05/17).

Jadi, lajut Parlindungan, seharusnya sikap dan perbuatan generasi penerus lebih positif, dalam menyikapi makna dari kelulusan.Senator Parlindungan menghimbau, kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi pada masa mendatang. “hal ini dapat merusak serta mencoreng, khususnya dalam dunia pendidikan, ” tegas dia.

“Seharusnya kepada Kepala Sekolah terkait, bila kejadian tersebut memang benar, bukan Hoax, harus melakukan pengawasan kepada murid dengan mengeluarkan surat edaran, saat sebelum pengumuman kelulusan disampaikan. Sehingga makna menyambut kelulusan lebih berarti kepada hal yang ter-arah,” imbuh Parlindungan Purba.

Senada juga dikatakan Kepala Sekolah SMU Negeri 17 Medan Sumentara Utara, Kepala Sekolah SMU Negeri 17, Medan Tuntungan, kepada media ini, melalui ponselnya, mengatakan, terkait hal yang terjadi itu, seharusnya pihak sekolah terkait mengarahkan serta memberikan penjelasan kepada siswanya, kata Kepsek Soagahan Simanungkalit.

Menurut Kepsek, bila hal tersebut terjadi kepada siswa disekolahnya, siswa yang berbuat harus segera di panggil untuk diarahkan. Sebelum hal itu terjadi, pihak sekolah memberikan penjelasan apa arti makna kelulusan bagi mereka.

Tentang pencegahan, sebut Kepsek, pihak sekolah dapat mengarahkan kepada hal-hal positif lainnya, yang tidak melanggar dari norma serta etika, selaku peserta didik. Dalam hal ini siswa-siswi SMA yang dinyatakan lulus, tegas ia.

Supaya dalam melakukan aktifitas menyambut kelulusan mereka mempunyai etika. Bila perlu sampaikan kepada orangtua mereka, sehingga dapat menjadi kerja sama yang baik.

“Sekolah harus melakukan pembinaan dahulu, sebelum pengumuman kelulusan ini disampaikan. Ini tugas penting kita di sekolah, kepada para siswa-siswi untuk mencegah terjadinya hal negatif saat pengumuman kelulusan,” Tukas Kepala Sekolah SMA Negeri 17.

Bagaimana Menurut Anda?