Diduga Akibat Salah Transfusi Darah, Baddriah terancam Cacat Tetap

12.710 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Baddriah Daud (57)Tahun, warga gulumpang sulu timur, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kini terbaring tak berdaya di kediamannya, saat ini kondisinya sangat memperihatinkan, Ia diduga merupakan Korban Malapraktik di salah satu Rumah Sakit di Kota Lhokseumawe.

Amatan Media di Rumahnya, Senin (2/10/2017) Baddriah saat ini terbaring tak berdaya, dan kondisinya sangat memperihatinkan, karena kedua kaki sudah terlihat tampak mengecil, jangan kan untuk berjalan, buang air saja harus di rangkul dan di bawa sama anak atau keluarganya ke kamar mandi.

Fauzan anak kandung Baddriah, kepada awak Media ini menjelaskan, Ibunya memiliki riwayat penderita Diabetes, pada saat itu kaki kirinya mengalami luka, dan sudah terlihat sedikit parah, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa dan merawatnya di Rumah Sakit Arus, yang sebelumnya milik salah satu Perusahaan Migas di KotaLhokseumawe, dan saat ini telah di kelola oleh Pemko setempat.

“Ibu kami masuk Rumah sakit itu pada tanggal (28/2/2017), seletah beberapa hari dirawat pihak rumah sakit menyebutkan bahwa orang tua kami harus menjalani operasi kecil untuk membersihkan luka yang dia alami, namun orang tua kami saat itu sedang mengalami kekurangan trombosit, sehingga dokter menyatakan orang tua kami harus di transfusi darah”. Katanya.

Pada tanggal (3/3), lanjut Fauzan, pihak keluarga membawa surat permintaan darah, yang ditulis oleh pihak rumah sakit itu, yang ditujukan kepada unit UPTD PMI Kota Lhokseumawe, “surat itu kami antar kesana, sesampai disana kami menyerahkan permintaan darah itu kepada petugas, dan selanjudnya dalam waktu tidak terlalu lama petugaspun memberikan mengeluarkan sekantong darah dan menyerahkan pada kami” tambahnya.

Dengan tidak menaruh keraguan sedikitpun, darah itu mereka membawa, dan diserahkan kepada pihak rumah sakit, dengan harapan agar segera dapat di trasfusi, agar tindakan medis selanjudnya dapat berjalan semestinya.

Selanjudnya darah itu langsung di pasang pihak rumah sakit, setelah dilakukan transfusi kepada ibunya, terlihat semakin lemah, “setelah di lakukan pengecekan, ternyata darah yang di masukkan ke dalam tubuh ibu saya tidak sesuai dengan golongan darah yang ia miliki. Ibu saya memiliki golongan darah O, dan darah yang di transfusi golongannya B, mungkin karena salah transfusi itu, sehingga kondisi orang tua kami seperti sekarang ini, terbaring, jangankan untuk berjalan duduk saja tidak bisa, dan sepertinya orang tua kami telah mengalami cacat tetap”, katanya dengan raut wajah yang kesal, sembari sedikit mempertanyakan, apa karena ini karna ibunya menggunakan kartu berobat BPJS, sehingga diperlakukan seperti itu.

Saat ini kami yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu,” kami sekeluarga yang harus menanggung akibat dari kelalaian dan kesalahan itu, sementara pihak rumah sakit saat ini terkesan tidak bertanggung jawab sama sekali atas kejadian itu, saat kami sekeluarga sudah pasrah dengan kondisi yang dialami ibu, karena keterbatasan ekonomi dalam keluarga, jangankan untuk menanggung biaya pengobatan, buat membeli kebutuhan ibu saja kami sudah tidak lagi memiliki biaya, kata Fauzan.

“Kami sangat berharap ibu bisa pulih kembali seperti semula, namun tanpa ada perawatan intensif hal itu mustahil akan terjadi, kami juga sangat berharap uluran tangan dari pihak-pihak untuk proses pengobatan lebih lanjud orang tua kami, yang saat ini terbaring dan tak berdaya,”. tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?