KEBAKARAN DI ISRAEL BUKTI ALLAH MURKA

14.244 dibaca

BUANAACEH.COM, OPINI – Bertepatan dengan hari lahirnya nabi Muhammad SAW, pasukan yahudi yang yang menamakan diri Pasukan Gajah menyerang Ka’bah karena raja Abrahah merasa iri terhadap bangunan suci itu yang tiap tahunnya selalu ramai dipenuhi oleh ummat Islam di seluruh dunia yang melaksanakan Haji dan Umrah. Bangunan yang dibangun oleh nabi Ibrahim dan putranya Ismail AS, merupakan tempat berkumpulnya para ummat Islam melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Dengan mengendarai gajah, para serdadu Abrahah merencanakan akan menghancurkan bangunan itu agar ummat Islam tidak lagi ke Mekkah tiap tahunnya. Namun angan-angan sang raja kafir ini tidak diizinkan oleh Allah, hanya dengan sebutir batu dari api neraka yang di oleh burung Ababil (sejenis burung layang-layang) dan dilemparkan ke arah kepala serdadu kafir tersebut dan mati bersama kenderaannya. Dari sekian banyak serdadu Abrahah yang ingin menghancurkan Baitullah, semuanya mati, hanya tersisa satu orang untuk membawa pulang kabar berita tersebut kepada rajanya.

Baru-baru ini, kafir Benyamin Netayahu juga membuat sejarah. Setelah sekian lama menjajah dan merampas tanah Palestina hingga mendirikan negaranya, menganiayai warga muslim dan membunuh dengan kejam. Hari ini kembali dia melarang orang islam Paleatina memakai pengeras suara di Mesjid Al Aqsha. Mesjid yang dibangun semasa nabi Musa AS, dan sekaligus tempat singgahan nabi Muhammad SAW pada malam Israk dan Mikraj, kini dilarang kumandangkan panggilan Shalat (Azan) oleh kafir yahudi nasrani. Malah bangsa Israel mencoba membakar rumah-rumah muslim di Palestina.

Allah juga menunjukkan kuasa NYA dan murka NYA kepada kafir yang sudah sangat biadab. Api yang ditujukan oleh kaum kafir tersebut agar membakar pemukiman muslim berubah arah. Bagai bola api yang jatuh dari langit berkobar mendarat ke pabrik-pabrik industri milik Israel, kantor-kantor dan gedung-gedung. Berbagai armada pemadam kebakaran dikerahkan Israel untuk memadamkan api tersebut, bahkan sampai dilakukan dengan roket lewat udara, namun api tidak padam juga.

Menurut info yang beredar di berbagai media, api malah semakin ganas menjalar hampir ke seluruh intansi dan pabrik-pabrik milik Israel. Sementara di mesjid Al Aqsha dan tempat pemukiman orang islam aman-aman saja.

Ini sangat jelas bahwa kebakaran ini bukan kebakaran biasa, melainkan pertanda Allah murka kepada penduduk bumi yang sudah sangat biadab. Mereka diciptakan untuk saling mengenal dan berbuat baik antara sesama untuk bertaqwa kepada Allah, bukan untuk saling menganiayai.

“Tidak akan kuciptakan manusia dan jin kecuali untuk bertaqwa kepada KU.”
Itu kata Allah di dalam al quran. Dan Allah menyambung lagi di ayat yang lain,
,”Jika kamu sudah ingkar dan keterlaluan, maka azab KU teramat pedih”

Pun demikian bencana yang telah menimpa kaum Israel, Perdana Mentri Benyamin Netayahu masih tetap congkak dan sombong. Malah kafir itu bersumpah bahwa tidak akan menyetujui negara Palestina merdeka. Apapun yang terjadi bagi Netayahu, Palestina harus dilenyapkan di Timur Tengah. Misinya, islam harus hancur. Apalagi Amerika Serikat sekarang memiliki presiden yang anti islam, Trump. Sikap serta pandangan Trump dan Netayahu tidak jauh berbeda, yaitu mau menghapus islam di muka bumi.

Namun yang perlu digaris bawahi bahwa Allah telah menjanin islam tidak akan hilang di muka bumi, sekalipun Israel, Amerika dan Myammar begitu gencar membunuh hak-hak orang islam. Namun Allah tidak akan merelakan kafir-kafir ini menjajah islam sepanjang masa. Mungkin kali ini giliran Israel tertimpa api neraka, bisa jadi  esok lusa giliran negara lain. Allah akan berkehendak kepada siapa yang dikehendaki NYA. Tak ada yang bisa melarang. Buktinya, Israel yang congkak dan sombong, ternyata tidak seperti yang diiklankan. Cuma api segitu tidak bisa dipadamkan. Mana senjata dan armadanya yang mereka bangga-banggakan.

Dari cuplikan di atas, dapat kita garisbawahi bahwa Allah Akan Murka terhadap manusia yang sudah diluar batas. Teguran dan Kutukan akan diberikan kepada yang dikehendaki NYA.

Bagaimana Menurut Anda?