BUANAINDONESIA.COM,ACEH – Belakangan ini masyarakat Aceh Barat Daya ( Abdya )heboh dengan isu penculikan dengan modus pura-pura gila. Masyarakat pun lebih protektif terutama saat melihat orang asing mendekati anak-anak.
Seperti yang terjadi di desa babah lhueng kecamatan blangpidie, pada Senin 20 Maret 2017, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu tiga wanita disergap warga, namun satu diantaranya melarikan diri.
Ketika diinterogasi, satu persatu diantara mereka satu sebagai pengemis dan satu lagi pura-pura cari buah nipis, sehingga warga desa babah lhueng mencurigai,”Katanya Keuchik Babah lhung,Ilyas kepada media ini, Senin 20 Maret 2017.
Selain itu, Ilyas menyebutkan, setelah diintograsi awalnya tidak memiliki hand phone, tapi ketika digeledah ternyata pihaknya mendapatkan hp, disitulah warga mulai curiga.
Warga yang telah berkerumun pada awalnya akan menghakimi wanita tersebut, namun bisa dicegah setelah dilerai oleh pihak personil polres abdya. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan wanita tersebut langsung diamankan ke Mapolsek Blangpidie.
Menanggapi Hal itu, Kapolres Abdya AKBP Hairajadi, SH melalui Kasat Rekrim Senin (20/30), membantah, ada penangkapan wanita penculik anak.”Itu tidak benar, yang ditangkap itu adalah pengemis yang mencari sesuap nasi,” tuturya.
Keduanya Nur Habibah (45 tahun ), Krueng Bekah, Kecamatan Pante Cermin, Aceh Barat, sedangkan Mawarni (46 tahun ) warga Desa Lhok Gayo, Kecamatan Babhrot, Kabupaten Aceh Barat daya (ABDYA), dan hingga kini dua wanita paruh baya sedang dimintai keterangan di Polres Abdya terkait kecurigaan warga terhadap isu penculikan anak.”Kita sedang minta keterangan, namun tidak ada indikasi penculikan anak. Mareka imbas dari isu penculikan anak saja,” terangnya.
Kasus penangkapan dua wanita pengemis itu berawal dari kecurigaan warga terhadap gerak gerik para pengemis saat memasuki rumah warga di Desa Babah Lhueng.” katanya.








