Kantor Desa Alur Linci Di Pindakan Ke Balai Desa,Mobiler Kantor Diduga Raib

17.687 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH SINGKI – Terkait berita buana aceh edisi kamis 26 januari 2017 yang lalu tentang rumah pribadinya yang di jadikan kantor desa, saat ini kantor tersebut sudah pindah ke Balai Desa, namun peralatan kantor diduga raib.

Baca Berita, https://buanaindonesia.com/news/aceh/2017/01/26/rumah-kades-di-jadikan-kantor-desa-warga-alur-licin-protes/

Menurut pantauan Media BUANAACEH, tepatnya di kantor desa tersebut terdapat hanya 2 buah kursi lipat dan 4 buah kursi pelastik serta tiang bendera yang terbuat dari besi pipa bekas yang dipoles dengan cat  berwarna putih, padahal tiang bendera tersebut sudah dianggarkan sebesar Rp. 1.700.000.

Menurut keterangan masyarakat desa alur linci terkait mengenai mobiler kantor sudah di anggarkan, dengan dana desa pada tahun anggaran 2015 yang lalu, “peralatan kantor sudah di anggarkan, lemari, kursi kantor, meja biro, piling kabinet, kursi lipat, komputer berikut printer ,diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Ditambah lagi tahun 2016 pengadaan kursi  sebesar Rp. 3.240.000, lemari arsip Rp. 5.341.000, kamera digital Rp. 2.500.000, printer Rp. 2.420.000, kursi lipat Rp. 4.387.000, artinya mobiler kantor sudah mencukupi bahkan sudah melebihi dari kantor biasa nya. mungkin  kepala desa ini menganggap dana desa tersebut seperti uang pribadinya sendiri, padahal itu uang masyarakat desa alur linci”, tandas TKM.

Semetara itu ketua TPK (tim pelaksana kegiatan) Saibu, saat dikonfirmasi, sabtu 4 Februari2017, di kediamannya mengatakan “memang saya ketua TPK tapi saya hanya sebagai formalitas saja, yang menyangkut belanja barang dan jasa, semuanya di kuasai oleh kepala desa.

Abu Sali, dan bendahara desa Wahyudin yang di percayai untuk belanja barang dan jasa,juga megenai pengadaan bahan bangunan, bahkah, dana yang baru di tarik akhir desember 2016 yang lalu, APBN  40%  sampai saat ini dana tersebut belum ada di beritahukan kepada saya, padahal  pekerjaan masih banyak yang harus di selesai kan seperti pengerasan jalan sekitar  60% lagi,  dan rabat beton sekitar 40% lagi yang belum saya selesaikan pekerjaannya”. Kata Saibu.

Kepala desa alur linci, Abu Salim ketika dikonfirmasi melalu handphone selulernya mengatakan “pengerasan jalan 60% lagi dan rabat beton juga 40% lagi yang belum di kerjakan, namun kita akan di lanjutkan pekerjaannya dalam waktu dekat ini” Ungkap Kepala Desa.

Masyarakat desa alur linci berharap kepada Pihak Terkait, supaya di Audit kembali Kepala Desa mereka, Kami warga Alur Licin menduga penggunaan Dana Desa sarat Korupsi.

Bagaimana Menurut Anda?