Waw..! KOMPPAS Temukan 100 MUKAN 100 AIR TERJUN DI ALAM SUBULUSSALAM

17.710 dibaca

BUANAINDONESIA, ACEH – Komunitas Pemuda Pecinta Alam Subulussalam (KOMPPAS) selama hampir 5 tahun mengeksplorasi alam Subulussalam telah temukan seratusan air terjun, beberapa gua stalaktit dan stalagnit ,2 spot Rock Climbing yang bertaraf internasional, dan berbagai serangga serta flora langka di alam Kota Subulussalam.

Muhammmad Roni Pembina KOMPPAS pada saat acara Sosialisasi Duta Wisata hari ini mengatakan Komppas dalam perjalannya menganut ekowisata yaitu wisata yang tidak hanya sekedar untuk melakukan pengamatan dan penelusuran jejak di hutan belantara tetapi telah terkait dengan konsep pelestarian hutan dan penduduk local.Dan merupakan suatu perpaduan dari beragai minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan,ekonomi dan social,dan tidak bisa dipisahkan dengan konservasi,oleh karena itu ekowisata disebut sebagai perjalanan wisata yang bertanggung jawab.

Selama 5 tahun kami mengeksplorasi alam Subulussalam kami telah banyak menemukan potensi wisata alam kota ini.Disini hanya bisa kami sampaikan 9 buah potensi wisata alam air terjun yang memiliki jarak tempuh singkat 15 sampai satu jam dari pusat kota Subulussalam. Demi menjaga kelestarian 91 buah lagi air terjun yang kami data,dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab ujar Roni.

Air Terjun Kedabuhan Lae Kombih yang terletak di desa Jontor Kecamatan Penanggalan sekitar 20 menit dari pusat kota Subulussalam.Air terjun setinggi 50 meter ini selain memberikan keindahan dan kesejukan juga bisa dijadikan tempat uji mental dengan rafting mengarungi sungai sepanjang 10km,dengan grade 2 hingga 3 plus.

Air terjun Pendulangan, terletak di desa Singgersing Kecamatan Sultan Daulat.Untuk bisa kelokasi tersebut anda dapat menggunakan kenderaan umum  selama 20 menit menuju desa Singgersing.Lalu berjalan kaki melintasi sungai dan perbukitan sekitar 60 menit.

Air terjun Kayangan terletak di desa Sikelang kecamatan Penanggalan,tepat dipinggir sungai lae Kombih.Untuk ke lokasi ini anda bisa menggunakan kenderaan umum sekitar 10 menit dari puat kota Subulussalam.Lalu berjalan kaki 15 menit menyebrangi sungai.Air jernih,kolam alami dan bebatuan yang menghijau akibat lumut,membuat lokasi ini seperti khayangan dalam cerita-cerita dongeng.Itulah alasannya kami menapa khayangan,eksotis ujar Roni.

Air terjun Bawan terletak di desa Bawan Kecamatan Sultan Daulat sekitar 15 menit dari pusat kota Kecamatan.Untuk menuju air terjun bawan kita dapat menggunakan kenderaan roda 2 dan 4.Dilokasi ini anda juga bisa menemukan banyak udang sungai berukuran besar.

Air Terjun Lae Impal terletak di desa Sikelang Kecamatan Penanggalan 15 menit dari pusat kota Subulussalam.Air terjun ini memberikan keindahan tersendiri karena dihiasi oleh bebatuan cadas yang berbentuk kubus persegi panjang.

Air terjun lae Langit terletak di desa Singgersing Kecamatan sultan Daulat,berkendaraan umum sekitar 30 menit dari pusat kota kemudian berjalan kaki.atau menggunakan perahu sekitar 50 menit dari pusat kecamatan.Tipikal air terjun lae impal bertingkat tingkat dengan jarak yang dekat dan alur lebar,sehingga member kesan eksotis bagi pengunjung.

Air terjun Lae Bale-bele di Desa Singgersing Kecamatan sultan daulat,untuk mencapai tempat ini bisa menggunakan transportasi umum.Dari Desa Singgersing berjalan kaki atau menggunakan perahu melintasi sungai dan hutan.Nama Lae Bale-bale ditabalkan oleh penduduk setempat sejak zaman dahulu,karena disungai tersebut banyak terdapat ikan bale-bale (Lays Fish).Selain air terjun dilokasi ini juga tersapat goad an bebatuan Stalaktit.

Air Terjun Kayu Kapur terletak didalam lokasi Taman Hutan Raya (Tahura) Naufah Kapur di desa Jontor Kecamatan Penanggalan.Aliran air yang jernih dan batang batang kayu kapur(endemic) yang berada dilokasi membuat lokasi ini makin sejuk.Untuk mencapai lokasi anda bisa berkendaraan umum dari pusat kota kemudian berjalan kaki 5 menit.

Dan yang terakhir Air Terjun Buih,kami menyebut air terjun buih karena pada saat air terjun jatuh dipermukaan air buih-buih layaknya deterjen.Air terjun buih ini berada di Desa Penuntungan Kecamatan Penanggalan.Untuk mencapai lokasi harus berjalan kaki menyusuri sungai selama 50 menit dari desa Penuntungan.Daya tarik air terjun ini tidak hanya air terjunnya tetapi dikarenakan dinding-dinding air terjun dilapisi oleh lempengan-lempengan bebatuan dan rindangnya pepohonan berukuran raksasa.

Dan menurut Roni di Kec.Sp.Kiri(pusat kota Subulussalam) pun sebenarnya memiliki potensi wisata alam air terjun.

Pembina Komppas tersebut berpesan bagi para pengunjung agar tetap menjaga kelestarian alam dengan cara jangan sakiti alam maka merekapun tidak akan menyakiti kita.Dan ketika berwisata jangan pernah membunuh apapun kecuali waktu,jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki,jangan ambil apapun kecuali photo dan video dan jadikanlah kantong saku pakaian anda sebagai tong sampah pribadi anda.

 

Bagaimana Menurut Anda?