BUANAACEH.COM, BIREUEN – Abrasi melanda kawasan Pantai Desa Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Akibat pengikisan pantai oleh gelombang laut tersebut, lebih 700 meter di pinggir pantai rusak.
Dari pantauan buana aceh.com, Senin 24 Oktober 2016 gundukan tanah pinggir pantai ambruk, abrasi juga mengancam petani tambak karena tinggal 12 meter lagi dari sisi pantai.

Menurut Fuadi Sulaiman kepala desa setempat mengatakan, “abrasi tersebut terjadi sebulan yang lalu terjangan ombak sampai ke dalam tambak petani yang baru melepaskan bibit ikan, akibat terjangan ombak semua bibit ikan yang di dalam tambak hilang terbawa air.”
“Sebenarnya permasalahan ini sudah kita sampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten bahkan tim survei turun ke lapangan dan proposal sudah diajukan ke pusat,tinggal kita tunggu saja realisasi karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar untuk membangun penahan ombak ini,” jelas kepala desa.
Warga Alue Mangki, Kecamatan Gandapura terutama petani tambak merasa was-was apabila belum dibangun penahan ombak, mereka tak ingin terulang kembali kejadian yang menimpa tambaknya sebulan yang lalu. Imbas abrasi ini bukan saja Desa Alue Mangki, Lapang Barat dan Lingka Kuta turut merasakan hal yang sama terutama sekali bagi petani tambak.








