Diduga Seleweng Dana Desa, Warga Minta Penegak Hukum Periksa Keuchik

10.908 dibaca

ACEH, Buanaindonesia.com- Warga Desa (gampoeng) Geulumpang Payong, kecamatan Sungai Raya kabupaten Aceh Timur, meminta aparat penegak hukum, untuk memeriksa kepala desanya. Karena, oknum kepla desa itu dianggap otoriter. dan diduga nyelewengkan penggunaan dana desa tahun 2015. Seperti yang dikatakan oleh salah sumber, yang namanya enggan disebutkan. kamis (21/01/15)

Sumber yang berasal dari warga setempat ini mengungkapkan, bukan hannya dalam mengelola dana Desa, terkait hal-hal lain juga, selalu di lakukan secara otoriter. “Warga tidak pernah tau, berapa Dana Desa yang di terima Gampoeng itu. Karena, tanpa melibatkan pihak lain. Bahkan, saat pengerjaan pembangunan Drainase pun, istrinya juga ikut kerja,”ujar warga ini

Menurutnya, setelah terpilih, Kechik tersebut lansung memberhentikan hampir seluruh Kepala Lorong (Keplor) di tempat tahlilan, dan hingga saat ini, sudah hampir dua tahun menjabat, belum ada keplor pengganti. “jadi, honor keplor siapa yang ambil sekarang.” katanya

Hasil penelusuran awak media ini di gampoeng tersebut, dana desa untuk gampoeng, hanya di gunakan untuk pembangunan sekitar 550 Meter paret beton, yang megarah ke rumah keuchik, walau baru selesai di kerjakan namun sayangnya sudah kelihatan sangat hancur.

Perlu diketahui Gampoeng Gelumpang Payong, kecamatan Sungai Raya, kabupaten Aceh Timur memiliki Empat Lorong (dusun), masing-masing Dusun Jeumpa, Perak, Pusaka, dan Karya Bakti.

Lorong yang masih memiliki Keplor saat ini, paska diberhentikan saat acara tahlilan, hanya lorong  Jeumpa.

Kepala Dusun Jeumpa, M. Daud, saat di temui awak media ini dirumahnya menyebutkan, Dia selaku keplor tidak pernah di beri tau berapa dana yang masuk ke desa mereka. Bahkan, pernah sekali dia menanyakan soal dana desa, diapun sempat di pecat oleh Geuchik.

“Saya tidak pernah di beri tahu soal uang, saya juga tidak berani nanya, katanya, semuanya di kelola oleh Gechik bersama istri dan anaknya. Bahkan, beras raskin pun dia yang bagi sendi. Keplor tinggal saya sendiri, yang lain sudah di pecat setelah dia dilantik, pemecatan dilakukan di tempat tujuh hari orang meninggal, yang tinggal saya sendiri, saya pun sudah pernah di pecat, karena warga lorong ini mendatangi rumah geuchjk meminta saya tetap jadi keplor. makanya, saya masih keplor, anggapan warga saya ikut makan dana dana yang masuk ke Gampoeng ini, demi allah saya yidak pernah merasakan uang itu, selain honor saya” imbuh M. Daud.

Sementara Keuchik Gampoeng Geulumpang Payong, kecamatan Sungai Raya, kabupaten Aceh Timur, Ismail Basyah, saat hendak di komfirmasi awak media ini enggan memberi komentar. dengan alasan tidak bisa bicara, karna tenggorokanya sakit. Begitu juga saat dihubungi melalui telpol genggamnya, sebelum dihubungi dirumahnya. “Saya tidak bisa ngomong, sedang sakit tenggorokan” ujarnya sambil mematikan henpon (Kontributor: M. Abubakar)

Bagaimana Menurut Anda?