Danrem 012 Teuku Umar Panen Perdana Jagung di Kabupaten Aceh Jaya

12.112 dibaca
Danrem 012 Teuku Umar Panen Perdana Jagung di Kabupaten Aceh Jaya

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Komandan Korem (Danrem) Teuku Umar Kolonel Infantri Nefra Firdaus, S.E. MM, didampingi Komandan Kodim 0114/Aceh Jaya Letnan Kolonel Kav Haerus Shaleh. S.Sos, bersama Kelompok Tani Gampong Teupin Ara, melaksanakan panen raya jagung seluas 125 hektar di kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (23/05/17)

“Pada panen perdana ini, adalah masa pertama kali turut hadir, saat menjabat sebagai Danrem Teuku Umar. Dan ini satu penghargaan yang luar biasa”, sebut Danrem.

Menurut Danrem, lahan jagung yang dilaksanakan pemanenan merupakan buah kerjasama antara Pemerintah bersama TNI. “Kita mencoba menggugah masyarakat dengan membangun lahan tidur. Mereka kita rangsang untuk menanam jagung. Hari ini adalah hari panen perdananya.” Ucap Kolonel Nefra.

Nafra Berharap masyarakat sekitarnya dapat mempertahankan lahan, untuk bertanam jagung. mencoba mengikuti jejak-jejak petani yang sudah berhasil melakukan panen raya tersebut.

“Kami berharap adanya kerja sama antara TNI, khususnya Pemkab setempat, Dalam rangka membangunkan masyarakat, kemauan masyarakat, semangat masyarakat. Supaya berkeinginan mengelola serta membangun lahan-lahan tidur yang ada disekitar tempat ini, khususnya Aceh Jaya. Dengan demikian otomatis kesejahteraan mereka dapat meningkat,” kata Danrem.

Panen perdana jagung, dilahan seluas 125 hektar, kata Nefra, hasilnya sungguh luar biasa. Dengan luas 1 hektar tanah bisa mencapai 8 ton per hektar, per panen.

TNI sambung Nafra, akan mendampingi para petani untuk mendukung, seperti intruksi Presiden Republik Indonesia saat Penas lalu.

Lanjut dikatakan Danrem, TNI telah berkomitmen dalam membantu dan mengangkat khususnya sektor pertanian, yang mana saat ini sudah banyak lahan tidur yang dikelola oleh masyarakat.

Harap Danrem, kerja sama pemerintah dan TNI serta petani, sama-sama berkomitmen utk membangun lahan tidur menjadi lahan produktif. Tanpa dana APBK, dari APBN.

Sementara, Seketaris Dinas Petanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Chairil Anwar, kepada mengatakan pihaknya akan mesentralkan tahun 2017 ini, untuk menanam jagung 60.000 hektar untuk seluruh aceh.

Sedangkan untuk tahun 2018 diprogramkan 80.000 hektar diseluruh aceh. Pada musrenbang, Kabupaten Aceh Jaya akan mendapatkan 1.000 hektar.

Chairil Anwar berharap, dengan adanya luas tanam jagung di aceh, diharapkan bisa menjadi sentral produksi. Pada Pemerintahan baru, khususnya Gubernur terpilih dapat mengundang investor serta mendirikan pakan ternak di aceh.

Sedangkan untuk program provinsi lainnya, Aceh Jaya mendapatkan cetak sawah seluas 350 hektar, yang mana terang ia, kerja sama ini juga bersama TNI untuk fisiknya, setelah pekerjaan selesai akan diserahkan kepada masing-masing kelompok tani penerima.

Tambah Sekdis, dia berharap Kabupaten Aceh Jaya mampu menjadi sentral jagung nantinya. Bukan hanya Aceh Tenggara, dan Gayo Lues saja. Demikian Sekdis  Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh.

T. Mufizar, selaku Plt (Pelaksana tugas) Dinas Pertanian Aceh Jaya dalam sambutannya menyampaikan, penanaman jagung itu bersumber dana APBN 2016. “Seharusnya panen ini bisa dilakukan pada tahun lalu, tetapi dikarenakan terkena dampak banjir, baru sekarang dapat di panen”.

Luas lahan lebih kurang 125 Hektar, dengan jumlah 172 petani, kata Mufizar. Pada kesempatan  panen perdana ini, Empat kelompok tani turut menyampaikan permintaan kepada Pemerintah, berupa alat mesin, untuk mempermudah petani saat panen jagung, ungkap Plt Kadis Pertanian.

Sementara Bupati Aceh Jaya Ir. Azhar Abdurrahman dalam sambutannya, diwakili oleh Sekda Mustafa, mengapresiasi kerja keras dari kelompok tani, sehingga dapat melakukan panen perdana, keberhasilan masyarakat aceh jaya, juga keberhasilan Pemerintah Kabupaten. “Ini semua hasil dari kerja sama kita semua”, ungkap ia.

Lanjut Sekda, tidak ada pemerintah yang tidak bahagia, melihat masyarakatnya sukses. Untuk panen perdana ini, kepada kelompok tani hase bersama Gampong Teupin Ara, mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh kepada petani lainnya, terutama kelompok tani yang ada di Aceh Jaya. Sehingga sebagaimana diharapkan bahwa lahan-lahan tidur bisa produktif, menjadi sumber uang, sumber kesejahteraan kepada masyarakat sekitar, jelas dikatakan Mustafa.

Terkait bantuan, pihaknya akan terus mensuport, bekerja sama dengan pihak pusat, serta provinsi. “Bantuan ini akan digilirkan, supaya pemberdayaan ini adil dan merata”.

Sambung Sekda, untuk panen perdana jagung, hanya baru Gampong Teupin Ara. Sedangkan program lainnya tambah Sekda Mustafa, pihak pemerintah juga akan melakukan konsentrasi dibidang pertanian, yaitu, padi, jagung, kedelai (pajale).

“Bersama TNI sebagai mitra menjadi suport bagi masyarakat dalam rangka menggarap, memelihara dan bekerjasama dengan penyuluh di lapangan, sehingga nanti masyarakat kita menjadi lebih hebat juga mantap dalam bidang pertanian.” tukasnya

Bagaimana Menurut Anda?