Para Tuna Netra Lhokseumawe Terima Bantuan Dari Danrem 011

10.216 dibaca
Para Tuna Netra Lhokseumawe Terima Bantuan Dari Danrem 011

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Para pria dan wanita paru baya yang terlahir dengan keadaan tidak bisa melihat (tuna netra) di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (09/06/2017) menerima bantuan berupa uang tunai dari Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

Bantuan tersebut diserahan melalui Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Korem 011/Lilawangsa Kapten Inf Zulkifli yang diterima oleh Hasballah selaku Ketua pengurus Tuna Netra, bertempat di kediamannya, disaksikan para Tuna Netra lainnya.

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melalui Kabintal Korem 011/Lilawangsa, Kapten Inf Zulkifli menyampaikan, permohonan maaf atas tidak dapat hadirnya Danrem 011 karena ada tugas yang harus diselesai. Selain itu, bantuan yang diberikan jangan dilihat dari besar kecil nilainya, namun semua itu atas niat baik yang tulus ikhlas dari Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Agus Firman Yusmono.

Kabintal menambahkan, kehidupan manusia sudah di atur oleh Allah Swt, Allah itu tau seberapa besar kemampuan para hambanya, “hidup dan rezki semua sudah diaturNya. Seperti saat ini Allah mengerakan hambanya yang mampu untuk saling membantu sesama yang sedang membutuhkan.”Ucap Zulkifli

Semantara itu Hasbullah selaku Ketua pengurus Tuna Netra mengakui, bahwa setiap tahunnya selalu menerima bantuan dari Danrem, “kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga atas bantuan dan kepedulian Bpk,” katanya.

Selain itu, Hasballah berharap, kepada para petinggi maupun pejabat pemerintah Kota Lhokseumawe dan pemerintahan Kabupaten Aceh Utara, “kami sangat mengharapkan perhatian dan bantuan dari Bapak-bapak semua”. Harap Ketua pengurus.

Dalam kesempatan itu Hasballah menceritakan mengenai kehidupan yang sehari-hari.”pencarian sehari-hari kami hanya sebagai tukang pijat, hanya itu yang mampu kami lakukan, apa lagi selama bulan puasa, kurangnya pelanggan kami, sehingga kurangnya pendapatan dan semakin sulitnya biaya hidup kami, apa bila ada bantuan yang kami terima seperti ini, itulah yang kami dapat rasakan bersama, dan kami bagi-bagi setiap panti”, ungkap Hasballah sebagai Ketua pengurus Tuna Netra dengan nada terseduh sirak.

Bagaimana Menurut Anda?