KAMMI Unsyiah Prihatin Dan Mengecam Tindakan Asusila

9.769 dibaca

BUANAINDONRSIA.CO.ID, BANDA ACEH – Aksi kejahatan seksual yang dilakukan SR (19), oknum petugas cleaning servis terhadap pasien Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) yang menimpa FS (17), sesaat setelah operasi THT pada 5 Oktober 2017 beberapa hari yang lalu. memantik reaksi dari berbagai kalangan termasuk Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Unsyiah, Maulida Ariandy menyatakan mengecam dan prihatin atas tindakan aksi bejat kejahatan seksual tersebut.

“Seyogya rumah sakit itu adalah tempat pelayanan kesehatan dan tempat pasien berobat, Bukan tempat pelecehan tindakan Asusila. Inilah yang dapat mencoreng citra salah satu rumah sakit ternama di Aceh akibat tindakan aksi kejahatan seksual yang dilakukan oleh petugas cleaning servis tersebut,” ujar Maulida Ariandy Sabtu (14/10/2017) di Prada-banda Aceh.

Maulida menambahkan bahwa tindakan kejahatan seksual yang terjadi dirumah sakit RSUDZA seperti ini tidak bisa di tolerir dan menjadi pelajaran yang sangat berharga serta penting untuk kita semua.

“Pasalnya, kejadian tindakan pelecehan seksual seperti ini jangan sampai terulang lagi. sebab akan menimbulkan rasa khawatir para pasien dan menimbulkan kecemasan terhadap masyarakat Aceh khususnya. Seharusnya pihak rumah sakit harus lebih insentif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan serta selalu waspada terhadap tindakan kejahatan yang bisa terjadi kapan saja di Rumah sakit Umum Zainoel Abidin,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, KAMMI Unsyiah mendesak pihak Direktur RSUDZA dan jajarannya bertanggung jawab serta menindak lanjuti poreses hukum kasus Pelecehan seksual tersebut secepatnya.”Negara kita adalah negara hukum, siapapun dan atas nama apapun melakukan tindakan melanggar hukum maka harus diproses dan ditindak sesuai dengan konstitusi yang berlaku,” ungkapnya.

Bagaimana Menurut Anda?