BUANAINDONESIA.COM,ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menggelar aksi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kerjasama anggoata Komisi IX DPR RI dan pengusrus IPSM kabupaten Aceh Utara, Selasa 28 Maret 2017, bertempat di GOR Lhoksukon, yang dihadiri anggota komisi IX DPRRI, Tgk. Khaidir Abdurrahman,S.IP, kepala SKPK Aceh Utara, muspika, Imum Mukim, geusyik, forum imum mukim Aceh Utara, pengurus IPSM kabupaten Aceh Utara, PRC, PSM Aceh Utara, tokoh masyarakat, kalangan sekolah dan ratusan masyarakat.
Kegiatan Aksi KIE mengangkat tema” Peduli Obat, Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan Aman” ini dimeriahkan oleh grup tarian murid SDN 11 Lhoksukon yang dipimpin oleh Fakhrurrizal, S.Pd. Bertujuan untuk mensosialisasikan dampak buruk bagi makanan, obat-obatan serta bahan kosmetik yang mengandung zat berbahaya bila dikonsumsi masyarakat. “Badan POM mengajak masyarakat cerdas sebelum mengonsumsi makanan serta obat lewat slogan CekKIK, yang memiliki kepanjangan Cek Kemasan, Izin Edar, dan Kadaluarsa. Seperti yang terlihat, masyarakat yang berada di area CFD berkomitmen membantu langkah Badan POM melindungi konsumen dengan menandatangani banner yang tersedia,”kata Kepala BBPOM Banda Aceh, Dra. Sjamsuliani, Apt, MM.
Dia menyatakan bahwa pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan ini dapat disampaikan kepada lingkungan mengingat pentingnya informasi yang didapatkan. “Harapannya pada kegiatan ini, agar masyarakat menaruh perhatian lebih pada keamanan makanan dan obat, bisa melindungi diri sendiri dan bisa menyampaikan informasi penting kepada kolega dan kawan-kawannya,” pungkasnya.
Asisten Sekdakab. Aceh Utara, Drs.Anwar Adlin sangat berterima kasih kepada BPOM yang telah memilih lokasi di Lhoksukon kabupaten Aceh Utara dalam melakukan kegiatan ini, dan berharap kepada masyarakat supaya dapat membedakan makanan dan obat-obatan yang berbahaya nantinya.
Sementara itu, anggota komisi IX DPR RI, Tgk.Khaidir Abdurrahman,S.IP menghimbau kepada masyarakat Aceh Utara, khususnya Kecamatan Lhoksukon agar memperhatikan betul makanan dan obat-obatan serta penggunaan bahan kosmetik, sebab tidak semua makanan dan obat-obatan yang di konsumsi baik bagi pengguna.
Secara terpisah sekretaris IPSM Aceh Utara, Mukhtaruddin menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi masyarakat menghadiri acara penyluhan BPOM tersebut. Kami menyambut baik acara semacam ini dengan harapan agar sosialisasi seperti ini frekuensinya diperbanyak agar lebih banyak lagi karena memberikan informasi kepada masyarakat tentang Obat dan Makanan, yang merupakan produk yang selalu digunakan dan bersentuhan langsung dengan tubuh baik di dalam maupun di luar, sehingga bahaya yang akan ditimbulkannya memiliki potensi yang besar menyebabkan kesakitan.
“Kami pengurus IPSM Aceh Utara mendukung sepenuhnya BPOM Nasional dan anggota komisi IX DPRR RI dapat membantu pembangunan BPOM Aceh Utara, dalam hal ini Pemkab. Aceh Utara telah menyiapkan lahan untuk membangun kantor BPOM Aceh di Lhoksukon,”katanya berharap.










