Banjir di Lhokseumawe Genangi Jalan Protokol & Gedung Pemerintahan

15.902 dibaca
BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE - beberapa jam di guyuri hujan Kota Lhokseumawe terlihat bagaikan lautan, pasalnya air terlihat merendam beberapa jalan protokuler, seperti di jalan nyak Adam Kamil, air juga menggenangi beberapa kantor pemerintah. Amatan Media ini, Jum,at 7 Juni 2017, pada Jam 17:30, air yang bukan hanya mengenangi ruas jalan saja, tetapi mengenangi beberapa kantor, seperti kantor KIP Aceh Utara, kantor Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Kantor Koramil Keamatan Banda Sakti, kantor Urusan Agama Kecamatan Banda Sakti, juga kantor departemen agama Aceh Utara, serta dinas pendidilan Aceh Utara, dan beberapa rumah warga. Salah seorang warga di lokasi banjir kepada media ini menyebutkan, keadaan seperti ini ketap terjadi di Kota Lhokseumawe, ya udah menjadi musibah rutinitas, walaupun bukan setahun sekalii, akan tetapi setiap musim hujan pasti ada kebanjiran, paparnya. Dia menambahkan, pembangunan waduk di Kota Lhokseumawe, menguras anggaran negara milyara rupiah, namun masyarakat disini belum sepenuhnya dapat terhidar dari banjir seperti saat ini, bahkan ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 50 cm. Kami masyarakat di sini sangat berharap ada upaya dari pemerintah Kota Lhokseumawe untuk dapat mencari solusi, agar hal seperti ini dapat segera teratasi, dan kami juga tidak dihantui oleh was-was disaat musim hujan, tutupnya.

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – beberapa jam di guyuri hujan, Kota Lhokseumawe terlihat bagaikan lautan, air terlihat merendam beberapa jalan protokol seperti di jalan nyak Adam Kamil, air juga menggenangi beberapa kantor pemerintah.

Amatan Media ini, Jum,at 7 Juni 2017, pada Jam 17:30, air bukan hanya mengenangi ruas jalan saja, tetapi mengenangi beberapa kantor, seperti kantor KIP Aceh Utara, kantor Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Kantor Koramil Keamatan Banda Sakti, kantor Urusan Agama Kecamatan Banda Sakti, juga kantor departemen agama Aceh Utara, serta dinas pendidilan Aceh Utara, dan beberapa rumah warga.

Salah seorang warga di lokasi banjir kepada media ini menyebutkan, banjir kerap terjadi saat hujan turun. “Ya udah menjadi musibah rutinitas, walaupun bukan setahun sekalii, akan tetapi setiap musim hujan pasti ada kebanjiran,” paparnya.

Dia menambahkan, pembangunan waduk di Kota Lhokseumawe, menguras anggaran negara milyara rupiah, namun masyarakat belum sepenuhnya dapat terhidar dari banjir seperti saat ini, bahkan ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 50 cm.

Kami masyarakat di sini sangat berharap ada upaya dari pemerintah Kota Lhokseumawe untuk dapat mencari solusi, agar hal seperti ini dapat segera teratasi, dan kami juga tidak dihantui oleh was-was disaat musim hujan, tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?