BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG-Komandan Kodim Aceh Jaya, Letnan Kolonel Kav Haerus Shaleh, membuka pelaksanaan pembinaan keluarga besar TNI Tahun 2018, bertempat di Makodim Aceh Jaya, Desa Bahagia, Kecamatan Krueng Sabee, Selasa, 20 Februari 2018.
Tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Mari Kita Wujudkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara Bagi KBT, Melalui Bebas Narkoba dan Terhindarnya dari Pergaulan Seks Bebas Guna Menjaga Keutuhan NKRI”.
Dandim dalam arahannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan yang baik dengan keluarga besar TNI.
“Kita dilarang keras menyakiti sesama muslim dan penganut agama lain agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh. Kita harus tetap mewaspadai bahaya laten PKI dan kita harus tetap saling menjaga satu dengan yang lainnya,” tutur Kolonel Haerus Shaleh.
Ketua FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia) Aceh Jaya, Muda Jauhari, ditempat yang sama menuturkan, dengan kondisinya saat ini, dengan adanya dukungan Dandim Aceh Jaya beserta pengurus, organisasinya saat ini nirlaba serta mengutamakan persatuan dan silahturahmi adalah yang utama.
“Kita tidak peduli dari mana asal kita, tapi kita adalah bagian dari TNI – Polri dan jangan dilihat latar belakangnya, kita saling membantu dan saling mengingatkan,” tuturnya.
Muda menambahkan, baginya organisasi FKPPI adalah satu, tidak ada dualisme. Ia sudah sampaikan kepada pimpinan pusat dan daerah.
“Dan kami memohon dukungan baik moril dan materil serta kami berharap kedepan pendataan terhadap anak – anak purnawirawan agar di data kembali,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Dewan Penasehat FKPPI Aceh Jaya, Ners Ernani Wijaya mengaku lahir dan dibesarkan di lingkungan TNI serta tinggal di asrama militer. Dia juga mengucapkan berterima kasih kepada Dandim Aceh Jaya yang telah memberi kesempatan memberikan fasilitas pertuan itu.
“Dengan adanya pertemuan ini, kita dapat saling memberi masukan dalam memajukan organisasi FKPPI ini,” tuturnya.
Ke depannya ia menyarankan adanya iuran dari para anggota FKPPI untuk mendukung kegiatan – kegiatan FKPPI. Dalam organisasi sangat dibutuhkan SK bagi anggota karena dengan adanya SK, anggota sudah terikat dalam organisasi dan sudah diakui.
“Kita awali FKPPI tahun 2018 ini berbeda dari tahun sebelumnya, dan FKPPI Kabupaten Aceh Jaya dapat dikenal,” sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyampaian materi dampak sanksi hukum penyalahgunaan narkoba oleh Kasat Resnarkoba Polres Aceh Jaya, IPDA Erwo Guntoro.
Menurut Erwo, narkoba sudah masuk keseluruh wilayah hingga ke pelosok – pelosok, dan dominan penggunaan narkoba di wilayah Barat hingga Selatan, yaitu jenis ganja.
Dia juga menjelaskan, penggunaan narkoba atau obat – obatan tanpa pengawasan dokter akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikis maupun rusak nya otak dan mental.
“Hal ini perlunya pengawasan secara ketat dari orang tua terhadap anak – anak kita agar terhindar dari Narkoba karena banyaknya kasus juga melibatkan anak – anak dan efek dari narkoba ini identik dengan pergaulan bebas,” tutur dia.
Editor: NA










