PWI Aceh Jaya Kaderisasi Anak SMA Menulis

19.166 dibaca

KhadafiBUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Jaya menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik kepada Siswa Siswi Sekolah Menengah Atas. Dengan tema “Melalui Pelatihan Jurnailstik, Mencetak Generasi Penulis Dalam Menghiasi Pembangunan Gerbang Raja”. di Hotel Pantai Barat, Kamis (18/01/18.

Ketua Balai PWI Aceh Jaya, Sa’dul Bahri dalam sambutanya mengatakan, Pelatihan jurnalistik itu bertujuan untuk kaderisasi. agar hobi serta minat menulis terus beregenerasi dari para pelajar tingkat SMA.

Sehingga, dalam proses pembangunan khususnya di Kabupaten Aceh Jaya juga dapat dihiasi oleh tulisan yang membangun serta memiliki nilai positif untuk kemajuan daerah.

“Nantinya, kita berharap agar para siswa semakin terarah dalam menulis, rumus 5W+1H menjadi pedoman penulisan dalam bentuk apapun,” imbuhnya.

Kata Sa’dul, menjadi seorang penulis tidak hanya untuk gaya atau trending masa kini, tetapi menulis merupakan cara lain mengasah kemampuan diri. “Menjadi penulis bukanlah hal yang mudah. Namun, ada beberapa langkah dan rumus yang harus dipenuhi termasuk harus melewati langkah-langkah  dasar untuk jadi seorang penulis”, ungkapnya.

Sa’dul juga mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada Teuku Irfan TB, Bupati Aceh Jaya, yang sudah memberikan waktunya, ditengah kesibukannya sehingga dapat hadir membuka acara tersebut.

“Kami PWI Aceh Jaya sangat berterimakasih dengan kesanggupan Pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya, mendukung kami, juga turut memberikan tempat untuk persiapan Kantor PWI Aceh Jaya nantinya. Ini satu hal yang luar biasa”, kata Sa’dul Bahri.

Sementara, beberapa siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, yang mengikuti pelatihan itu mengaku senang. Sebab, telah mendapatkan ilmu tentang menulis.

“Profesi wartawan ternyata mempunyai nilai tantangan tersendiri, selain dalam menulis berita. Kita bukan hanya diajarkan bisa menulis saja, tetapi makna dari menulis tersebut juga harus kita pahami, seperti 5W+1H, selama ini, menulis yang kami tahu, hanya menulis saja. Ternyata, dalam tulisan mempunyai rumusnya. Kami senang sekali”. tuturnya.

Bagaimana Menurut Anda?