Kampanye Fuad-Arif Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat ” Woyla Bergemuruh “

11.521 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH BARAT – Woyla Induk bergemuruh dan menggema tatkala suara masyarakat sekitar mengelu-elukan nama putra terbaiknya, “Iya, Fuad Hadi dan Muhammad Arif menjadi magnet kegiatan kampanye akbar” yang dilaksanakan rabu malam 8 Februari 2017,  di Pasar Induk desa Kuala Bhee Kec.Woyla Induk Aceh Barat, ungkap salah seorang tokoh masyrakat setempat.

Pantauan Buanaaceh.com, acara kampanye tersebut, yang dihadiri hampir ribuan orang “ban sigom Woyla Raya” ini, turut juga di ikuti dari berbagai kecamatan lainnya seperti Meureubo, Johan Pahlawan, Kaway XVI, Arongan Lambalek dan sebagainya.

Mewakili tokoh masayarakat Woyla Raya Tgk. Rian dalam orasi politiknya menyampaikan, bahwa menjadi sebuah kebanggaan bagi kita semua “ureung pucok Woyla” ketika ada salah satu putra kita mampu eksis di luar Aceh dan kembali ke kampung untuk mengabdi di daerahnya dengan cara maju sebagai calon bupati Aceh Barat. Hal ini ditegaskannya, persoalan marwah dan nama baik, aneh bila rasanya kita sebagai ureung Woyla Raya tidak mendukung “aneuk droe”.

Tgk rian juga menambahkan dari 3 pasangan kandidat bupati hanya Fuad dan Arif lah yang berani berkomitmen dan berjanji untuk menjadi Bapaknya anak dayah. Jadi kedepan para anak dayah santri dan santriwati jangan minder dan takut lagi karena kedepan, insya Allah bapak kalian langsung Bupati Aceh Barat sebutnya.

Dalam orasi politiknya, Fuad Hadi sebagai calon bupati menyampaikan bahwa hari ini persoalan Aceh Barat itu kian kronis, 10 tahun kita dipimpin oleh 2 periode yang berbeda dan belum mampu memecahkan permasalahan daerah.

“Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Para sarjana banyak, lapangan kerja makin sulit” maka Fuad Hadi siap memberi solusi ujarnya. Dan lagi dikatakan, Penegakan syariat islam, Peningkatan ekonomi rakyat, dan pembukaan lapangan kerja menjadi focus utamanya “Fuad – Arif ” dan insya Allah akan diselesaikan dalam tempo 3 tahun pemerintahannya, pungkasnya. Sebelum mengakhiri orasinya Fuad Hadi mengingatkan agar selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan, jadikan pilkada sebagai pesta demokrasi bukan ajang petarungan emosi, tutup Fuad Hadi.

Bagaimana Menurut Anda?