BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) di Jakarta yang di Ketuai oleh Heri Mauliza dan serta Moderator di pimpin oleh Erlangga Juliansyah P yang juga merupakan tenaga Ahli Anggota DPR RI asal Aceh melaksanakan Diskusi Fokus Grup Diskusi (FGD) terkait Potensi Ekowisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe dengan tema,” Memaksimalkan Kawasan Ekonomi Khusus Aceh Lhokseumawe untuk keberlangsungan Generasi Aceh. acara tersebut digelar di Meeting Room Amazing Hotel Kutaraja (Mess Aceh) Jakarta, jum’at 15 Juni 2017.
Menurut IMPAS, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus melakukan sosialisasi mengenai KEK Lhokseumawe di Aceh Utara, pasalnya banyak kalangan di Lhokseumawe dan Aceh Utara dianggap masih belum mengerti apa itu KEK,”Pemahaman masyarakat di daerah menganggap KEK Lhokseumawe salah satu proyek strategis, yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Terkait dengan adanya perubahan pengusul dari pemerintah Aceh ke konsorsium BUMN seiring dengan adanya pembatalan Keputusan Gubernur sebelumnya dengan dikeluarkannya Keputusan Plt. Gubernur, Muhammad Abdullah Nurdin, selaku Pakar Hukum mengatakan bahwa hal tersebut tidak melanggar peraturan perundang-undangan, baik UU No. UU 10 Tahun 2016 maupun Permendagri No. 74 Tahun 2016.
Adapun tokoh Aceh yang hadir dalam diskusi Diskusi (FGD) Jakarta sebagai berikut Muhammad Abdullah Nurdin (Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Hukum), Fuad Buchari (Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Migas), Fathurrahman Anwar (Penasehat Khusus Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan), Ramli Djafar (Pakar Migas Aceh), Muhammad Abdullah (Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan KEK Aceh), serta beberapa tokoh Aceh lainnya.


![[RESMI] Kode Afiliasi MOVA 2026 Terbaru: Pakai 55Q7N8 Klaim Bonus Agent & Partner](https://i0.wp.com/buanaindonesia.co.id/62/wp-content/uploads/sites/7/2026/03/Kode-Afiliasi-MOVA-2026-Resmi-Pakai-55Q7N8-Bonus-Agent-Partner.jpg?resize=218%2C150&ssl=1)





