Ibu Mantan Gubernur Aceh Darwati, Blusukan Ke Aceh Jaya

12.028 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH JAYA – Darwati Agani, istri Irwandi Yusuf dan Yah Gam, calon bupati Aceh Jaya bagai menghipnotis para pendukungnya pada acara silaturrahmi dengan ibu-ibu di posko pemenangan Irwandi/Nova di depan SMP N 1 Jaya, Lamno Aceh Jaya,Rabu 16 november 2016

Acara tanya jawab (dialog) antara kaum srikandi Lamno dengan Darwati Agani berlangsung  meriah, berbagai pertanyaan dan keluhan diutarakan masyarakat Lamno dan semuanya ditanggapi Darwati. Politisi PNA yang kini menjabat sebagai anggota DPRA ini, dengan pakaian ala PNA (orange), ibu Darwati terkesima ketika ada pertanyaan dari salah satu srikandi muda yang menyangkut kegiatan dan kerajinan bagi remaja dan ibu- ibu di Lamno yang seperti tidak ada apa-apanya dibandingkan daerah lain di Aceh.

“Kedepan kita akan prioritaskan kerajinan dan ketrampilan untuk ibu-ibu Lamno. Kita akan latih para kawula muda berbagai ketrampilan dan kerajinan tangan. Umpanya melatih dan mendidik generasi perempuan di bidang menjahit dan bordil, seperti di Aceh Utara dan Pidie. Kalau Pidie, para pengrajin bordil sudah dikenal sampai ke luar negeri. Usaha kerajinan tas tangan dan hiasan Pelaminan pengantin sudah mendunia.

Lanjut Darwati, Aceh Utara, mulai tas tangan perempuan, dompet dan tas komputer sampai tas pakaian untuk mudik dengan desain- desain menawan, sudah digemari para artis dan salebritis.

Sedangkan kita disini….?” bu Darwati  diam sejenak sambil memandang ke seluruh para undangan yang hanya diam tatkala politisi PNA ini membandingkan potensi ibu-ibu di Lamno dengan daerah lain.

” Insya Allah jika pak Irwandi menang dipilkada ini, saya mewakili pak Irwandi akan membenahi semua ketinggalan dan keluhan kaum ibu juga srikandi muda di Lamno ini.” ucap Darwati dan disambut sorak sorai yang membahana di gedung seluas 8x 12 m2.

“Perempuan harus bangkit dari ketinggalan, namun saya pribadi tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tapi mari sama2 kita mencari solusi dan memperbaiki atas segala yang telah kita alami ini untuk menjadi sebuah perubahan. Tahukah apa dan siapa solusinya?”  tanya Darwati.

“Karena apapun alasan kita, ekonomi adalah kunci utama. Jika ekonomi masyarakat ambruk dalam kemiskinan maka segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau perut lagi keroncongan, jalan pintas sering diambil dengan tanpa pertimbangan. Tapi dengan adanya kerajinan dan ketrampilan bagi kaum hawa, beban rumah tangga sedikit akan teratasi. Angka pengangguran akan menurun jika ada kegiatan-kegiatan yang membuah hasil.”
Tepuk tangan kembali membahana. Darwati benar-benar mampu membuat kaum ibu Lamno bagai dihipnotis.

Bagaimana Menurut Anda?