BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Terkait Pemberitaan tentang perihal dugaan membengkaknya penggunaan dana Bantuaan Operasional sekolah (BOS) di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 5 Lhokseumawe, Ada oknum berupaya untuk melakukan intervensi pemberitaan media ini, oknum tersebut mengaku sebagai Wakil Komite sekolah setempat, yang berlatar belakang wartawan, Senin (30/10/17).
Sebelumnya, oknum tersebut menelpon awak wartawan ini dengan menanyakan keberadaan posisi wartawan media ini, Namun Saat berjumpa, Dalam pembicarannya Ia dengan spontan mengatakan, bahwa pemberitaan tidak memenuhi aturan sebagai produksi jurnalis,”saya tidak melarang tapi sejauh berita itu memenuhi aturan atau secara berimbang,”ujar oknum tersebut dihadapan sejumlah wartawan di sebuah warung di seputaran lhokseumawe.
Tak hanya itu, Setelah sekian lama perbincangannya, namun selang beberapa menit kemudian oknum tersebut, berupaya meminta wartawan untuk mendatangi dirinya guna menyerahkan titipan dari kepala sekolah, namun seraya menolak dengan dalih sudah pulang kerumah,
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Sekolah yang memiliki hampir seribuan Mirid itu memiliki kucuran anggaran pertahun sebesar Rp 967.500,000 (sebulan ratus enam puluh tujuh juta limaratus ribu). Setiap triulan sekolah tersebut memiliki anggaran dengan besaran lebih dari Rp 240,000.000, (dua ratus empat puluh juta), namun dalam penggunaan dana diduga sarat masalah dan penyimpangan
Seperti yang diungkapkan salah seorang wali murid, yang namanya tidak mau disebutkan demi kenyamanan anaknya dalam mengemban ilmu di sekolah itu, ”saya melihat ada pembengkakan dalam penggunaan dana operasional sekolah di Sekolah Menengah Negeri 5 Kecamatan Banda Sakti”, ungkapnya. Kamis (26/10/2917)
Dalam ulasannya pada awak Media, kerancuan sangat terlihat dalam rekap perkomponen pada tahun 2016, seperti pada triulan pertama, untuk kegitan pembelajaran dan ektrakulikules Siswa menelan anggaran sebesar Rp 38,142,500, dan kegiatan ulangan dan ujian juga menghabiskan dana Rp 48,650,000, serta biaya lainnya jika seluruh komponen 1 sampai 12 telah terpenuhi pendanaan dari Bos sebesar Rp 90.960.000, “Menurut saya, ini sangat pantas di pertanyakan”. Katanya.
Dikatakannya, Bukan pada triulan pertama pada triulan kedua dan ketiga serta keempat juga terlihat ada pembengkakan, pada kegiatan ulangan dan ujian triulan kedua bahkan menguras anggarah lebih besar mencapai Rp 78,335,593, dan pada triulan selanjudnya juga menguras dana sebesar Rp 8,835,750, dan keempat juga memakan dana Rp 54, 319,000.
“Begitu juga di biaya lainnya jika seluruh komponen 1 sampai 12 telah terpenuhi pendanaan dari Bos pada triulan kedua dengan besaran Rp 25,640,000, dan ketiga juga menguras dengan nominalnya Rp 44,190,000, dan keempat juga mencapai Rp 44,689,000”, inbuhnya.
Menurutnya, penggunaan dana dengan jumlah besar itu, sudah sepantasnya dipertanyakan. karena, ada dugaan menyimpan berbagai dugaan penyelewengan, dan sangat patut di pertanyakan, “kita berharap pihak Investorat dan BPK, melihat kembali rekapitulasi perkomponen penggunaan anggaran di sekolah tersebut, bahkan melakukan audit lapangan, karena diduga sangat rawan oleh penyimpangan”, tandasnya.
“Kita berharap pihak terkait melakukan audit kembali penggunaan Dana Operasional Sekolah di SMPN 5 Lhokseumawe, karena bila kita kaji data rekapilasi perkomponen, kita menduga sarat terjadinya penyimpangan dan rawan korupsi, bila ada temuan kita juga berharap dapat diproses secara Hukum, supaya menjadi pembelajaran kepada yang lain”. Paparnya.








