BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Arus listrik yang seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya dalam keadaan normal seperti wilayah lainnya, tidak terjadi di Kecamatan Sampoiniet dan Kecamatan Darul Hikmah.
Menurut informasi yang dihimpun buanaindonesia, selama enam bulan di Kecamatan Sampoiniet, arus listrik sering padam, sedangkan selama dua tahun di Kecamatan Darul Hikmah, hal yang sama pun terjadi. Arus listrik yang sepenuhnya normal, belum dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Bahkan banyak peralatan listrik yang rusak akibat arus yang tidak normal tersebut. Ditambah, saat menjelang magrib, dan malam, listrik sering padam tiba-tiba, masyarakat sangat merasa kecewa.
Camat Sampoiniet, Taufik dan Camat Darul Hikmah, Nurri, Kamis (7/3/2019) kepada buanaindonesia, saat di hubungi membenarkan hal itu. kata Taufik, selama ini banyak masyarakat di kecamatannya yang melaporkan pasal tersebut. “Listrik padam beberapa menit, lalu hidup kembali. dan ini berulang terjadi, kita tidak tahu kendalanya dimana. Lampu juga kedap-kedip mati, sekian menit mati, lalu hidup kembali. Ini diluar pemadaman rutin, hal seperti ini terjadi selama enam bulan”, kata Camat Sampoiniet.
“Selama ini, dari laporan masyarakat yang di sampaikan kepada kita, mereka selaku pelanggan merasa rugi, karena banyak peralatan rumah tangga yang rusak, akibat arus yang tidak normal itu.” Imbuhnya.
Walaupun tingkat kerusakannya tidak seketika terjadi, tutur Taufik, tapi hal itu membuat peralatan rumah tangga lambat laut akan rusak dikarenakan tidak normalnya arus listrik. “Untuk alat elektronik, itu sangat beresiko dang menganggu”, tandasnya.
Terkait masalah itu, ungkap dia, pihaknya sudah pernah menyampaikan laporan tersebut kepada PLN. Cuma, kata pihak PLN, hal itu terkendala akibat gangguan jaringan dari batang-batang pohon, dahan, ranting.
Sedangkan usaha dari pihak PLN dalam mengatasi masalah ini, menurut Taufik, ada dilakukan oleh pihak PLN, namun belum ada perubahan yang berarti. “Masih tetap nyala-nyala padam yang dirasakan oleh masyarakat di 19 desa di kecamatannya”. sambungnya.
Malah pemadaman ini juga berimbas kepada kecamatan tetangga, Darul Hikmah, masih kata Taufik, pemadaman ini terjadi hampir setiap hari menjelang magrib, apalagi bila angin kencang atau cuaca buruk. Taufik berharap permasalahan ini dapat segera terselesaikan.
Sementara, Camat Darul Hikmah, drh. Nurri, kepada buanaindonesia, menyampaikan hal senada, pasal arus listrik yang tidak normal tersebut. Bila di kecamatan tetangga selama enam bulan, di kecamatan yang dipimpinnya, permasalahan listrik ini, sudah terjadi selama dua tahun lebih, “Banyak laporan dari masyarakat, kata Nurri, yang sudah disampaikan kepada kita, terkait gangguan arus listrik yang menyebabkan banyak masyarakat dari 19 desa di kecamatan ini merugi, seperti, tidak berjalan usaha mikro dengan normal dan rusaknya peralatan elektronik rumah tangga”. Tandasnya.
Sepanjang dua tahun lebih ini, hal itu yang terus terjadi, sehingga membuat konsumen listrik merasa kecewa, dan dirugikan. Apalagi bila ada pegawai yang bekerja menyelesaikan tugasnya, hal itu menjadi kendala.
Menurut Taufik, pasal arus yang tidak normal ini sudah pernah di konfirmasikan kepada pihak PLN, pihak tersebut juga sudah melakukan pemangkasan-pemangkasan dahan-dahan pohon yang menganggu jaringan listrik tersebut.
Namum walaupun demikian, kata Nurri, dia berharap, kepada pihak terkait untuk dapat segera menuntaskan permasalahan ini. “Masak iya negara sudah merdeka, masyarakat mau bangkit ekonominya, tetapi listrik untuk kebutuhan dasar itu tidak tersedia.”
Jadi bila mau ekonomi masyarakat bangkit, ya harapannya kebutuhan listrik itu diutamakan dan tersedia.
Terpisah, Bian Wahyudi, Manager Rayon PLN Calang, saat dihubungi buanaindonesia, Jumat (8/3/2019) mengatakan, pasal arus listrik yang tidak normal di dua kecamatan itu penyebabnya gangguan external, seperti pohon, ranting, dan hewan. Untuk kita sendiri, sementara ini, yang sudah-sudah, kita akui memang mendapat sedikit gangguan, walaupun padam pada saat bukan waktu-waktu pemeliharaan. Penyebabnya itu, diakibatkan seperti adanya hewan-hewan, seperti tupai, dahan pohon dan lainya.
Selama ini, menurut Bian, gangguan yang terjadi tersebut, pihaknya sudah berusaha memperbaikinya. Termasuk perawatan berkala yang dilakukan dengan pemangkasan-pemangkasan dahan dan ranting pohon yang menganggu suplai jaringan listrik tersebut, juga dengan pemasangan APG (Alat Pelindung Gardu), “jadi yang di travo, kami letakan di gardu”, imbuhnya.
Lanjut dikatannya, yang sekarang ini, terang Bian, sedang berjalan dilakukan, ialah pemisahan penyulang. Hal itu dilakukan, supaya daerah Kecamatan Setia Bakti itu, arusnya bisa lebih handal dan natinya bisa lebih tahu daerah mana gangguan yang terjadi.
Selain itu, sambung Bian Wahyudi, dengan selesainya pembuatan pemecah penyulang yang dilakukan itu, nantinya untuk Setia Bakti, akan mempunyai penyulang sendiri. Sedangkan untuk Kecamatan Sampoinit, juga nantinya akan mempunyai penyulang sendiri, sehingga kedepannya untuk penanggulangan masalah listrik dapat lebih mudah ditangani. “Jadi begitu ada gangguan dapat lebih mudah ditelusuri. Selama ini, gangguan yang ditemukan, dominannya masih disebabkan oleh pohon dan binatang”. kata Bian.
Bian berjanji, bila ada keluhan masyarakat lebih detailnya bisa dilakukan kunjungan ke setiap kecamatannya untuk kita pertanyakan kepada masyarakat menangapi keluhan dimaksud. “Dalam waktu dekat kita akan turun ke lokasi tersebut,” tutup Bian Wahyudi.








