Aceh Jaya Di Guyur Hujan Beberapa Kecamatan Di Landa Banjir

20.204 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH JAYA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Jaya sejak Senin dini hari sampai sekarag (jam 24.00) belum reda membuat beberapa tempat di Aceh Jaya, dilanda banjir. Diantaranya di kecamatan Jaya dan Indra Jaya.

Di kecamatan Jaya, ada beberapa tempat yang airnya telah memasuki rumah- rumah warga, seperti gampong Sapek, Bak Pawoh, Kuala Daya, Lamme dan Lhuet.
Digampong Sapek sejak jam 17.00 air yang meluap dari sungai sudah mulai memasuki rumah- rumah penduduk, terutama yang berada di Pinggiran Daerah Aliran Sungai. Di gampong Bak Pawoh juga airnya sudah mulai merembak ke halaman-halaman rumah yang mengalir cukup deras dari sungai.

Menjelang tengah malam air mulai merambat dan mengalir ke rumah-rumah warga. Masyarakat yang tidak menyangka akan banjir sebesar ini, terutama di pekan Lamno, Bak Pawoh, Lamme dan Lhuet. Mereka.berduyun- duyun menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian warga ada yang tidak sempat menyelamatkan harta benda,seperti, padi, beras dan ternak. Semua teremdam banjir bandeng yang luar biasa. “Bahkan semenjak 20 tahun ke belakang, selain tsunami 2004, belum ada banjir yg sefarah ini. ” kata salah seorang warga Lhuet, Lamno,kecmatan Jaya.

Tepat di jam 03,45 menit, rombongan TIM SAR yang bertugas ke gampong Lhuet, mulai meninggalkan area banjir. Mereka singgah di Warung Mandret, Simpang Lhuet. Tim SAR yg bersnggotakan hampir sepuluh orang dibantu oleh anggota RAPI dan PMI dikomandoi oleh Maturidi, salah seorang warga desa Lhuet yang begitu peduli dengan kemanusiaan.

Ketika diwawancarai wartawan media Buana Indonesia.com, maturidi terkait banjir di kampungnya, menjelaskan bahwa menjelang jam 03.45 dini keadaan air sudah mulai menurun, dibandingkan dengan saat sebelumnya.

Menyangkut korban jiwa insya Allah tidak ada dan soal korban material memang cukup besar, tapi kami belum meruncinya secara manual.
Dan penanggulan yang kami lakukan telah menyediakan posko sementara di komplek Yayasan Nurul Huda  Al Aziziah (NUHA), Lamno.

Tim SAR yang sempat diwawncarai buana Aceh, mengatakan bahwa keadaan air memang mulai surut dan antipasi yang dilakukan dengan meniggalkan perahu karet utk menyebrang. Seperti lazimnya mereka selalu was-was apa bila air tiba- tiba datang, maka cepat hubungi tim penanggulangan bencana alam dengan cepat, apalagi yang bagi masyarakat yang berada di pinggiran DAS.

Camat Jaya yang dihubungi juga menjelaskan, kita akan siaga dan akan berupaya kerjassma dengan LSM dan berbagai intansi terkait. Kami telah menyediakan penampungan sementara di beberapa tempat, mesjid Sabang, SMA NUHA, Lamme, Babah Dua dan lain- lain, karena bisa dikatakan banjir ini hampir total diseluruh desa.Dan insya Allah untuk besok pagi telah ada dapur sarapan buat para pengungsi, walaupun dengan menu yang sangat kekurangan, maklum ini tanggap darurat.” lanjut camat Jaya.

Namun di akhir wawancara singkat BUANAACEH.COM dengan TIM SAR di simpang empat gampong Lhut, kecamatan Jaya,kabupaten Aceh Jaya, jam 03,48 WIB pas di depan warung manndret,  ada seorang anak TK yang nembentak-bentak dan  mengancam wartawan buana di depan TUM SAR, dengan alasan tidak jelas. ” Jangan macam2 lu, ngapain kau wawancarai orang itu.” bentaknya.
Buana menjawab singkat, ” Saya meliput berita dan wajib mewancarai yg bersangkutan dengan aturan yang tertentu. Memang apasih jabatan kamu di kampung ini hingga melarang wartawan liput berita?”

Mengingat percuma berdebat dengan anak TK (minim pengetahuan), maka wartawan buana memilih mengalah. Karena kita menyadari anak berwawasan minim yang tidak tahu aturan pers, percuma dilayani, hanya buang waktu. Intinya kita meliput berita, apalagi berita bencana alam. Dan media kita resmi dan dilindungi undang-undang serta berkelas Nasional.

Bagaimana Menurut Anda?