Bupati Aceh Jaya Harapkan Usai Pelantikan Tidak Lagi Terkotak-kotak

12.261 dibaca

KhadafiBUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, menyampaikan, kepada geuchik terpilih untuk berlaku amanah dalam menjalankan jabatannya. 

“Sumpah ini bukan hanya disaksikan oleh para tamu undangan, tetapi sumpah kepada ALLAH, itu yang utama dalam menjalankan program sebagai geuchik. Ciptakan suasana yang sejuk”, kata Teuku Irfan TB saat Pelantikan Geuchik dari 29 Gampong, di Lima Kecamatan, Se Kabupaten Aceh Jaya, Periode 2018 – 2024, di Gedung Aula Serba Guna, Kantor Camat Setia Bakti, Senin (29/1) sore.

Dikatakanjya, Dalam memimpin gampong, geuchik, harus mampu menciptakan kondisi yang baik. Serta Harus bisa bekerjasama dalam mengalokasikan dana gampong dengan lawan-lawan politik, baik saat pilkada lalu dan lawan politik saat suksesi geuchik berlangsung.

Diutarakannya, kerjasama yang dimaksud dalam mengalokasikan anggaran gampong, tetap mengacu kepada visi misi kepala daerah. Dengan melibatkan semua masyarakat.

Kata Bupati, dalam setiap kebijakan yang diambil oleh geuchik, harus berdasarkan musyawarah dan mufakat dengan Badan Pemusyawaratan Gampong atau Tuha Peut. Jalankan visi misi, sesuai dengan program gampong.

Agar kedepannya dalam melaksanakan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, Geuchik sejalan, dapat lancar pelaksanaannya, karena ada dukungan dan koordinasi dengan Tuha Peut serta masyarakat, paparnya.

Selain itu, kata Bupati, pengalokasian dana gampong akan diperbubkan, setiap desa mencantumkan pembangunan rumah untuk kaum dhuafa. Minimal satu gampong ada dua rumah, nanti akan diverifikasikan oleh tiga SKPK.

“Kalau memang kondisi gampong lebih kepada infrastruktur lain, dan peningkatan ekonomi dalam pengelolaan anggaran gampong, minimal ada satu rumah dhuafa di setiap gampongnya. Bila memang ranah tersebut peran Kabupaten, sampaikan hal tersebut kepada kami”. harapnya.

Tetapi bukan hanya itu saja, tambah dia, kita juga harus melihat bagaimana dapat meningkatkan perekonomian masyarakat gampong, bersumber dari dana gampong yang ada.

Lebih lanjut dikatakan Irfan TB, masa politik telah berlalu, tinggalkan warna-warna dan terkotak – kotak di Aceh Jaya ini. Pilkada telah berlalu dan usai sekarang saatnya kita bersama untuk membangun di mulai dari gampong, fungsikan Kantor Desa dan aparaturnya”, cetusnya.

Masih kata Irfan, sekarang saya, Bupati masyarakat Aceh Jaya, bukan milik kelompok. Gerbang Raja Sejati Bukan punya Bupati, tetapi punya kita masyarakat Aceh Jaya, untuk Kabupaten Aceh Jaya yang lebih baik kedepannya.

“Tinggalkan semua warna, jangan lagi terkotak-kotak, akibat ulah orang – orang tidak bertanggung jawab”, tegas Irfan.

Dahulu banyak permasalahan  yang menurutnya terjadi ketidak sinkronan antara geuchik dan aparatur gampong, disebabkan perbedaan saat pilkada, sekarang hal itu jangan ada lagi, tukasnya.

“Mari kedepannya kita, bersama – sama untuk memajukan kabupaten ini. Aceh Jaya bukan milik bupati, tetapi milik kita masyarakat Kabupaten Aceh Jaya”. Tambahnya

Irfan TB berpesan, kepada geuchik untuk dapat mengelola dana desa dengan baik. Sekarang dana desa menjadi sorotan , dan semua lembaga pemantau tertuju kepada pelaksanaan dana tersebut, jangan sampai terjerat Hukum.

Oleh karena itu harus dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan. Tahun 2018 ini, tidak ada kegiatan gampong yang dilakukan secara kontraktual.

“Semua kegiatan gampong dilaksanakan secara swakelola oleh gampong bersama – sama masyarakat, bergotong royong, dengan tujuan kebersamaan masyarakat dan aparatur gampong dalam membangun gampongnya, disinkronisasikan dengan LPJM daerah”, tutup Irfan TB.

Bagaimana Menurut Anda?