BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH – Juru bicara Pemuda Dewan Da’wah Aceh (PDDA) Mario Nasa’i Gaspar angkat bicara terkait Ja (37) anggota DPRA dari PA yang baru- baru ini tersandung kasus narkoba.
Menurut Mario, tertangkapnya anggota DPRA menjadi cerminan bahwa narkoba telah betul-betul masuk dan menusuk ke seluruh sendi/aspek kehidupan masyarakat Aceh, sehingga makin memperkuat bahwa Aceh benar-benar berada dalam kondisi darurat narkoba.
“Tersandungnya slah satu anggota DPRA (JA) terlibat kasus narkoba, seluruh masyarakat Aceh sangat kecewa. Disaat Aceh sedang mencoba berperang melawan narkoba, malah anggota DPRA selaku wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh teladan, malah tertangkap sedang nyabu,” tegas Nasa’i
Nasa’i menambahkan, tertangkapnya salah satu Anggota DPRA ini sangat memalukan dan mencoreng nama Aceh yang katanya sedang diberlakukannya syariat Islam. “Pemerintah asik dengan program syariat Islam, tapi malah masyarakatnya jauh dari aturan dan norma Islam”, Katanya.
Nasa’i juga menyayangkan hal itu sampai terjadi. “Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Paling tidak, ini merupakan warning bagi kita semua bahwa narkoba sudah tidak pandang bulu. Jangankan masyarakat biasa, elemen pemerintahan juga terlibat dengan kasus narkoba,” ungkap pemuda asal Pidie ini.
“Kita semua berharap agar pihak pemerintah melalui kepolisian agar intens dalam mengusut tuntas lingkaran dan jaringan peredaran narkoba yang ada di Aceh,” tegas Nasa’i
Senada dengan Nasa’i, Ketua Yayasan Pintu Hijrah (Sirah) Dedy Saputra Z, juga sangat menyayangkan atas keterlibatan anggota DPRA ini. “Jika ini dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dari pelaksana negeri in. Jika masyarakat juga tidak mau membantu bekerjasama, maka tidak menutup kemungkinan bahwa 5-10 tahun akan datang bandar dan pecandu narkoba akan menguasai negeri ini,” tegas Dedy
Dedy juga mengapresiasi pada pihak kepolisian dan keamanan Aceh, “Kita berterima kasih kepada pihak kepolisian yang terus mengungkap dan menangkap pelaku dan pengguna narkoba di Aceh selama ini. Peristiwa ini mulai menampakkan bahwa polisi tidak pandang bulu,” imbuh Dedy
“Kita juga berharap, pihak kepolisian diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam menangkap dan mengungkapkan pelaku narkoba di Aceh agar tuntas dan tidak pandang bulu.” tutup Dedy ketua Yayasan Pintu Hijrah tersebut.








