BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Utara membagikan bantuan bibit karet ke 6 Kelompok tani Pekebun.Luas lahan 100 Hektare dalam empat Kecamatan, Langkahan, Nibong, Nisam Antara, Kuta Makmur, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi subsektor perkebunan.Dan petani pendalaman Kabupaten Aceh Utara 9.000 ha kebun karet di sejumlah Kecamatan, juga telah berproduksi.
T.Abdullah,41, petani Simpang Keuramat kepada Buana Aceh, Senin (28/11) mengatakan, tanaman karet tumbuh subur di Aceh Utara. “Sangat cocok tanaman karet di sini,” jelas Abdullah. Selain itu petani juga tidak khawatir mengembangkan tanaman karet. Menurut informasi yang diterima pihaknya, jenis tanaman tersebut ramah lingkungan. Sementara tanaman kelapa sawit semakin kurang diminati, setelah pemerintah kabupaten mengeluarkan moratorium kelapa sawit.
Selain di Kecamatan Simpang Keuramat, tanaman karet juga telah dikembangkan di pedalaman Sawang. Ratusan ha lahan berhasil ditanam di Gampong Teupin Risep dan Alue Garot. Ketua Koperasi Pekebunan Taci Mita, Rasyidin menjelaskan, pihaknya sedang mengebangkan sekitar 254 ha karet di sana. “Saat ini karet petani, sudah bisa di deres,” tambah dia.
Menurut Rasyidin, pekebunan karet selain ramah lingkungan, juga banyak menyerap tenaga kerja. “Setiap hari karet perlu dideres, sehingga perlu banyak tenaga kerja,” tambahnya. Ketika pengangguran di bekas kawasan industri Aceh Utara sedang meninggat, tanaman karet dianggap sesuai untuk menampung tenaga kerja.
Sementara itu Kepala Dinas Perkebudan dan Kehutanan (Disbunhut) Aceh Utara, Kastabuna, MP mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut merupakan bibit untuk kelompok petani pekebun yang berada di sentra pengembangan komonitas sesuai yang dikerjakan petani, sehingga dari sentra perkebunan yang ada terus terjadi penambahan luas lahan.
Pemerintah Aceh juga ikut membantu petani yang akan membuka tanaman karet di Aceh Utara. “Tahun ini dari provinsi membantu 100 hekatare karet,” kata Kastabuna. Kebun karet bantuan masing-masing, di Kecamatan Langkahan sejumlah 40 ha, Nibong 10 ha, Kuta Makmur 20 ha, dan Kecamatan Nisam Antara seluas 30 hektare.
Selain membantu bibit, Dinas Pekebunan Aceh juga membantu pembersihan lahan dan pupuk. Menurut Kastabuna, bibit bantuan pemerintah diharapkan bisa bermanfaat. Sehingga pihaknya berusaha mengantikan bibit yang rusak, karena dianggap tidak bisa berkembang normal “ujarnya .








