BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama Dinas Kelautan Kabupaten Aceh Jaya, memberikan perangkat berbasis Android dengan menggunakan sistem aplikasi Nelayan Pintar (Nelpin) untuk membantu nelayan menentukan lokasi tangkapan ikan, di lantai III, Aula Setdakab, Aceh Jaya.Kamis (23/11),
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ridwan, SP.i, mengatakan, nelayan merupakan stakeholders utama di bidang perikanan bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sehingga perlu mendapatkan akses teknologi tepat guna dan sederhana untuk membantu kegiatan penangkapan ikan.
Dengan adanya alat itu, tambah dia, dapat dimanfaatkan oleh nelayan, untuk meningkatkan produksi hasil tangkapan dan menghemat biaya. Sehingga nelayan bisa sejahtera.
Dipaparkan Ridwan, dari kategori kapal 5 GT, yang ada hanya 75 unit, sedangkan tahap percontohan alat perangkat nelayan berbasis android sebagai membantu penangkapan ikan, berjumlah 30 alat yang dibagikan sebagai uji coba dan contoh, sebagai tahap awal. “Untuk aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui play stroe dengan nama SI Kenelayananan”, terang Ridwan.
Hadir dipelatihan dan penyerahan alat ini, pang laot dan nelayan dari Kecamatan Jaya, hingga Teunom.
Ide program ini, diangkat melalui mantan Bupati Aceh Jaya, saat masih memimpin dan baru sekarang dapat direalisasikan, masa Bupati Irfan Tb, jelas Ridwan.
Terimakasih, kata dia, kepada Ir. Azhar Abdurrahman, selaku pencetus ide program, sehingga alat perangkat ini dapat diterima dan digunakan oleh nelayan Aceh Jaya.
Sri Suryo Sukoraharjo, Ketua kelompok peneliti teknologi kelautan, mewakili Kepala Pusat Balitbang (Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan) memaparkan, aplikasi ini dikembangkan sejak tahun 2015.
“Masuk kedalam prioritas Nasional, menjadi salah satu kegiatan yang harus dilakukan sampai tahun 2019”, tandasnya..
Demi komitmen terhadap kesejahteraan nelayan Indonesia, kedepannya dengan menggunakan perangkat berbasis android ini, nelayan tidak perlu mencari ikan, tetapi langsung menangkap ikan, ujarnya.
Artinya, kata suryo, dengan adanya fungsi ini, sangat berguna untuk mengehtahui tempat dimana ikan berada, “Tidak usah mutar-mutar, langsung menuju titik penangkapan, ini sangat efisien dalam menghemat bahan bakar. Sangat praktis serta efektif”. kata Suryo.
“Nelayan sebagai pemeran utama sektor kelautan dan perikanan, perlu mendapatkan akses teknologi yang sederhana dan tepat guna”. Tambahnya.
Untuk Indonesia, hanya ada 10 atau 15 Provinsi yang sudah menggunakan alat ini. Sedangkan untuk Kabupaten Kota, lebih dari 70 tempat yang menggunakan perangkat ini, tambah Suryo.
Kalau Provinsi Aceh, baru Kaputen Aceh Jaya, yang menerima dan menggunakan alat ini kepada nelayannya, semoga kedepan nelayan disini semakin hebat dan makmur, pungkasnya.
Untuk sumber data yang diterima, terang Suryo, langsung dari pihak terkait, khusus untuk daerah penangkapan ikan dengan mengolah sendiri melalui data satelit. Dengan adanya alat ini, sangat membantu nelayan dalam proses penangkapan ikan, lagi terangnya.
Suryo berharap, kepada nelayan untuk dapat mempelajari aplikasi ini. Karena walaupun mudah bila tidak dipelajari kembali akan mengalami kesulitan, pesan dia.
Jangan lupa saling berbagi ilmu kepada nelayan lainnya dengan ilmu yang dierima hari ini, saat pelatihan penggunaan perangkat android, tutup Suryo.
Sebagai informasi tentang Nelpin, teknologi ini diberi nama Sistem Informasi Nelayan Pintar atau akrab disebut Nelpin.
Dengan adanya Aplikasi Nelpin ini diharapkan dapat merubah paradigma nelayan dari yang tadinya mencari ikan di laut beralih menjadi menangkap ikan di laut.
Dalam Implementasi nya, aplikasi Nelpin diharapkan dapat menjadi alat bantu menentukan fishing ground dalam kegiatan penangkapan ikan, yang tentu saja hal ini akan berimbas pada pendapatan nelayan.
Karena dengan lokasi penangkapan yang sudah terlebih dulu diketahui maka nelayan tidak perlu membuang – buang bahan bakar untuk mencari lokasi penangkapan, kegiatan penangkapan ikan jadi lebih ramah lingkungan.
Nelpin adalah sebuah aplikasi berbasis smartphone androit, dibuat dan dikembangkan sejak 2015 oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP) dalam rangka mendukung nelayan melakukan kegiatan penangkapan ikan.
Aplikasi ini merupakan gabungan dari berbagai aplikasi informasi berbasis android, mulai dari Peta Perkiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI), kesuburan perairan, informasi cuaca, hingga informasi harga ikan terbaru.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP) pada tahun 2016 melakukan upaya pengembangan aplikasi Nelpin ini dengan perbaikan dan perubahan di beberapa kegunaan.
Misalnya informasi PPDPI, gelombang dan angin, cuaca, pelabuhan, harga ikan terbaru serta fitur perkiraan BBM serta bantuan, perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan nelayan








