Penggunaan Dana BOS di SMPN 5 Lhokseumawe Membengkak, Kepala Sekolah: Saya Tidak Ada Waktu

26.897 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS) di SMP 5 Lhokseumawe, yang terletak di Jalan Samudra, Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Beraroma Korupsi. Pasalnya, di beberapa komponen penggunaan terlihat sangat membengkak.

Sekolah yang memiliki hampir seribuan Mirid itu memiliki kucuran anggaran pertahun sebesar Rp 967.500,000 (sebulan ratus enam puluh tujuh juta limaratus ribu). Setiap triulan sekolah tersebut memiliki anggaran dengan besaran lebih dari Rp 240,000.000, (dua ratus empat puluh juta), namun dalam penggunaan dana diduga sarat masalah dan penyimpangan.

Seperti yang diungkapkan salah seorang wali murid, yang namanya tidak mau disebutkan demi kenyamanan anaknya dalam mengemban ilmu di sekolah itu, ” saya melihat ada aroma korupsi dalam penggunaan dana operasional sekolah di Sekolah Menengah Negeri 5 Kecamatan Banda Sakti”, ungkapnya. Kamis (26/10/2917),

Dalam ulasannya pada awak Media, kerancuan sangat terlihat dalam rekap perkomponen pada tahun 2016, seperti pada triulan pertama, untuk kegitan pembelajaran dan ektrakulikules Siswa menelan anggaran sebesar Rp 38,142,500, dan kegiatan ulangan dan ujian juga menghabiskan dana Rp 48,650,000, serta biaya lainnya jika seluruh komponen 1 sampai 12 telah terpenuhi pendanaan dari Bos sebesar Rp 90.960.000, “Menurut saya, ini sangat pantas di pertanyakan”. Katanya.

Dikatakannya, Bukan pada triulan pertama pada triulan kedua dan ketiga serta keempat juga terlihat ada pembengkakan, pada kegiatan ulangan dan ujian triulan kedua bahkan menguras anggarah lebih besar mencapai Rp 78,335,593, dan pada triulan selanjudnya juga menguras dana sebesar Rp 8,835,750, dan keempat juga memakan dana Rp 54, 319,000.

“Begitu juga di biaya lainnya jika seluruh komponen 1 sampai 12 telah terpenuhi pendanaan dari Bos pada triulan kedua dengan besaran Rp 25,640,000, dan ketiga juga menguras dengan nominalnya Rp 44,190,000, dan keempat juga mencapai Rp 44,689,000”, inbuhnya.

Menurutnya, penggunaan dana dengan jumlah besar itu, sudah sepantasnya dipertanyakan. karena, ada dugaan menyimpan berbagai dugaan penyelewengan, dan sangat patut di pertanyakan, “kita berharap pihak Investorat dan BPK, melihat kembali rekapitulasi perkomponen penggunaan anggaran di sekolah tersebut, bahkan melakukan audit lapangan, karena diduga sangat rawan oleh penyimpangan”, tandasnya.

“Kita berharap pihak terkait melakukan audit kembali penggunaan Dana Operasional Sekolah di SMPN 5 Lhokseumawe, karena bila kita kaji data rekapilasi perkomponen, kita menduga sarat terjadinya penyimpangan dan rawan korupsi, bila ada temuan kita juga berharap dapat diproses secara Hukum, supaya menjadi pembelajaran kepada yang lain”. Paparnya.

Sementara itu kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Lhokseumawe, saat di konfirmasi Media, melalui telp seluler, Jum,at (27/10), tidak mau menanggapi, serta seakan tidak memanfaatkan ruang yang diberikan untuk menanggapi informasi yang disampaikan, dengan beralasan, sedang sibuk mengurusi Sertifikat para Guru di Dinas Pendidikan. “Saya lagi sibuk urus sertifikat para guru di dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saya tidak sempat dan tidak ada waktu”. Singkatnya.

Sebelumnya wartawan juga sudah mendatangi sekolah, dan pimpinan tidak berada di tempat.

Bagaimana Menurut Anda?