Gas Elpiji Bersubsidi di Lhokseumawe Langka, Diduga ini Penyebanya

20.300 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi di Kota Lhokseumawe saat ini kerap terjadi, dan sering dialami oleh masyarakat, kelangkaan itu terjadi diduga karena para pemilik pangkalan, menjual gas berukuran tiga kilo itu kepada pengusaha warung nasi dan juga kepada penjual eceran.

Seperti yang terjadi di pangkalan LPG 3 KG Pertamina, Domestic Gas Regional 1 (satu) , Nama Agen PT.Kaneubi Rahmat Raseuki, dan di pangkalan UD. Blang Teupin, yang berada di Dusun Blang, Gampong Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, kerap di perjual belikan pada pemilik usaha pengecer.

Seperti yang di ungkapkan oleh seorang warga di sana kepada Media ini, Sabtu (28/10/2017), Ia menyebutkan, pangkalan UD. Blang Teupin menjual tabung Gas 3 Kg Bersubsidi kepada pemilik usaha dan pengencer, sehingga banyak masyarakat tidak mendapatkan jata. padahal, semua sudah memiliki kartu pelanggan.

“Harga Gas 3 Kg satu tabung Rp 180,00, dijual untuk masyarakat, namun bila di jual kepada pemilik usaha atau kepada pengencer lain, harganya berkisar 19,000 sampai 20,000, sehingga hak penerima, di alihkan kepada mereka”, papar Hasanuddin.

Ia menambahkan, bila sedikit terlambat datang kepangkatan Gas sudah habis, “padahal kami telah menyerahkan Foto copy kartu keluarga, untuk menjadi pelanggan tetap Pangkalan UD.Dusun Blang”, imbuhnya.

Sementara itu saat media menanyakan pada Pemilik Pangkalan UD. Blang Teupin, dengan tenangnya pemilik pangkalan mengutarakan bahwa gas sedang krisis. “saat ini Gas sedang krisis, kalau masuk sebentar saja sudah habis”.katanya santai.

Bagaimana Menurut Anda?