Mantan Wakil Ketua Hamas Desak Ketua Hamas Kembalikan Organisasi Hamas Pada Mahasiswa, Ini Alasanya

10.330 dibaca
Mantan Wakil Ketua Hamas Desak Ketua Hamas Kembalikan Organisasi Hamas Pada Mahasiswa, Ini Alasanya

BUANAINDONESIA. CO. ID, BANDA ACEH – Mantan wakil ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (Hamas) periode 2008-2010, Muzakir. Mendesak agar ketua Hamas M. Saleh, mengembalikan organisasi Hamas kepada mahasiswa. Hal ini disampaikan Muzakir kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu (15/07/2017).

“Saudara M. Saleh sebagai ketua hamas beserta jajarannya hendaknya sesegera mungkin meluruskan dan melakukan mubes Hamas. Hal ini mengingat secara legalitas periodesasi Hamas periode 2015-2017 telah berakhir, ” ungkap Muzakir.

Muzakir berharap, kondisi dilematika kepengurusan Hamas ini tidak bermuara konflik internal antar pegayuban. “Hamas sebagai payung mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kejelasan. Ini sangat tidak baik dan bahkan berbahaya bagi keberlangsungan roda organisasi,” ujar putra Meukek tersebut.

Lebih lanjut, Muzakir juga sangat menyayangkan kondisi Hamas saat ini, mengingat dengan terus berlarut-larut akan juga berdampak bagi banyak mahasiswa, ” tambahnya.

Kepempinan saudara M. Saleh sendiri, sambung Muzakir, sudah berakhir sekita januari 2017 lalu. “Tentu saya pikir tidak ada alasan ketika terus-terus menunda proses mubes karena hal ini tidak baik bagi keberlangsungan proses pembelajaran demokrasi di tingkatan mahasiswa”. imbuhnya.

Muzakir juga menuturkan, ketika memang alasan tidak ada anggaran sungguh tidak rasional, pasalnya pemerintah tiap tahun selalu mengalokasikan anggaran untuk Hamas.

“Tentu persoalan anggaran ini bukan sebuah alasan kongkret, Saleh cs menunda mubes, “tegas Muzakir.

Sebagai mantan pengurus Hamas, Muzakir menilai kepengurusan Hamas hendaknya segera mengambil sikap untuk melakukan proses mubes. “Kami sebagai senior-senior yang pernah di Hamas merasa sangat prihatin terhadap kondisi organisasi mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh ini”. lanjutnya.

Ketika tidak diambil, kata Muzakir, langkah konkret maka akan berimbas kepada sikap pengayuban akan melakukan mubeslub, tentu hal ini kita tidak inginkan kareba ini justru akan berdampak bagi proses organisasi hamas ke depan.

“Saya sebagai senior dan pernah menjabat mantan wakil ketua hamas periode 2008 menyarankan agar Saleh cs menyerahkan kembali Hamas kepada mahasiswa, apalagi beberapa pengurus inti Hamas baik Saleh sebagai ketua, Dasrizal sebagai sekretaris tidak lagi berstatus mahasiswa. Padah secara jelas di dalam AD/ART Hamas sebagai landasan sekaligus patron organisasi, masa periodesasi Hamas telah habis. Begitupun kalau dilihat pada AD/ART dijelaskan anggota Hamas adalah mahasiswa Aceh Selatan yang berada di Banda Aceh dan sekitarnya, kan aneh jika kepengurusannya dipegang oleh bukan mahasiswa”. pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?