Iswandi diLantik Jadi Gubernur Aceh, ini Kata yang di Ucapkan Mengawali Tugasnya

12.570 dibaca
Iswandi diLantik Jadi Gubernur Aceh, ini Kata yang di Ucapkan Mengawali Tugasnya

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH – Iswandi Yusuf tak dapat menahan air mata, saat memberi kata sambutan usai dirinya dilantik menjadi Gubernur Aceh. Mulai hari ini Ia akan bertugas mengemban amanah yang luar biasa berat; menyejahterakan sekitar 5 juta penduduk Aceh sebagai seorang gubernur.

Kami ingin memulai tugas kami — sebuah tugas yang berat ini, dengan mengucapkan innalillahiwainnilaihirajiun,” ujar Iswandi. “Ini amanah yang belum tentu bisa kita pikul.”

“Tolong dukung pemerintahan saya. Taati sejauh kami masih dalam jalan yang benar. Cegah dan nasihati kalau kami keluar dari garis (kebenaran). Dengan bersama saya yakin kita bisa menciptakan Aceh yang hebat,” ujar Suami Darwati A. Gani, itu.

Secara khusus, Irwandi berterima kasih kepada ibunda dan mertua serta istrinya. Tanpa mereka, ia tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin.

“Bagi yang memilih kami atau pun yang tidak memilih kami, Anda semua kami cintai,” kata Irwandi.

Iswandi menyebutkan, seluruh masyarakat Aceh tentu paham bahwa proses Pilkada yang telah usai sangat kompetitif dan dinamis, sentimental dan emosional. Pilkada telah membelah sebagian masyarakat Aceh dalam berbagai kelompok-kelompok.

“Sejak hari ini semua itu sudah berakhir. Berhentilah saling menjelek-jelekkan, saling menepuk dada, saling menjatuhkan, dan semua perangai buruk yang hanya merusak persatuan kita masyarakat Aceh. Hari ini semua kita adalah Aceh, yang hidup dari tanah dan air yang sama, yang saling membagi mimpi dan harapan yang sama, menuju masyarakat Aceh yang maju, adil, beradab, dan sejahtera,” Kata Iswandi Yusuf.

Pelantikan Iswandi Yusuf dan Nova Iriansyah dilakukan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Gedung DPR Aceh pada Rabu pagi 5 Juli 2017. Pelantikan tersebut dihadiri juga oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kehadiran presiden, kata Iswandi, telah memberi warna khusus dan menjadi sebuah penghormatan kepada rakyat Aceh. “Baru kali ini melakukan hal tersebut (Presiden hadir saat pelantikan kepala daerah) dan tidak di daerah lain. Aceh menjadi sesuatu dalam hatinya.”

Sebuah kenyataan, kata Iswandi, bahwa ekonomi Aceh masih kurang baik. Belum adanya dukungan industri membuat Aceh belum lagi menjadi daerah maju. Karena itu, katanya, banyak persoalan yang harus diselesaikan.

“Kita rawan krisis energi dan pangan. Pembangunan infrastruktur belum merata dan sumber daya yang cakap masih sangat terbatas. Semua itu sebuah kenyataan. Kemana pun pandangan kita lihat, banyak pekerjaan yang harus kita lakukan,” kata Iswandi.

Belajar dari kekurangan dan kesalahan masa lalu serta pengalaman pemimpin Aceh terdahulu, Iswandi berkomitmen untuk memacu pembangunan sehingga Aceh menjadi lebih baik. Bersama Nova Iriansyah, Irwandi berkomitmen untuk transparansi dan akuntabilitas dalam semua proses pembangunan di Aceh. Ulama, tokoh masyarakat, parpol dan semua masyarakat akan dilibatkan dalam pembangunan nantinya.

“Mulai hari ini saya siap jadi pelayan seluruh masyarakat Aceh. Kewajiban saya melayani tanpa mendahulukan pribadi, golongan, partai tapi keseluruhan masyarakat. Saya ingin bersikap sepenuhnya melayani, bukan dilayani,” kata Iswandi.

Bagaimana Menurut Anda?