Dandim 0114/Aceh Jaya : Pancasila Mewadahi Seluruh Suku Dan Agama Serta mempersatukan seluruh Bangsa Indonesia

13.280 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Komandan Kodim 0114/Aceh Jaya, Letkol Kav Andhie Suryatama, S.I.P menyampaikan, bahwa Pancasila mewadahi semua agama dan suku di Indonesia. “Pancasila mewadahi seluruh agama dan suku di Indonesia. Pancasila mempersatukan seluruh Bangsa Indonesia”, tukasnya”. Tegas Andhie Suryatama saat memberi paparan tentang Pancasila, dalam acara Komunikasi Sosial (Komsos) bersama komponen masyarakat di Makodim 0114/Aceh Jaya, Jumat ( 29/6/2018).

Dikatakan Letkol Kav Andhie, Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa dan telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Dandim juga menjelaskan, bahwa timbulnya ancaman terorisme dan radikalisme dewasa ini, karena kurangnya pengamalan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila, Sehingga selalu ingin memaksakan kehendak “Timbulnya ancaman terorisme dan radikalisme dewasa ini salah satu penyebabnya adalah karena nilai – nilai Pancasila tidak di implementasikan secara murni baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Para pelaku teror selalu memaksakan kehendak mereka” papar Dandim.

Dikesempatan tersebut, Dandim mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meperkuat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari kita jadikan moment silaturahmi ini  sebagai momen merevitalisasi semangat juang dan semangat kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan, serta memperkuat semangat nasionalisme bangsa Indonesia”. Tandasnya.

Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) ini dihadiri para Camat, Danramil, Kapolsek dalam wilayah Kabupaten Aceh Jaya, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan siswa – siswi tingkat SMA.

Selain kegiatan Komsos, Kodim 0114/Aceh Jaya juga memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan Karhutla dengan pamateri Kasat Narkoba Polres Aceh Jaya Ipda Erwo guntoro, SH dan  sosialisasi penanggulangan bencana alam oleh kepala BPBK Aceh Jaya  Muktaruddin.

Bagaimana Menurut Anda?